Bank Sumut
  • Home
  • Kerah Putih
  • Tak Percaya, Alumni Minta Polda Buktikan Dugaan Korupsi UIN Sumut

Tak Percaya, Alumni Minta Polda Buktikan Dugaan Korupsi UIN Sumut

Oleh: Artam
Sabtu, 31 Agu 2019 12:14
Dibaca: 379 kali
drberita/istimewa
Gedung kuliah Kampus I UIN Sumut yang jadi objek dugaan korupsi.
DRBerita | Dugaan korupsi di UIN Sumut menjadi perhatian alumni. Mereka tidak percaya sudah terjadi perbuatan 'haram' dibekas kampus tempat mereka menimba ilmu. Polda pun diminta untuk membuktikan tindak pidana korupsi itu.

Alumni UIN Sumut yang tak percaya itu adalah Safruddin Lubis, alumni jurusan syariah. Ia dengan tegas meminta polisi membuktikannya. "Saya tak percaya!" katanya, Sabtu 31 Agustus 2019, di kawasan Jalan Arif Rahman Hakim, Medan.

Diketahui, dugaan korupsi Universitas Islam Negeri (UIN) Sumut yang tengah ditangani Polda Sumut, yaitu penerimaan petugas cleaning service tahun 2019, sebanyak 95 orang dengan gaji Rp 2.528.000 perbulan, sedangkan karyawan celening servis yang bekerja diduga tidak sesuai dengan jumlah yang ditetapkan, diduga hanya 60 orang.

Selanjutnya honor yang ditentukan untuk 95 orang. Perbulannya cleaning service hanya menerima gaji sebesar Rp 1.400.000 dengan dalih masih masa trening selama enam bulan, padahal masa trening diduga tidak ada dalam anggaran.

Menyambut lebaran idul fitri, claening service terima Tunjangan Hari Raya (THR) sebesar Rp 1.300.000 yang seharusnya Rp 2.528.000. Selanjutnya untuk pakaian yang disediakan sesuai anggaran masing-masing 2 set. Namun faktanya hanya 1 set per orang.

Selain itu di tahun 2017 dan 2018 terjadi juga dugaan dimark up diantaranya pengadaan cleaning service indor dan outdor Kampus I dan II dengan nilai pagu Rp 2,7 miliar dengan volume 8 bulan. Pengadaan cleaning service indor dan outdor Kampus I dan II tahun 2018 dengan nilai pagu Rp 3,7 miliar dengan volume 12 bulan.

Kemudian, biaya tamu tahun 2017 untuk tamu Rektor UIN Sumut senilai Rp 1,7 miliar diduga tidak jelas realisasinya. Biaya tamu tahun 2018 untuk tamu Rektor UIN Sumut senilai Rp 1,8 miliar diduga juga tidak jelas realisasinya.

Pembangunan gedung kuliah Kampus II UIN Sumut tahun 2018 sebesar Rp 45.766.730.079 diduga tidak selesai tetapi dibuat selesai 100 persen.

Proyek pembangunan gedung dan pengadaan cleaning service diketahui dikerjakan oleh PT. Yasminta Pilar Utama, beralamat di Jalan Sei Silau No. 80K, Padang Bulan, Selayang I, Medan Selayang, Kota Medan.

Menurut Safruddin, dirinya tidak percaya telah terjadi dugaan tindak pidana korupsi dibekas kampusnya, itu karena UIN Sumut dimpimpin oleh Prof. Saidurrahman.

"Apa mungkin Prof Said mau melakukan yang demikian? Saya kenal beliau. Dia profesor yang memiliki integritas dan sudah teruji. Apalagi saya tahu TP4D Kejaksaan Tinggi Sumuatera Utara, mendapingi pelaksanaan pembangunan gedung kuliah itu. Saya rasa polda salah sasaran, jika benar, saya persilahkan," katanya.

Aktivis 98 ini juga menyesalkan jika benar ada tim khusus yang dibentuk Rektor UIN Sumut untuk mengurusi tim penyidik dalam membuktikan kasus dugaan korupsi yang terjadi. "Heran saja saya, Humas UIN Sumut Yuni mengakui ada tim yang dibentuk untuk mengurusi penanganan kasus, apa mau dikondisikan penyidik Polda Sumut?" tanyanya.

Pria yang akrab disapa Acil Lubis ini berharap Polda Sumut tidak tergiur dengan janji 'uang pergaulan' yang disiapkan oleh tim khsusu tersebut. "Kita tunggu saja hasil kerja Polda," cetusnya. (art/drc)

Editor: admin

T#g:acil lubisalumni uin sumutdugaan korupsi uin sumutkampus uin sumutpolda sumuttp4d kejati sumutUIN Sumut
Berita Terkait
  • Sabtu, 14 Sep 2019 00:40

    Tak Ada Lagi Jenjang Karir di PDAM Tirtanadi Sejak Dipimpin Trisno Sumantri

    Jenjang karir tak lagi diperlukan untuk mendapatkan jabatan di PDAM Tirtanadi. Cukup dengan penilain dari direksi. Jika pegawai memiliki kemampuan manjerial, keahlian dalam bidang tugas dan berprestasi baik, itu sudah cukup.

  • Senin, 09 Sep 2019 18:55

    TS & AB: Acil Lubis Beberkan Dugaan Monopoli Proyek di PDAM Tirtanadi

    Dugaan monopoli proyek di PDAM Tirtanadi terbongkar. Aktivis 98 Acil Lubis dengan gamblang membeberkan semuanya. Dirut Trisno Sumantri (TS) diduga terlibat ikut dalam memonopoli proyek pengadaan langsung (PL) di bawah Rp 400 juta.

  • Kamis, 05 Sep 2019 02:16

    Bobby: Fery "Tak Mungkin" ditahan, Dia anak Sarmadan Hasibuan

    Kader PMII ini mengharapkan Polda Sumut tidak hanya sebatas menggunakan hukum teringan atas seseorang yang terjerat narkoba. Apalagi seorang wakil rakyat yang seharusnya menjadi contoh.

  • Rabu, 04 Sep 2019 00:26

    Acil Lubis: Edy Kebobolan Pilih TS Jadi Dirut PDAM Tirtanadi

    Gubernur Sumut Edy Rahmayadi harus segera mengevaluasi posisi Trisno Sumantri (TS) di jajaran direksi PDAM Tirtanadi. Keboborokan menejemen akan semakin parah terjadi jika tidak cepat diantisipasi.

  • Minggu, 01 Sep 2019 21:45

    JMM Apresiasi Kapolda Agus: Dugaan Korupsi UIN Sumut Jadi Penentu

    JMM menilai selama ini Agus berhasil sebagai pengayom dan sahabat bagi seluruh masyarakat Sumatera Utara, serta berhasil dalam mengungkap kasus-kasus besar di Sumut.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2019 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir