Bank Sumut
  • Home
  • Kerah Putih
  • Selesai Diperiksa KPK, Mantan dan Anggota DPRD Sumut Keluar dari Pintu Belakang

Selesai Diperiksa KPK, Mantan dan Anggota DPRD Sumut Keluar dari Pintu Belakang

Selasa, 30 Jan 2018 02:19
Dibaca: 684 kali
drberita/istimewa
Mako Brimob Polda Sumut
DINAMIKARAKYAT - KPK kembali memeriksa belasan mantan dan anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 yang terlibat dugaan suap terpidana mantan Gubsu Gatot Pujo Nugroho di Mako Brimob Poldasu, Jalan KH Wahid Hasyim, Medan, Senin 29 Januari 2018.

Pemeriksaan 11 mantan anggota DPRD Sumut itu berlangsung sejak pukul 08.00 hingga pukul 12.00 wib di ruang tertutup dan tidak dibenarkan diliput wartawan.

Para mantan anggota dewan yang siap diperiksa terlihat keluar dari pintu belakang dan melalui areal parkir sepeda motor. Sepertinya mereka menghindari pertanyaan wartawan terkait pemeriksaan dari penyidik KPK.

Selama empat jam diperiksa, sejumlah mantan anggota DPRD Sumut terlihat keluar dari ruang. Mereka menolak dimintai keterangannya yang menunggu sejak pagi di halaman Mako Brimob Polda Sumut.

Elezaro Duha mantan anggota dewan dari Partai Hanura tertangkap wartawan keluar dari pintu belakang dan areal parkir motor Mako Brimob.

Elezaro menolak memberikan keterangan terkait pemanggilan dirinya oleh penyidik KPK. Kader Partai Hanura ini langsung masuk ke dalam mobil dan pergi meninggalkan lokasi.

Begitu juga dengan Richard Edi Lingga dari Partai Golkar. Richard yang diduga menerima suap dari mantan Gubsu itu langsung masuk ke mobilnya dan pergi.

KPK dijadwalkan berada di Medan selama sepekan untuk memeriksa 46 anggota dan mantan Anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 dan periode 2014-2019.

Pemeriksaan itu terkait dugaan suap mantan Gubsu Gatot Pujo Nugroho. KPK diketahui telah menahan 12 mantan anggota DPRD Sumut yang dipastikan menerima suap.

Para penyidik KPK yang memeriksa mantan anggota dewan di Mako Brimob Polda Sumut itu enggan memberikan keterangan kepada wartawan. (art/drc)

Editor: admin

T#g:apbd sumutbrimob sumutdprd sumutgatot pujo nugrohokpksuap mantan gubsu
Berita Terkait
  • Selasa, 31 Jul 2018 07:07

    Dugaan Kolusi Proyek Pendopo Rumdis Gubsu, MFH: Ok Henry dan Eric Aruan Harus Jujur

    Wakil Ketua Komisi A DPRD Sumut Muhri Fauzi Hafiz (MFH) meminta OK Henry selaku Kepala Inspektorat dan Eric Aruan selaku Kepala Biro Administrasi Pembangunan, harus jujur dan turut bertanggungjawab.

  • Senin, 30 Jul 2018 10:35

    DPRD Sumut Minta KPK Usut Proyek Pendopo Rumah Dinas Gubernur

    Aroma kolusi itu begitu kentara, saat proses lelang pekerjaan dengan harga penawaran sendiri (HPS) sebesar Rp 6.695.740.000,00 dan pagu Rp 6.696.000.000,00. KPK harus mengusut proyek ini.

  • Sabtu, 21 Jul 2018 01:44

    KPK Pantau Sidang Mafia Tanah Tamin Sukardi

    Giliran KPK yang memantau jalannya persidangan lanjutan atas kasus dugaan penjualan lahan milik negara seluas 74 hektare di Pasar 2, Desa Helvitia, Deliserdang, Sumatera Utara, dengan terdakwa mafia tanah Tamin Sukardi.

  • Rabu, 18 Jul 2018 05:05

    Bupati Labuhanbatu dan 5 Orang Terjari OTT KPK di Bandara Soeta

    Bupati Labuhanbatu, Sumatera Utara, Pangonal Harahap terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pangonal diduga menerima suap berkaitan dengan proyek di dinas PUPR wilayahnya.

  • Minggu, 10 Jun 2018 03:19

    Ketua DPRD Sumut Digugat ke PTUN Medan

    Gugatan yang dibuat berdasarkan surat keputusan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sumatera Utara Nomor: 11/K/2018 tanggal 5 Juni 2018, tentang Pemberhentian Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Utara sisa masa jabatan 2014-2019.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2018 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir