Saut KPK: Nanti kita pelajari pelan-pelan

Sabtu, 24 Mar 2018 02:01
Dibaca: 432 kali
drberita/istimewa
Pimpinan KPK Saut Situmorang.
Perindo
DINAMIKARAKYAT - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mempelajari kesaksian terdakwa mantan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto dalam sidang kasus e-KTP.

Novanto mengungkap 10 nama yang turut menerima uang korupsi e-KTP, antara lain Puan Maharani dan Pramono Anung.

Saat itu, Puan menjabat Ketua Fraksi PDIP dan Pramono selaku Wakil Ketua DPR disebut Setya Novanto mendapatkan aliran duit e-KTP masing-masing US$ 500 ribu.

"Nanti kita pelajari pelan-pelan, semua keterangan itu harus divalidasi, cross-check, double check," ujar Wakil Ketua KPK Saut Situmorang saat dikonfirmasi, Jakarta, Jumat 23 Maret 2018.

Selain Puan dan Pramono, mantan Ketua DPR RI itu menyeret nama Olly Dondokambey, Ganjar Pranowo, Melchis Markus Mekeng, Chaeruman Harahap, Mirawan Amir, Tamsil Linrung, Arif Wibowo, dan M Jafar Hafsah.

Saat proyek e-KTP bergulir, Chairuman dan Ganjar Pranowo menjabat pimpinan serta Arief Wibowo anggota Komisi II. Sementara Mekeng, Olly, dan Tamsil merupakan pimpinan Badan Anggaran DPR.

Setya Novanto menyebut para anggota DPR tersebut mendapat jatah masing-masing US$ 500 ribu dengan total seluruhnya US$ 3,5 juta. (lip/drc)

Editor: admin

T#g:korupsi e-ktpkorupsi e ktpkpkpartai golkarsaut situmorang
Berita Terkait
  • Minggu, 22 Apr 2018 13:27

    KPK Diminta Ambilalih Kasus Fee BDB Sumut dari Kejagung

    Kasus fee Bantuan Daerah Bawahan (BDB) Pemprov Sumut, yang kini bernama Bantuan Keuangan Provinsi (BKP), merupakan penyebab terjadinya suap LPJP APBD 2013 yang dilakukan di tahun 2014.

  • Senin, 16 Apr 2018 15:36

    Abraham Samad: Ketua KPK itu lebih tinggi dari menteri

    Posisi pimpinan KPK berada di atas menteri karena semasa kepemimpinannya, lembaga antirasuah itu bisa menangkap para menteri yang terbukti terlibat tindak pidana korupsi.

  • Rabu, 11 Apr 2018 15:59

    Putusan PN Jaksel Minta KPK Usut Mantan Wakil Presiden

    MAKI menilai KPK berlarut-larut menangani kasus Century karena tidak segera menetapkan tersangka baru setelah terakhir kali menyeret mantan Deputi Gubernur BI Budi Mulya yang divonis 15 tahun penjara di tingkat kasasi pada Aprill 2015.

  • Senin, 09 Apr 2018 21:28

    KPK, Kapan Pemberi Suap Gatot Jadi Tersangka

    Ketua Presedium Pemerhati Indonesia Bersih (PIB) Rosisyanto mempertanyakan sikap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang terkesan tak seimbang dalam menuntaskan kasus suap mantan Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho.

  • Senin, 09 Apr 2018 20:24

    PP Himmah Desak KPK Periksa Puan dan Pramono Dalam Korupsi E-KTP

    PP Himmah mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berani untuk membuktikan keterlibatan dua Politikus PDIP Puan Maharani dan Pramono Anung dalam kasus korupsi e-KTP.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2018 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir