Bank Sumut

Saut KPK: Nanti kita pelajari pelan-pelan

Sabtu, 24 Mar 2018 02:01
Dibaca: 593 kali
drberita/istimewa
Pimpinan KPK Saut Situmorang.
DINAMIKARAKYAT - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mempelajari kesaksian terdakwa mantan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto dalam sidang kasus e-KTP.

Novanto mengungkap 10 nama yang turut menerima uang korupsi e-KTP, antara lain Puan Maharani dan Pramono Anung.

Saat itu, Puan menjabat Ketua Fraksi PDIP dan Pramono selaku Wakil Ketua DPR disebut Setya Novanto mendapatkan aliran duit e-KTP masing-masing US$ 500 ribu.

"Nanti kita pelajari pelan-pelan, semua keterangan itu harus divalidasi, cross-check, double check," ujar Wakil Ketua KPK Saut Situmorang saat dikonfirmasi, Jakarta, Jumat 23 Maret 2018.

Selain Puan dan Pramono, mantan Ketua DPR RI itu menyeret nama Olly Dondokambey, Ganjar Pranowo, Melchis Markus Mekeng, Chaeruman Harahap, Mirawan Amir, Tamsil Linrung, Arif Wibowo, dan M Jafar Hafsah.

Saat proyek e-KTP bergulir, Chairuman dan Ganjar Pranowo menjabat pimpinan serta Arief Wibowo anggota Komisi II. Sementara Mekeng, Olly, dan Tamsil merupakan pimpinan Badan Anggaran DPR.

Setya Novanto menyebut para anggota DPR tersebut mendapat jatah masing-masing US$ 500 ribu dengan total seluruhnya US$ 3,5 juta. (lip/drc)

Editor: admin

T#g:korupsi e-ktpkorupsi e ktpkpkpartai golkarsaut situmorang
Berita Terkait
  • Kamis, 24 Jan 2019 16:17

    Korupsi Hibah KONI, KPK Periksa Politisi PKB

    Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy. Febri belum bisa menyampaikan lebih lanjut terkait hasil pemeriksaan Imam itu.

  • Kamis, 24 Jan 2019 16:04

    Kena OTT KPK, Partai Nasdem Pecat Bupati Mesuji

    Jonny menyebutkan kebijakan internalnya adalah sanksi pemberhentian bagi kader yang terlibat dalam kasus kejahatan luar biasa, yakni korupsi, narkoba, dan pelecehan seksual terhadap anak.

  • Senin, 30 Jul 2018 10:35

    DPRD Sumut Minta KPK Usut Proyek Pendopo Rumah Dinas Gubernur

    Aroma kolusi itu begitu kentara, saat proses lelang pekerjaan dengan harga penawaran sendiri (HPS) sebesar Rp 6.695.740.000,00 dan pagu Rp 6.696.000.000,00. KPK harus mengusut proyek ini.

  • Rabu, 25 Jul 2018 00:06

    Solahuddin Nasution Mundur dari Partai Golkar

    Penyerahan surat pengunduran diri Solahuddin diterima langsung oleh Plt Ketua Ahmad Doli Kurnia Tanjung dan Sekretaris Irham Buana Nasution, pada rapat pleno di Kantor DPD Partai Golkar Sumut, Jalan Wahid Hasyim, Medan.

  • Sabtu, 21 Jul 2018 01:44

    KPK Pantau Sidang Mafia Tanah Tamin Sukardi

    Giliran KPK yang memantau jalannya persidangan lanjutan atas kasus dugaan penjualan lahan milik negara seluas 74 hektare di Pasar 2, Desa Helvitia, Deliserdang, Sumatera Utara, dengan terdakwa mafia tanah Tamin Sukardi.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2019 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir