Bank Sumut
  • Home
  • Kerah Putih
  • Rawan Korupsi, Anggaran Swakelola Pemkab Asahan Lebih Besar dari Penyedia

Rawan Korupsi, Anggaran Swakelola Pemkab Asahan Lebih Besar dari Penyedia

Rabu, 07 Agu 2019 14:46
Dibaca: 200 kali
drberita/istimewa
Kantor Bupati Asahan.
DINAMIKARAKYAT - Sepertinya ini menjadi modus baru. Anggaran swakelola lebih besar dari anggaran penyedia. APBD Pemkab tahun 2019 ini sebagai salah satu contohnya.

Total anggaran swakelola dan anggaran penyedia Pemkab Asahan tahun ini sebesar Rp 619.840.000.000 yang terpampang pada sistem rancangan umum pengadaan.

Pemkab Asahan diketahui memiliki 66 Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Mulai badan, dinas, kecamatan, bagian, rumah sakit, akademik, satuan polisi, sekretariat hingga pengurus.

Untuk kegiatan swakelola, Pemkab Asahan tahun 2019 ini membuat anggara sebesar Rp 332.371.000.000,- dan untuk kegiatan penyedia sebesar Rp 287.469.000.000.

Koordinator LSM Sayap Anti Korupsi (SAK) Indra Praja mengungkapkan bahwa APBD Pemkab Asahan tahun 2019 rawan dengan dugaan tindak pidana korupsi.

"Dari 66 OPD yang dimiliki Pemkab Asahan hanya Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah yang tidak membuat anggaran swakelola. Anggaran swakelola ini sangat rawan dengan dugaan tindak pidana korupsi," ungkap Indra dalam keterangan Persnya diterima wartawan, Rabu 7 Agustus 2019.

"Kita berharap TP4 Kejaksaan dan BP5 Kepolisian di Sumatera Utara maksimal melaksanakan peran dan tugasnya," sambungnya.

Swakelola kata Indra, adalah kegiatan yang dilakukan atau dilaksanakan sendiri oleh instansi (OPD) terkait di dalam pemerintahan.  "Saya mendugaan PNS di Pemkab Asahan, semuanya ingin mencari tambahan penghasilan dengan kegiatan swakelola yang dibuat, terkecuali yang bertugas di kecamatan ataupun staf-staf biasa," cetusnya.

Indra berharap, tim panitia anggaran DPRD dan TAPD Pemkab Asahan lebih propesional lagi menyusun KUA PPAS hingga pengesahan APBD.

"Saya mengimbau kepada dewan dan pejabat Pemkab Asahan untuk berpikir lebih berpihak kepada anti korupsi dalam keputusan membuat kegiatan yang menggunakan uang rakyat. Sudah cukuplah selama ini yang terlihat, kapan lagi Kabupaten Asahan bisa lebih baik," serunya.

Berikut kegiatan swakelola 66 OPD dengan nilai Rp Rp 332.371.000.000;

Badan Kepegawaian Daerah 3.451.000.000, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Rp 2.174.000.000, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Rp 2.357.000.000, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (nihil), Badan Pengelola Pendapatan Daerah Rp 516.000.000, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Rp 3.605.000.000.

Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Rp 1.233.000.000, Dinas Penduduk dan Catatan Sipil Rp 1.409.000.000, Dinas Kesehatan Rp 26.295.000.000, Dinas Ketahanan Pangan Rp 2.052.000.000, Dinas Ketenagakerjaan Rp 5.840.000.000, Dinas Komunikasi dan Informatika Rp 6.737.000.000, Dinas Koperasi dan Perdagangan Rp 2.899.000.000.

Dinas Lingkungan Hidup Rp 7.412.000.000, Dinas Pekerjaan Umum dan Penata Ruang Rp 20.295.000.000, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Rp 4.151.000.000, Dinas Penanaman Modal Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Rp 1.096.000.000, Dinas Pendidikan Rp 109.728.000.000.

Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Rp 8.133.000.000, Dinas Perhubungan Rp 2.840.000.000, Dinas Perikanan Rp 1.678.000.000, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Rp 2.416.000.000, Dinas Pertanian Rp 7.007.000.000, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Rp 3.682.000.000, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Rp 595.000.000, Dinas Sosial Rp 5.421.000.000.

Kecamatan Aek Kuasan Rp 418.000.000, Kecamatan Aek Ledong Rp 186.000.000, Kecamatan Aeek Songsongan Rp 191.000.000, Kecamatan Air Batu Rp 198.000.000, Kecamatan Air Joman Rp 899.000.000, Kecamatan Bandar Pulau Rp 181.000.000, Kecamatan BP Mandoge Rp 200.000.000, Kecamatan Buntu Pane Rp 195.000.000.

Kecamatan Kisaran Barat Rp 2.462.000.000, Kecamatan Kisaran Timur Rp 6.338.000.000, Kecamatan Meranti Rp 191.000.000, Kecamatan Pulau Rakyat Rp 185.000.000, Kecamatan Pulo Bandring Rp 191.000.000, Kecamatan Rahuning Rp 203.000.000, Kecamatan Rawang Panca Arga Rp 185.000.000, Kecamatan Sei Dadap Rp 194.000.000.

Kecamatan Sei Kepayang Rp 191.000.000, Kecamatan Sei Kepayang Barat Rp 192.000.000, Kecamatan Sei Kepayang Timur Rp 192.000.000, Kecamatan Setia Janji Rp 191.000.000, Kecamatan Silau Laut Rp 277.000.000, Kecamatan Simpang Empat Rp 199.000.000, Kecamatan Tanjung Balai Rp 197.000.000, Kecamatan Teluk Dalam Rp 198.000.000, Kecamatan Tinggi Raja Rp 192.000.000.

Bagian Umum Rp 1.056.000.000, Bagian Kesejahteraan Rakyat Rp 3.233.000.000, Bagian Organisasi Rp 690.000.000, Bagian PBJ Rp 1.405.000.000, Bagian Pembangunan Rp 365.000.000, Bagian Pemerintahan Rp 891.000.000, Bagian Perekonomian Rp 377.000.000, Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga Rp 13.385.000.000, Bagian Protokol Rp 802.000.000.

Pengurus Korpri Rp 754.000.000, Sekretariat DPRD Rp 28.925.000.000, Akademi Keperawatan Pemerintah Kabupaten Asahan Rp 945.000.000, RSUD H. Abdul Manan Simatupang Rp 23.261.000.000, Satua Polisi Pamong Praja Rp 7.011.000.000 dan Inspektorat Rp 2.016.000.000. (art/drc)

Editor: admin

T#g:apbd asahanbp5 polda sumutkegiatan swakelolapemkab asahantp4d kejatisu
Berita Terkait
  • Rabu, 07 Agu 2019 17:40

    Dinas Perikanan Asahan Banyak Proyek PL, Tak Ada Tender

    Total kegiatan di Dinas Perikanan Asahan, untuk penyedia ada sebanyak 197 di antaranya 98 pengadaan langsung (PL), 3 E-Perchusing dan untuk swakelola sebanyak 96.

  • Jumat, 10 Nov 2017 23:59

    Gubernur Sumut Tinjau Lokasi Banjir Tiga Daerah

    Tengku Erry didampingi Sekda Langkat Indra Salahuddin mengarungi banjir menggunakan perahu karet di Lingkungan 3 Payakiri, Kelurahan Pelawi Utara, Kecamatan Babalan, Kabupaten Langkat.

  • Sabtu, 02 Sep 2017 20:11

    PNS Pemkab Asahan: Direktur Krimsus Polda Sumut jangan asbun

    Soalnya pernyataan orang nomor satu di jajaran Krimsus Polda Sumut itu sangat bertolak belakang dengan surat KPK tertanggal 25 Agustus 2017 yang saya terima sebegai pelapor.

  • Minggu, 11 Jun 2017 01:16

    Gubernur Sumut Ikut Bahas P-APBD Asahan 2017, Ada Apa?

    Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi menyempatkan diri mengikuti pembahasan P-APBD Kabupaten Asahan yang dipimpin Bupati Taufan Gama Simatupang.

  • Jumat, 17 Mar 2017 14:08

    Gubernur Sumut Teringat Sepatu Bunut Asahan

    Menciptakan SDM handal sangat penting mendapat dukungan pemerintah daerah untuk mengembangkan sepatu bunut.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2019 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir