Bank Sumut
  • Home
  • Kerah Putih
  • PMII Desak Kejatisu Tetapkan Tersangka Lapangan Barosokai & Minta KPK Periksa Kapoldasu

PMII Desak Kejatisu Tetapkan Tersangka Lapangan Barosokai & Minta KPK Periksa Kapoldasu

Rabu, 28 Agu 2019 13:10
Dibaca: 313 kali
drberita/istimewa
Demo PMII Medan di Kejati Sumut.
DRBerita | Puluhan massa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) berunjukrasaa di depan Kantor Kejati Sumut, Jalan AH Nasution, Rabu 7 Agustus 2019, yang meminta Komisi Pemberantsan Korupsi (KPK) mengambil semua dugaan korupsi yang terjadi di Kota Medan.

Dipimpin Koordinator Aksi Rahmad Ritongan, PMII mengingatkan bahwa kejahatan korupsi dan pungli di Kota Medan, Sumatera Utara, sudah tidak teratasi lagi oleh kepolsian dan kejaksaan.

Oleh karena itu, PMII meminta KPK mengambil alih semua kasus dugaan korupsi yang terjadi di instansi pemerintahan dan BUMN yang berada di Sumatera Utara di antaranya, PTPN 4 dan Pemko Medan yang sampai saat ini bau Kolusi, Korupsi dan Nepotisme (KKN) masih sangat terasa.

Yaitu, dugaan KKN pada CSR tahun 2018 sebesar Rp 9,8 miliar untuk pembangunan Rutan dan Gedung Arsip di Polda Sumut, yang diduga telah terjadi penyalahgunaan anggaran, wewenang dan jabatan serta diduga telah melanggar peraturan pengadaan barang dan jasa pemerintah.

"Meminta kepada KPK RI agar menggeledah dan memeriksa Kapolda Irjen Pol Agus Andrianto terkait dugaan KKN pada CSR PTPN 4 tahun 2018 sebesar Rp 9,8 miliar untuk pembangunan Rutan dan Gedung Arsip Polda Sumut," ujar Rahmad Ritonga.

Kemudian, meminta kepada Kajatisua agar segera memanggil dan memeriksa jajaran direksi, mulai dari diektur utama, direktur SDM dan direktur keuangan serta Sekretaris Perusahaan PTPN 4 terkait dugaan KKN pada CSR PTPN I4 tahun 2018 sebesar Rp 9,8 miliar untuk pembangunan Rutan dan Gedung Arsip di Polda Sumut.

"Kepada jajaran direksi mulai dari diektur utama, direktur SDM dan direktur keuangan serta sekretaris perusahaan PTPN 4 agar memberikan penjelasan terkait pembangunan Rutan dan Gedung Arsip Poldasu yang dikerjakan oleh PT PAJ beralamat di Medan," sambul Khairul Huda Lubis.

Massa PMII juga menjelaskan bahwa PTPN 4 tidak ada melakukan tender kegiatan pembangunan Rutan dan Gedung Arsip Polda Sumut. Anehnya, tender tersebut dilakukan di E-Proch Polda Sumut.

"Ombudsman kita minta juga untuk melakukan investigasi terkait dugaan KKN pada CSR PTPN 4 tahun 2018 sebesar Rp 9,8 miliar untuk pembangunan Rutan dan Gedung Arsip Polda Sumut.

Begitu juga dengan dugaan tindak pidana korupsi pembelian Lapangan Barosokai, Jalan Rahmadsyah, Kecamatan Medan Area, yang mana diketahui anggaran yang digunakan untuk membeli Lapangan Barosokai bersumber dari APBD Dinas TRTB Medan tahun 2017, dengan judul kegiatan adalah pembelihan lahan untuk ruang terbuka hijau Kota Medan sebesar Rp 100 miliar dan pembayaran uang Rp 15,7 miliar kepada Wilson Chandra melalui rekening Bank Sumut.

"Dalam kasus dugaan korupsi pembelian Lapangan Barosokai, kita meminta Kajagung RI agar mengevaluasi kinerja Kejari Medan terkhusus kepada Kasi Pidsus Sofyan Hadi," tegas Rahmad Ritonga.

Kajati Sumut Fachruddin Siregar agar memberikan laporan resminya terkait kinerja Kejari Medan beserta Kasi Pidsus Sofyan Hadi yang diduga tidak mampu bekerja maksimal dalam mengusut dugaan tindak pidana korupsi di tubuh Pemko medan.

Segera lakukan pemanggilan dan pemeriksaan kepada Walikota Medan Dzulmi Eldin beserta jajarannya dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pembelian lapangan barosokai senilai Rp 15,7 miliar yang bersumber dari APBD Dinas TRTB Medan tahun 2017 sebesar Rp 100 miliar.

"Panggil dan pemeriksa juga anggota DPRD Kota Medan yang didugaa ikut serta dalam meloloskan pembelian lapangan barosokai senilai Rp 15,7 miliar tahun 2018 yang bersumber dari APBD Dinas TRTB Medan tahun 2017 sebesar Rp 100 miliar itu," jelas massa PMII Medan.

Aksi massa yang sempat membuat lalulintas jalan macet akhirnya direspon pihak Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara. Kasi Penkum Kejati Sumut Sumanggar Siagian berjanji akan melaporkan kasus dugaan korupsi yang sampaikan PMII Medan ke pimpinannya.

"Laporan ini akan saya sampaikan ke pimpinan dan untuk selanjutnya diambil langkah penyelidikan dan penyidikan," kata Sumanggar.

Setelah aksi dan aspirasinya diterima pihak Kejati Sumut, massa dari PMII Medan selanjutnya membubarkan diri dengan tertib dan aman. (art/drc)

Editor: admin

T#g:irjen pol agusKejari Medankejati sumutkpklapangan barosokaipmii medanptpn 4
Berita Terkait
  • Selasa, 12 Nov 2019 11:22

    Demo Dugaan Korupsi UIN Sumut di KPK Diperkuat Pengakuan PPK

    Belum sampai satu jam berorasi, Koordinator Aksi OMMBAK Sumut Rozi Albanjari dan Kordinator Lapangan Ilham diterima petugas dan masuk ke dalam gedung merah putih.

  • Selasa, 12 Nov 2019 10:55

    KPK Periksa Syahnan Harahap & Wahyu Hidayat

    Mantan Kepala Dinas PU Medan Khairul Syahnan Harahap, Selasa 12 November 2019, diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Syahnan diperiksa sebagai saksi tersangka Walikota Medan nonaktif Dzulmi Eldin dan Isa Ansyari.

  • Minggu, 10 Nov 2019 12:27

    OMMBAK Unjuk Rasa di KPK Bongkar Dugaan Korupsi UIN Sumut & OTT Walikota Medan

    LSM Organisasi Mahasiswa dan Masyarakat Bersatu Anti Korupsi (OMMBAK) Sumatera Utara akan berunjukrasa di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), untuk mendorong KPK membongkar dugaan Korupsi UIN Sumut dan kasus OTT Walikota Medan.

  • Kamis, 07 Nov 2019 18:55

    Mahasiswa Desak Kajatisu Tangkap Kepala BPBD Padang Lawas

    Aktivis mahasiswa desak Kajatisu Fachruddin Siregar segera menangkap Kepala BPBD Kabupaten Padang Lawas Hamka Harahap dalam kasus dugaan korupsi pembangunan bantaran Sungai Sosa Hilir.

  • Rabu, 30 Okt 2019 01:20

    Acil Lubis Tolak Utusan Rektor UIN Sumut

    Aktivis 98 Acil Lubis mengatakan ada dua orang yang mengaku utusan dari Rektor Prof. Saidurrahman, menjumpai dirinya untuk meredam informasi kasus dugaan korupsi pembangunan gedung kuliah terpadu UIN Sumut.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2019 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir