Bank Sumut
  • Home
  • Kerah Putih
  • OMMBAK Unjuk Rasa di KPK Bongkar Dugaan Korupsi UIN Sumut & OTT Walikota Medan

OMMBAK Unjuk Rasa di KPK Bongkar Dugaan Korupsi UIN Sumut & OTT Walikota Medan

Oleh: Artam
Minggu, 10 Nov 2019 12:27
Dibaca: 1.712 kali
drberita/istimewa
Ketua Umum LSM OMMBAK Sumut Rozi Albanjari.
DRberita | LSM Organisasi Mahasiswa dan Masyarakat Bersatu Anti Korupsi (OMMBAK) Sumatera Utara akan berunjukrasa, Senin 11 November 2019, di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), untuk mendorong KPK membongkar dugaan Korupsi UIN Sumut dan kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) Walikota Medan.

Aksi unjuk rasa tersebut akan dipimpin langsung oleh Ketua Umum LSM OMMBAK Sumut Rozi Albanjari. "Rencana Senin 11 November, kita aksi di depan gedung Merah Putih KPK," ucapnya di Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Minggu 10 November 2019.

Rozi membeberkan sejumlah kasus dugaan korupsi yang terjadi di Provinsi Sumatera Utara, mulai kasus dugaan korupsi di Pemerintahan Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), PTPN, UIN Sumut hingga kasus OTT Walikota Medan Dzulmi Eldin.

"Kita berharap KPK peduli dengan aksi anti korupsi kita ini, banyak kasus korupsi yang terjadi di Sumut kurang mendapat perhatian dari KPK. Terutama korupsi di Pemkab Sergai, UIN Sumut, PTPN," kata Rozi.

"KPK kita minta tidak saja mengusut uang yang diterima Walikota Medan Dzulmi Eldin, tetapi juga mengusut uang yang diberikan Dzulmi Eldin ke anggota DPRD Medan periode 2014-2019. Karena kita menduga banyak suap yang dilakukan Dzulmi Eldin ke anggota DPRD Medan selama kepemimpinannya," sambungnya.

Menurut Rozi, dugaan suap yang dilakukan Dzulmi Eldin ke anggota DPRD Medan yaitu untuk membatalkan hak interpelasi PAD Papan Reklame yang diajukan sebanyak dua kali.

"Dugaan suap interpelasi itu terjadi di tahun 2016 dan 2018. Hak interpelasi pun batal dilakukan. Ada oknum pimpinan dewan yang menjadi perantara terjadi dugaan suap itu, sekarang dia tidak duduk lagi," katanya.

Kemudian, dugaan suap pembelian lahan Lapangan Barasokai senilai Rp 15,7 miliar dari alokasi anggaran Rp 100 miliar bersumber dari APBD tahun 2017, tetapi pembayarannya dilakukan pada tahun 2018.

Lalu, dugaan suap izin pembangunan gedung Podomoro Deli City Medan yang juga batal, dugaan suap interpelasi 'jet gate' Walikota Medan Dzulmi Eldin berangkat ke Cina. Dugaan suap izin pembangunan Pasar Timah, Pasar Kampung Lalang, Pasar Marelan, dugaan suap BOT gedung SMP Negeri 7 Medan dan dugaan suap izin pembanguan Center point.

"Semuanya dugaan suap ini terjadi dan dilakukan Walikota Dzulmi Eldin melalui perantara oknum pimpinan dewan, makanya OTT yang dilakukan KPK ke Eldin bisa menjadi pintu masuk dugaan suap ke anggota DPRD Medan preiode 2014-2019," kata Rozi.

Selanjutnya, dugaan korupsi dan suap yang terjadi di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN Sumut), diduga melibatkan Rektor Prof Saidurrahman dan rekanan (PT Multikarya Bisnis Perkasa) bernama Joni, dalam pembangunan gedung kuliah terpadu bernilai Rp 45,7 miliar.

"Suap itu terjadi karena ada korupsi. Itu landasan kita menduga Rektor Prof Saidurrahman menerima suap dari rekanan. Karena progres pembangunan gedung kuliah terpadu UIN Sumut baru 60 persen, tetapi dilakukan pembayaran 91 persen. Artinya ada 30 persen anggaran pembangunan gedung itu dikorupsi," kata Rozi.

Rozi juga memaparkan dugaan korupsi lainnya yang terjadi di UIN Sumut, yaitu dugaan mark up penerimaan outsourcing cleaning service tahun 2019, dianggarkan sebanyak 95 orang dengan gaji sebesar Rp 2.528.000 perbulan, sedangkan karyawan yang bekerja diduga tidak sesuai dengan jumlah, diduga hanya 60 orang.

Dugaan korupsi honor karyawan cleaning service 95 orang, selama enam bulan hanya menerima gaji sebesar Rp 1.400.000, padahal masa trening tidak ada dalam anggaran. Dugaan korupsi uang Tunjangan Hari Raya (THR) sebesar Rp 1.300.000 yang seharusnya Rp 2.528.000.

Dugaan korupsi pengadaan outsourcing cleaning service indor dan outdor Kampus I dan II UIN Sumut tahun 2017 senilai Rp 2,7 miliar dengan volume 8 bulan. Begitu juga tahun 2018 senilai Rp 3,7 miliar dengan volume 12 bulan.

Dugaan korupsi biaya tamu rektor tahun 2017 senilai Rp 1,7 miliar, tahun 2018 senilai Rp 1,8 miliar tidak jelas realisasinya. Dugaan korupsi proyek pagar Kampus UIN Sutomo senilai Rp 2,2 miliar tidak sesuai dengan RAB pada September 2019, telah habis kontrak. Dugaan pengecoran jalan Kampus I UIN Sumut Jalan Sutomo dengan pagu Rp 1,4 miliar yang telah habis kontrak September 2019.

Dugaan pungli CPNS UIN Sumut tahun 2018 sebesar Rp 6.000.0000 per orang dengan kedok "wakaf paksa" untuk ambal masjid di Kampus I Jalan Sutomo. Dugaan pungli CPNS UIN Sumut tahun 2019 sebesar Rp 8.000.000 per orang sebanyak lebih kurang 86 orang untuk "wakaf paksa".

Dugaan korupsi uang makan dan minum ASN oleh Fitri Fatima Kabag Keuangan UIN Sumut. Dugaan monopoli proyek Pekerjaan Langsung (PL) oleh Asrul, konsultan yang dipercaya rektor Prof Saidurrahman yang mendapat honor Rp 15.000.000 per bulan. Padahal tidak memiliki legalitas konsultan. Dugaan pungli paksa 'Asrama Mazonet' terhadap pejabat UIN Sumut sebesar Rp 10.000.000 per orang. (art/drc)

Editor: admin

T#g:korupsi uin sumutkpk ott walikota medankpk periksa korupsi uin sumutommbak sumutott walikota medan
Berita Terkait
  • Rabu, 20 Nov 2019 00:45

    KPK Periksa 8 Saksi Pemberi Suap Walikota Medan, Di Antaranya Mantan Sekda

    Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa 8 saksi pemberi suap Walikota Medan Dzulmi Eldin, di Kantor BPKP Perwakilan Sumut, Selasa 19 November 2019.

  • Senin, 18 Nov 2019 13:53

    KPK Periksa 14 Pejabat Pemberi Suap Walikota Medan, Ini Nama-namanya

    Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa 14 saksi untuk kasus OTT Walikota Medan Dzulmi Eldin, Senin 18 November 2019, di Kantor BPKP Perwakilan Sumut, Jalan Gatot Subroto, Medan.

  • Senin, 18 Nov 2019 00:34

    Dugaan Korupsi UIN Sumut: OMMBAK Akan Demo di Mabes Polri

    Supervisi KPK ke Polda Sumut dalam penanganan kasus dugaan korupsi di Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara sepertinya tidak berjalan maksimal. LSM OMMBAK berencana akan melakukan aksi unjuk rasa di Mabes Polri.

  • Selasa, 12 Nov 2019 11:22

    Demo Dugaan Korupsi UIN Sumut di KPK Diperkuat Pengakuan PPK

    Belum sampai satu jam berorasi, Koordinator Aksi OMMBAK Sumut Rozi Albanjari dan Kordinator Lapangan Ilham diterima petugas dan masuk ke dalam gedung merah putih.

  • Selasa, 12 Nov 2019 10:55

    KPK Periksa Syahnan Harahap & Wahyu Hidayat

    Mantan Kepala Dinas PU Medan Khairul Syahnan Harahap, Selasa 12 November 2019, diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Syahnan diperiksa sebagai saksi tersangka Walikota Medan nonaktif Dzulmi Eldin dan Isa Ansyari.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2019 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir