• Home
  • Kerah Putih
  • Laskar Anak Negeri Desak KPK Tangkap Direktur Keuangan PDAM Tirtanadi

Laskar Anak Negeri Desak KPK Tangkap Direktur Keuangan PDAM Tirtanadi

Oleh: Muhammad Artam
Kamis, 01 Feb 2018 02:41
Dibaca: 781 kali
drberita/istimewa
Laskar Anak Negeri demo di depan Kantor Gubsu.
DINAMIKARAKYAT - Belasan massa Laskar Anak Negeri (LARI) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Direktur Keuangan PDAM Tirtanadi Sumut Arif Haryadian yang terlibat dugaan suap mantan Gubsu Gatot Pujo Nugroho.

Aksi tersebut dilakukan massa di depan Kantor Gubsu, Jalan Diponegero dan PDAM Tirtanadi, Jalan SM. Raja, Medan, Selasa 30 Januari.

Dalam orasinya, massa menilai, sejauh ini kasus suap mantan Gubsu Gatot Pujo Nogroho belum maksimal penuntasannya terhadap pemberi dan penerima suap yaitu anggota DPRD Sumut, pejabat BUMD, PNS dan pengusaha alias pihak swasta.

Oleh karena itu, massa mendesak KPK harus melanjutkan penetapan tersangka baru terhadap pemberi dan penerima suap mantan Gubsu Gatot Pujo Nugroho, khususnya kepada pejabat BUMD, PNS dan pengusaha.

Di antaranya, pengusaha (pihak swasta) MRS yang menerima uang dari mantan Gubsu Gatot Pujo Nugroho melalui Kadis (mantan) Bina Marga Sumut Effendi Pohan sebesar Rp5 miliar.

Pejabat BUMD khususnya Direksi PDAM Tirtanadi yang memperoleh jabatan melalui proses dugaan suap melalui anggota dan mantan anggota DPRD Sumut.

"Salah satunya dugaan suap jabatan Direktur Keuangan Arif Haryadian sebesar Rp2 miliar melalui mantan anggota DPRD Sumut Zulkarnain alias Zul Jenggot," teriak massa dipimpin Koordinator Aksi Sofyan Lubis didampingi Koordinator Lapangan Irham Ovic.

Uang tersebut, menurut massa, diterima Zul Jenggot dari wanita cantik berinisial AS yang kini menjadi istri Arif. Uang tersebut diserahkan AS melalui kader PKS dan selanjutnya sampai ke Zul Jenggota. Dan Zul Jenggot menyerahkan uang suap jabatan tersebut ke Gatot.

Arif Haryiadian diketahui sudah tiga kali diperiksa KPK, yaitu di Polrestabes Medan, Mako Brimob Polda Sumut dan di Kantor KPK Jakarta.

"KPK mengetahui keterlibatan AS dalam suap jabatan Direktur Keuangan PDAM Tirtanadi Arif Haryiadian berdasarkan keterangan Zul Jenggot dan kader PKS yang diperiksa KPK," seru massa.

AS juga diketaui menyampuri urusan manajemen direksi PDAM Tirtanadi Melalui suaminya Arif Haryadian sebagai Direktur Keuangan PDAM untuk menentukan pekerjaan dan pembayaran proyek yang sudah dikerjakan.

Kemudian, menurut massa, Direktur Keuangan PDAM Tirtanadi Arif Hariadian juga diperiksa di Polsek Medan Kota, Rabu 20 Desember 2017, dalam kasus perusakan ruangan kerja Kadiv Umum PDAM Tirtanadi Feby Malani.

Berdasarkan informasi yang beredar bahwa Arif Haryadian diduga terlibat sebagai dalang perusakan tersebut sesuai pengakuan kepala bidang (kabid) Iskandar Hasibuan kepada penyidik Polsek Medan Kota.

Selain itu, massa juga mendesak KPK untuk segera menangkap mantan Sekda Sumut Nurdin Lubis sebagai liding sektor suap mantan Gubsu Gatot Pujo Nugroho.

"Nurdin berperan penting sebagai penentu suap yang terjadi kepada anggota dan mantan DPRD Sumut dan pihak swasta," seru massa.

Nurdin Lubis sebagai mantan pejabat eselon 1 sampai saat ini, kata massa, tidak ditahan. Padahal MoU KPK dgn penegak hukum lainnya, pejabat eselon 1 dan pejabat BUMD menjadi wewenang KPK untuk menangani kasus korupsi. (art/drc)

Editor: admin

T#g:dprd sumutkpkPDAM Tirtanadisuap jabatan direksi pdam tirtanadisuap mantan gubsu gatot pujo nugroho
Berita Terkait
  • Minggu, 20 Mei 2018 07:09

    Untuk SKPD dan BUMD, KPK Periksa Orang Dekat Mantan Gubsu

    Pemeriksaan JAS akan dilakukan di Mako Brimob Sumut, Jalan Wahid Hasyim, Medan, mulai pukul 09.00 WIB, dengan surat panggilan bernomor: SPGL/3139/DIK.01/00/23/05/2018.

  • Minggu, 20 Mei 2018 06:25

    Para Mantan Petinggi Pemkab Sergai Diperiksa Jaksa

    Para mantan petinggi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serdang Bedagai (Sergai), Senin 21 Mei 2018, dijadwalkan akan menjalani pemeriksaan oleh Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu).

  • Kamis, 17 Mei 2018 01:19

    KPK Harus Jelaskan Soal Kooperatif Saksi dan Tersangka Suap Gatot

    Rosisyanto menduga banyak anggota dan mantan anggota DPRD Sumut, yang mengklaim dirinya sudah lunas mengembalikan uang suap, namun sejatinya mereka belum lunas mengembalikannya.

  • Senin, 30 Apr 2018 21:41

    Djarot Sindir Kasus Suap Gatot Pinjam Uang Pada Pihak Swasta

    Djarot Saiful Hidayat merasa heran saat mengetahui Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) massa gubernurnya dijabat Gatot Pujo Nugroho mengajukan pinjaman ke pihak swasta.

  • Minggu, 22 Apr 2018 13:27

    KPK Diminta Ambilalih Kasus Fee BDB Sumut dari Kejagung

    Kasus fee Bantuan Daerah Bawahan (BDB) Pemprov Sumut, yang kini bernama Bantuan Keuangan Provinsi (BKP), merupakan penyebab terjadinya suap LPJP APBD 2013 yang dilakukan di tahun 2014.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2018 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir