Bank Sumut
  • Home
  • Kerah Putih
  • Laskar Anak Negeri Desak KPK Tangkap Direktur Keuangan PDAM Tirtanadi

Laskar Anak Negeri Desak KPK Tangkap Direktur Keuangan PDAM Tirtanadi

Oleh: Muhammad Artam
Kamis, 01 Feb 2018 02:41
Dibaca: 428 kali
drberita/istimewa
Laskar Anak Negeri demo di depan Kantor Gubsu.
DINAMIKARAKYAT - Belasan massa Laskar Anak Negeri (LARI) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Direktur Keuangan PDAM Tirtanadi Sumut Arif Haryadian yang terlibat dugaan suap mantan Gubsu Gatot Pujo Nugroho.

Aksi tersebut dilakukan massa di depan Kantor Gubsu, Jalan Diponegero dan PDAM Tirtanadi, Jalan SM. Raja, Medan, Selasa 30 Januari.

Dalam orasinya, massa menilai, sejauh ini kasus suap mantan Gubsu Gatot Pujo Nogroho belum maksimal penuntasannya terhadap pemberi dan penerima suap yaitu anggota DPRD Sumut, pejabat BUMD, PNS dan pengusaha alias pihak swasta.

Oleh karena itu, massa mendesak KPK harus melanjutkan penetapan tersangka baru terhadap pemberi dan penerima suap mantan Gubsu Gatot Pujo Nugroho, khususnya kepada pejabat BUMD, PNS dan pengusaha.

Di antaranya, pengusaha (pihak swasta) MRS yang menerima uang dari mantan Gubsu Gatot Pujo Nugroho melalui Kadis (mantan) Bina Marga Sumut Effendi Pohan sebesar Rp5 miliar.

Pejabat BUMD khususnya Direksi PDAM Tirtanadi yang memperoleh jabatan melalui proses dugaan suap melalui anggota dan mantan anggota DPRD Sumut.

"Salah satunya dugaan suap jabatan Direktur Keuangan Arif Haryadian sebesar Rp2 miliar melalui mantan anggota DPRD Sumut Zulkarnain alias Zul Jenggot," teriak massa dipimpin Koordinator Aksi Sofyan Lubis didampingi Koordinator Lapangan Irham Ovic.

Uang tersebut, menurut massa, diterima Zul Jenggot dari wanita cantik berinisial AS yang kini menjadi istri Arif. Uang tersebut diserahkan AS melalui kader PKS dan selanjutnya sampai ke Zul Jenggota. Dan Zul Jenggot menyerahkan uang suap jabatan tersebut ke Gatot.

Arif Haryiadian diketahui sudah tiga kali diperiksa KPK, yaitu di Polrestabes Medan, Mako Brimob Polda Sumut dan di Kantor KPK Jakarta.

"KPK mengetahui keterlibatan AS dalam suap jabatan Direktur Keuangan PDAM Tirtanadi Arif Haryiadian berdasarkan keterangan Zul Jenggot dan kader PKS yang diperiksa KPK," seru massa.

AS juga diketaui menyampuri urusan manajemen direksi PDAM Tirtanadi Melalui suaminya Arif Haryadian sebagai Direktur Keuangan PDAM untuk menentukan pekerjaan dan pembayaran proyek yang sudah dikerjakan.

Kemudian, menurut massa, Direktur Keuangan PDAM Tirtanadi Arif Hariadian juga diperiksa di Polsek Medan Kota, Rabu 20 Desember 2017, dalam kasus perusakan ruangan kerja Kadiv Umum PDAM Tirtanadi Feby Malani.

Berdasarkan informasi yang beredar bahwa Arif Haryadian diduga terlibat sebagai dalang perusakan tersebut sesuai pengakuan kepala bidang (kabid) Iskandar Hasibuan kepada penyidik Polsek Medan Kota.

Selain itu, massa juga mendesak KPK untuk segera menangkap mantan Sekda Sumut Nurdin Lubis sebagai liding sektor suap mantan Gubsu Gatot Pujo Nugroho.

"Nurdin berperan penting sebagai penentu suap yang terjadi kepada anggota dan mantan DPRD Sumut dan pihak swasta," seru massa.

Nurdin Lubis sebagai mantan pejabat eselon 1 sampai saat ini, kata massa, tidak ditahan. Padahal MoU KPK dgn penegak hukum lainnya, pejabat eselon 1 dan pejabat BUMD menjadi wewenang KPK untuk menangani kasus korupsi. (art/drc)

Editor: admin

T#g:dprd sumutkpkPDAM Tirtanadisuap jabatan direksi pdam tirtanadisuap mantan gubsu gatot pujo nugroho
Berita Terkait
  • Senin, 19 Feb 2018 20:12

    KPK Akan Bantu Menteri LHK Selesaikan Kasus Lahan Sawit DL Sitorus

    KPK mendukung rencana Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengeksekusi lahan negara yang dicaplok pengusaha sawit Darianus Lungguk Sitorus alias DL. Sitorus.

  • Senin, 19 Feb 2018 18:53

    KPK Jangan Hanya Periksa DPRD dan PNS Pemprov Sumut

    Ketua Peresedium Pemerhati Indonesia Bersih (PIB) Rosisyanto mengingatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar tidak pilih kasih memeriksa kasus suap mantan Gubsu Gatot Pujo Nugroho.

  • Selasa, 13 Feb 2018 02:36

    Sidang Mediasi Class Action PDAM Tirtanadi Belum Ada Sepakat

    Sidang mediasi gugatan class action yang dilayangkan masyarakat terhadap PDAM Tirtanadi di Pengadilan Negeri Medan belum ada titik sepakat atau berdamai antara kedua belah pihak.

  • Selasa, 13 Feb 2018 02:08

    Kasus Suap OK Arya: Pengusaha Showroom Minta Fee 2,5 Persen

    Pemilik showroom 'Ada Jadi Mobil' Sujendi Tarsono alias Ayen ternyata juga meminta fee 2,5 persen dari para kontraktor proyek pembangunan infrastruktur APBD Kabupaten Batubara.

  • Sabtu, 10 Feb 2018 01:30

    Kasus Pencurian, Polisi Akan Panggil Pegawai PDAM Tirtanadi

    Polsek Medan Kota dalam waktu dekat akan memanggil dan memeriksa sejumlah pegawai PDAM Tirtanadi terkait kasus pencurian sepeda motor milik Zaman Karya.

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2018 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir