• Home
  • Kerah Putih
  • Korupsi Alat Tangkap Ikan, Dua Mantan Kepala Dinas di Madina Ditahan

Korupsi Alat Tangkap Ikan, Dua Mantan Kepala Dinas di Madina Ditahan

Sabtu, 25 Nov 2017 22:38
Dibaca: 471 kali
drberita/istimewa
Dua mantan kadis di Pemkan Madina ditahan di Rutan Tanjung Gusta Medan.
DINAMIKARAKYAT - Kejari Madina menahan dua tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan alat tangkap dan pengadaan bibit ikan, Dinas Kelautan dan Perikanan Mandailing Natal, Kamis 23 November 2017.

Kedua tersangka masing-masing ‎Zamaluddin sebagai mantan Kepala Dinas tahun 2012 dan Kobol Siregar selaku mantan Kepala Dinas tahun 2013.

‎"Kedua tersangka ditahan berdasarkan penyidikan. Keduanya disangkakan telah melakukan perbuatan tindak pidana korupsi ketika menjabat kepal dinas tahun 2012 dan 2013," ucap Kasi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Sumut, Sumanggar Siagian, kemarin.

‎Sumanggar menjelaskan penyidik menemukan manipulasi dan mark up harga pada pengadaan alat tangkap dan pengadaan bibit ikan dalam kurun waktu 2012 sampai dengan 2013.

"Untuk tahun 2012, total anggar sebesar Rp1,7 miliar bersumber APBD. Sedangkan kerugian negara sebesar Rp ‎208.921.126. Kemudian, tahun 2013 total anggaran sebesar Rp1,2 miliar, kerugian negarannya sebesar Rp 689.679.337. Jadinya, total kerugian APBD Madina mencapai Rp 898.600.453," urai Sumanggar.

Kedua tersangka ditahan setelah diperiksa di Kejati Sumut. Kemudian, sesuai dengan ‎Surat Perintah Penahanan masing-masing No. Print-01/N.2.28/Ft.1/11/2017 dan No. Print-02/N.2.28/Ft.1/11/2017 tanggal 23 Nopember 2017.

"Untuk masa penahan selama 20 hari sejak tanggal 23 Nopember 2017 sampai dengan tanggal 12 Desember 2017 di Rutan Tanjung gusta Medan," jelas Sumanggar.

Penahanan tersebut disertai pelimpahan berkas tahap dua dari penyidik ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk selanjutnya akan disusun surat dakwaan untuk dilimpahkan dan diadili di Pengadilan Tipikor Medan.

"Kedua tersangka ditahan, setelah berkas perkara dinyatakan lengkap oleh JPU, penyerahan tahap dua dilakukan kemarin," kata Sumanggar. (art/drc)

Editor: admin

T#g:kejari madinakejati sumutkorupsi alat tangkap ikankorupsi apbd
Berita Terkait
  • Minggu, 20 Mei 2018 08:41

    77 Gedung SD di Kota Medan Diduga Jadi Ajang Korupsi

    Sebanyak 77 gedung Sekolah Dasar (SD) di Kota Medan, diduga jadi ajang korupsi oknum Dinas Pendidikan dan petinggi Pemko Medan, dengan total anggarannya sebanyak Rp 15,027 miliar.

  • Minggu, 20 Mei 2018 06:25

    Para Mantan Petinggi Pemkab Sergai Diperiksa Jaksa

    Para mantan petinggi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serdang Bedagai (Sergai), Senin 21 Mei 2018, dijadwalkan akan menjalani pemeriksaan oleh Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu).

  • Sabtu, 19 Mei 2018 00:34

    Polda Sumut Tetapkan Mantan Bupati Tapteng Jadi Tersangka

    Penetapan tersangka tersebut berdasarkan laporan Joshua Maruduttua Habeahan pada 30 april 2018. Joshua melaporkan Sukran dan Amirsyah Tanjung yang merupakan saudara kandung.

  • Kamis, 17 Mei 2018 01:19

    KPK Harus Jelaskan Soal Kooperatif Saksi dan Tersangka Suap Gatot

    Rosisyanto menduga banyak anggota dan mantan anggota DPRD Sumut, yang mengklaim dirinya sudah lunas mengembalikan uang suap, namun sejatinya mereka belum lunas mengembalikannya.

  • Jumat, 27 Apr 2018 22:41

    Merasa Dikriminalisasi, Mujianto Mohon Perlindungan dan Kepastian Hukum dari Presiden

    Ia menduga oknum penyidik Ditreskrimum Unit I Subdit II Harda-Bangtah Poldasu tidak professional dan proporsional sehingga terjadi kekeliruan yang sangat fatal menetapkannya menjadi tersangka.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2018 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir