Bank Sumut
  • Home
  • Kerah Putih
  • Korupsi Alat Tangkap Ikan, Dua Mantan Kepala Dinas di Madina Ditahan

Korupsi Alat Tangkap Ikan, Dua Mantan Kepala Dinas di Madina Ditahan

Sabtu, 25 Nov 2017 22:38
Dibaca: 402 kali
drberita/istimewa
Dua mantan kadis di Pemkan Madina ditahan di Rutan Tanjung Gusta Medan.
DINAMIKARAKYAT - Kejari Madina menahan dua tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan alat tangkap dan pengadaan bibit ikan, Dinas Kelautan dan Perikanan Mandailing Natal, Kamis 23 November 2017.

Kedua tersangka masing-masing ‎Zamaluddin sebagai mantan Kepala Dinas tahun 2012 dan Kobol Siregar selaku mantan Kepala Dinas tahun 2013.

‎"Kedua tersangka ditahan berdasarkan penyidikan. Keduanya disangkakan telah melakukan perbuatan tindak pidana korupsi ketika menjabat kepal dinas tahun 2012 dan 2013," ucap Kasi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Sumut, Sumanggar Siagian, kemarin.

‎Sumanggar menjelaskan penyidik menemukan manipulasi dan mark up harga pada pengadaan alat tangkap dan pengadaan bibit ikan dalam kurun waktu 2012 sampai dengan 2013.

"Untuk tahun 2012, total anggar sebesar Rp1,7 miliar bersumber APBD. Sedangkan kerugian negara sebesar Rp ‎208.921.126. Kemudian, tahun 2013 total anggaran sebesar Rp1,2 miliar, kerugian negarannya sebesar Rp 689.679.337. Jadinya, total kerugian APBD Madina mencapai Rp 898.600.453," urai Sumanggar.

Kedua tersangka ditahan setelah diperiksa di Kejati Sumut. Kemudian, sesuai dengan ‎Surat Perintah Penahanan masing-masing No. Print-01/N.2.28/Ft.1/11/2017 dan No. Print-02/N.2.28/Ft.1/11/2017 tanggal 23 Nopember 2017.

"Untuk masa penahan selama 20 hari sejak tanggal 23 Nopember 2017 sampai dengan tanggal 12 Desember 2017 di Rutan Tanjung gusta Medan," jelas Sumanggar.

Penahanan tersebut disertai pelimpahan berkas tahap dua dari penyidik ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk selanjutnya akan disusun surat dakwaan untuk dilimpahkan dan diadili di Pengadilan Tipikor Medan.

"Kedua tersangka ditahan, setelah berkas perkara dinyatakan lengkap oleh JPU, penyerahan tahap dua dilakukan kemarin," kata Sumanggar. (art/drc)

Editor: admin

T#g:kejari madinakejati sumutkorupsi alat tangkap ikankorupsi apbd
Berita Terkait
  • Selasa, 20 Feb 2018 01:29

    Surat Tuntutan Belum Selesai, Sidang Korupsi Binahati Batal Digelar

    JPU batal membacakan surat tuntutan terdakwa korupsi dana penyertaan modal Pemkab Nias tahun 2007 senilai Rp6 miliar Binahati B Baeha di Pengadilan Tipikor Medan, Senin 19 Februari 2017.

  • Selasa, 20 Feb 2018 01:12

    Kejati Sumut Dinilai Tidak Profesional Tangani Kasus Korupsi

    Seperti tidak ditahannya tersangka kasus dugaan korupsi dana sosialisasi peningkatan aparatur pemerintah desa di Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas) Sumut tahun 2015 inisial ES.

  • Selasa, 20 Feb 2018 01:10

    DPRD Medan Akui Proyek Jalur Pendestrian Rp100 Miliar Mubajir

    Pembangunan jalur pendestrian tersebut telah menghabiskan APBD 2017 senilai Rp100 miliar melalui Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Perhubungan serta Dinas Kebersihan dan Pertamanan Pemko Medan.

  • Kamis, 15 Feb 2018 00:59

    Kejati Sumut dan Tim Ahli Jadwalkan Pemeriksaan Lapangan Proyek Taman Raja Batu

    Kejati Sumut sudah berkoordinasi dengan saksi ahli untuk turun ke lapangan melakukan pengecekan langsung ke objek korupsi Taman Raja Batu, di kawasan Perkantoran Paya Loting, Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

  • Rabu, 14 Feb 2018 02:03

    Tiga Terdakwa Korupsi Kapal Nelayan DKP Sumut Dihukum Bervariasi

    Tiga terdakwa kasus korupsi pengadaan 6 unit kapal nelayan, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumut dijatuhi hukuman bervariasi di Pengadilan Tipikor Medan, Selasa 13 Februari 2018.

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2018 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir