Ketua Pramuka Asahan Jadi Tersangka Korupsi

Sabtu, 10 Feb 2018 00:12
Dibaca: 590 kali
drberita/istimewa
Ketua Pramuka Asahan Amir Hakim dan Bupati Taufan Gama Simatupang
Perindo
DINAMIKARAKYAT - ‎Kejari Asahan menetapkan Ketua Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Asahan Amir Hakim jadi tersangka kasus dugaan korupsi. Penetepan tersangka itu dikeluarkan sesuai dengan surat perintah penyidikan (sprindik), Senin 5 Febuari 2018.

"Iya benar, Dia (Amir Hakim) ditetapkan sebagai tersangka oleh tim Pidsus Kejari Asahan," ungkap Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sumut ‎Sumanggar Siagian, Jumat 9 Februari 2018.

Sumanggar menjelaskan kasus pertama dilakukan Amir Hakim yaitu penjualan aset di Kabupaten Batubara, dengan kerugian negara mencapai Rp1 miliar dan kasus kedua dugaan korupsi dana Hibah dari Pemkab Asahan tahun 2016 senilai Rp400 juta.

"‎Untuk dana hibah sendiri digunakan pada Pramuka Kwartir Cabang Asahan. Namun tersangka Amir Hakim tidak bisa mempertanggungjawabkannya. Penyidik menilai dana itu dipergunakan untuk kepentingan pribadi tersangka," ungkap Sumanggar.

Hal itu dikuatkan dengan pengakuan Kepala Seksi Intelijen Kejari Asahan Boby Sirait. Ia mengatakan Amir Hakim ditetapkan sebagai terdakwa pada dua sprindik, yaitu Sprindik Kepala Kejari Asahan No. PRINT-01/N.2.23/Fd.1/08/2017 tertanggal 14 Agustus 2017 dan Sprindik No. PRINT-01a/N.2.23/Fd.1/10/2017 tertanggal 02 Oktober 2017.

"Surat penetapan tersangka No. PRINT-01/N.2.23/Fd.1/02/2018 tertanggal 05 Februri 2018. Penyidikan dilakukan untuk penetapan tersangka dengan kurun waktu sepanjang tahun 2017," terang Boby.

Dalam kasus penjualan aset, Kwarcab Pramuka Asahan mendapatkan aset yang berada di Kabupaten Asahan. Namun aset tidak dikembalikan kepada negara, malah tersangka menjual aset tersebut.

"Perolehan dari hasil penjualan aset milik negara yang dahulunya masih dalam lingkup Pemkab Asahan, namun dikarenakan terjadi pemekaran kabupaten sehingga aset yang berada di wilayah Kabupaten Batubara diperjual belikan oleh tersangka selaku Ketua Kwarcab Pramuka Asahan. Seharusnya semua aset negara tidak dapat diperjualbelikan oleh siapapun, sehingga negara mengalami kerugian sebesar Rp1 miliar," jelas Boby.

Untuk kasus kedua dugaan korupsi dana hibah dari Pemkab Asahan tahun 2016. Dana tersebut digunakan ‎Kwarcab Pramuka Asahan tidak ada laporannya dan tidak bisa dipertanggungjawabkan.

"Ditambah lagi tersangka patut diduga juga tidak dapat mempertanggungjawabkan dana hibah yang bersumber dari APBD Asahan tahun 2016 sebesar Rp400 juta," jelas Boby.

Untuk kedua sprindik tersebut sudah disampaikan langsung kepada Amir Hakim sebagai tersangka dalam kasus ini. Tim penyidik pidsus Kejari Asahan terus mendalami kasus dugaan korupsi ini.

"Kita akan periksa dia sebagai tersangka dalam waktu dekat. Termasuk memeriksa sejumlah saksi untuk melangkapi berkas perkara dan penyidikan kita lakukan," tandasnya. (art/drc)

Editor: admin

T#g:amir hakimgerakan pramuka asahanketua pramuka asahankorupsi dana hibah
Berita Terkait
  • Senin, 16 Apr 2018 01:46

    Mantan Bupati Tapteng Dipanggil Kejati Sumut

    DINAMIKARAKYAT - Mantan Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Sukran Jamilan Tanjung dipanggil penyidik pidana khusus Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) dalam kasus dugaa korupsi dana hibah kepada

  • Kamis, 15 Feb 2018 00:33

    Amir Hakim Dua Kali Mangkir Dipanggil Kejari Asahan

    Ketua Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Asahan Amir Hakim mangkir dari panggilan penyidik Kejari Asahan sebagai tersangka kasus korupsi dana hibah. Ia sudah dua kali mangkir dari panggilan periksaan.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2018 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir