Bank Sumut

Ketua Pokja Proyek Rigit Beton Kota Sibolga Batal Ditahan

Selasa, 05 Des 2017 00:32
Dibaca: 398 kali
drberita/ilustrasi
Kasus korupsi rigit beton jalan di Kota Sibolga.
DINAMIKARAKYAT - Rahman Siregar batal ditahan karena tidak hadiri dalam pemeriksaan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek rigit beton jalan di Kota Sibolga, Rabu 29 November 2017 pekan lalu.

Kepala‎ Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Sumut mengatakan Rahman Siregar selaku Ketua Pokja‎ proyek rigit jalan di Kota Sibolga absen dalam pemeriksaan, karena tengah menjalani tugas kedinasan.

"Sejak tanggal tersebut, hingga tanggal 12 Desember 2017, mendatang Rahman menjalani tugas kedinas melakukan pelatihan di Kota Sibolga," sebut Sumanggar kepada wartawan, Senin 4 Desember 2017.

Dengan ini, Rahman Siregar 'bebas' dari pemeriksaan dan penahanan seperti 11 tersangka lainnya.

"Rahman Siregar sedang menjalani pelatihan, ada keterangan resmi disampaikan penasehat hukum kepada penyidik," tutur Sumanggar sembari menyembutkan akan menjadwalkan ulang pemanggilan dan pemeriksaan terhadap Rahman Siregar.

Disinggung soal penanganan perkara terhadap tersangka lain, yakni Marwan Pasaribu sebagai Kepala Dinas PU Sibolga. ‎Sumanggar mengatakan belum bisa melakukan pemeriksaan apa lagi penahanan, karena yang bersangkutan sedang sakit dan dirawat di Rumah Sakit Murni Teguh Medan.

"Masih rumah sakit. Kalau gak jenguk lah di Rumah Sakit Murni Teguh sana," ucapnya.

Marwan Pasaribu dipemeriksa Kejati Sumut, Selasa 28 November 2017. Sesuai rekomendasi dari dokter poli klinik Kejati Sumut, Marwan Pasaribu dilarikan rumah sakit karena sakit jantung.

Sementara Safaruddin Nasution ‎selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) proyek sudah ditahan Selasa 28 November 2017. Sedangkan 10 tersangka sebagai rekan dalam kasus korupsi ini juga sudah ditahan beberapa waktu lalu.

Sumanggar menyebutkan pelaksanaan proyek rigit beton jalan dikerjakan tidak sesuai spesifikasi‎ kontrak kerja.‎ Pengerjaannya juga dilakukan tidak sesuai waktu ‎yang ditentukan dalam kontrak kerja dengan Dinas PU Sibolga.

Penyidik Kejati Sumut menemukan kerugian negara sesuai hasil audit BPK RI wilayah Sumut, sebesar Rp10 miliar. (art/drc)

Editor: admin

T#g:kejati sumutkorupsi apbdkorupsi rigit beton jalanpemko sibolga
Berita Terkait
  • Minggu, 05 Agu 2018 00:53

    Buron Sejak 2007, Kejati Sumut Tangkap Buronan Maling Uang Rakyat di Perumahan Johor

    Buronan tersebut adalah Syahroni Hidayat. Ia ditangkap di kediamanya, Perumahan Johor Indah Permai 2, Blok A, No. 54, Linkungan 10, Kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan.

  • Selasa, 31 Jul 2018 07:07

    Dugaan Kolusi Proyek Pendopo Rumdis Gubsu, MFH: Ok Henry dan Eric Aruan Harus Jujur

    Wakil Ketua Komisi A DPRD Sumut Muhri Fauzi Hafiz (MFH) meminta OK Henry selaku Kepala Inspektorat dan Eric Aruan selaku Kepala Biro Administrasi Pembangunan, harus jujur dan turut bertanggungjawab.

  • Senin, 30 Jul 2018 10:35

    DPRD Sumut Minta KPK Usut Proyek Pendopo Rumah Dinas Gubernur

    Aroma kolusi itu begitu kentara, saat proses lelang pekerjaan dengan harga penawaran sendiri (HPS) sebesar Rp 6.695.740.000,00 dan pagu Rp 6.696.000.000,00. KPK harus mengusut proyek ini.

  • Senin, 30 Jul 2018 09:12

    Intelijen Kejati Sumut Tangkap DPO Maling Uang Rakyat di Banten

    Tim Intelijen Kejati Sumut yang dipimpin langsing Asintel Kejati Sumut Leo Simanjuntak menangkap DPO terpidana korupsi dari Kejari Langkat dan juga Kejari Pematangsiantar.

  • Jumat, 08 Jun 2018 07:12

    Habis Lebaran Agus Tripriyono Dipanggil Kembali

    Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Serdang Bedagai Doni Harahap memastikan mantan Kepala BPKAD Pemkab Sergai Agus Tripriyono dipanggil kembali sehabis lebaran idul fitri.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2018 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir