Ketua Pokja Proyek Rigit Beton Kota Sibolga Batal Ditahan

Selasa, 05 Des 2017 00:32
Dibaca: 305 kali
drberita/ilustrasi
Kasus korupsi rigit beton jalan di Kota Sibolga.
DINAMIKARAKYAT - Rahman Siregar batal ditahan karena tidak hadiri dalam pemeriksaan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek rigit beton jalan di Kota Sibolga, Rabu 29 November 2017 pekan lalu.

Kepala‎ Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Sumut mengatakan Rahman Siregar selaku Ketua Pokja‎ proyek rigit jalan di Kota Sibolga absen dalam pemeriksaan, karena tengah menjalani tugas kedinasan.

"Sejak tanggal tersebut, hingga tanggal 12 Desember 2017, mendatang Rahman menjalani tugas kedinas melakukan pelatihan di Kota Sibolga," sebut Sumanggar kepada wartawan, Senin 4 Desember 2017.

Dengan ini, Rahman Siregar 'bebas' dari pemeriksaan dan penahanan seperti 11 tersangka lainnya.

"Rahman Siregar sedang menjalani pelatihan, ada keterangan resmi disampaikan penasehat hukum kepada penyidik," tutur Sumanggar sembari menyembutkan akan menjadwalkan ulang pemanggilan dan pemeriksaan terhadap Rahman Siregar.

Disinggung soal penanganan perkara terhadap tersangka lain, yakni Marwan Pasaribu sebagai Kepala Dinas PU Sibolga. ‎Sumanggar mengatakan belum bisa melakukan pemeriksaan apa lagi penahanan, karena yang bersangkutan sedang sakit dan dirawat di Rumah Sakit Murni Teguh Medan.

"Masih rumah sakit. Kalau gak jenguk lah di Rumah Sakit Murni Teguh sana," ucapnya.

Marwan Pasaribu dipemeriksa Kejati Sumut, Selasa 28 November 2017. Sesuai rekomendasi dari dokter poli klinik Kejati Sumut, Marwan Pasaribu dilarikan rumah sakit karena sakit jantung.

Sementara Safaruddin Nasution ‎selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) proyek sudah ditahan Selasa 28 November 2017. Sedangkan 10 tersangka sebagai rekan dalam kasus korupsi ini juga sudah ditahan beberapa waktu lalu.

Sumanggar menyebutkan pelaksanaan proyek rigit beton jalan dikerjakan tidak sesuai spesifikasi‎ kontrak kerja.‎ Pengerjaannya juga dilakukan tidak sesuai waktu ‎yang ditentukan dalam kontrak kerja dengan Dinas PU Sibolga.

Penyidik Kejati Sumut menemukan kerugian negara sesuai hasil audit BPK RI wilayah Sumut, sebesar Rp10 miliar. (art/drc)

Editor: admin

T#g:kejati sumutkorupsi apbdkorupsi rigit beton jalanpemko sibolga
Berita Terkait
  • Minggu, 20 Mei 2018 08:41

    77 Gedung SD di Kota Medan Diduga Jadi Ajang Korupsi

    Sebanyak 77 gedung Sekolah Dasar (SD) di Kota Medan, diduga jadi ajang korupsi oknum Dinas Pendidikan dan petinggi Pemko Medan, dengan total anggarannya sebanyak Rp 15,027 miliar.

  • Minggu, 20 Mei 2018 06:25

    Para Mantan Petinggi Pemkab Sergai Diperiksa Jaksa

    Para mantan petinggi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serdang Bedagai (Sergai), Senin 21 Mei 2018, dijadwalkan akan menjalani pemeriksaan oleh Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu).

  • Sabtu, 19 Mei 2018 00:34

    Polda Sumut Tetapkan Mantan Bupati Tapteng Jadi Tersangka

    Penetapan tersangka tersebut berdasarkan laporan Joshua Maruduttua Habeahan pada 30 april 2018. Joshua melaporkan Sukran dan Amirsyah Tanjung yang merupakan saudara kandung.

  • Kamis, 17 Mei 2018 01:19

    KPK Harus Jelaskan Soal Kooperatif Saksi dan Tersangka Suap Gatot

    Rosisyanto menduga banyak anggota dan mantan anggota DPRD Sumut, yang mengklaim dirinya sudah lunas mengembalikan uang suap, namun sejatinya mereka belum lunas mengembalikannya.

  • Jumat, 27 Apr 2018 22:41

    Merasa Dikriminalisasi, Mujianto Mohon Perlindungan dan Kepastian Hukum dari Presiden

    Ia menduga oknum penyidik Ditreskrimum Unit I Subdit II Harda-Bangtah Poldasu tidak professional dan proporsional sehingga terjadi kekeliruan yang sangat fatal menetapkannya menjadi tersangka.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2018 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir