Kejati Sumut Masih Tutupi Status Tersangka Gunawan Lubis

Jumat, 09 Des 2016 22:23
Dibaca: 1.167 kali
istimewa
Gunawan Lubis, mantan Kadis Perkim Pemko Medan.

DINAMIKARAKYATCOM - Penyidik Pidsus Kejati Sumut mengakui ada keterlibatan mantan Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kota Medan, Gunawan Lubis dalam kasus dugaan korupsi revitalisasi Terminal Amplas tahun 2014-2015 senilai Rp 10 miliar lebih.

Namun, penyidik masih menutup status Gunawan Lubis sebagai tersangka. "Kita lihat lah, kalau kesitu (Gunawan sebagai tersangka), kita akan transparan. Kawan-kawan media bisa memantau proses penyidikan yang kita lakukan," tutur Kepala Seksi Penyidikan Kejati Sumut Iwan Ginting saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (9/12/2016).

Iwan Ginting enggan membeberkan secara detail soal status yang akan disandang mantan orang nomor satu di Dinas Perkim Kota Medan itu. Dengan alasan masih fokus dengan proses penyidikan yang dilakukan pihak Kejati Sumut.


"Bagaimana faktanya (keterlibatan Gunawan), kita akan verifikasi lagi," jelas Iwan Ginting.

Begitu juga, Iwan Ginting menutup rapat terhadap identitas tiga tersangka dalam kasus ini. Meski penyidik Pidsus Kejati Sumut sudah menetapkan tiga nama tersangka.‎

"Jangan dulu, nanti melarikan diri lagi tersangkanya seperti kasus Bank Sumut. Terakhir jadi utang pekerjaan kita sekarang. Pastinya, akan kita sampaikan kepada media. Tapi, sabar dulu yah," ujarnya.

‎Dengan penuturan Iwan Ginting, bisa disimpulkan dari tiga tersangka yang sudah ditetapkan oleh penyidik Kejati Sumut, diduga salah satu tersangka dalam kasus ini adalah Gunawan Lubis sang mantan Kadis Perkim Kota Medan. "Kita sudah melakukan ekspos internal (untuk penetapan tersangka)," cetusnya.


Lanjut Iwan Ginting menyampaikan bahwa saat ini pihaknya tengah menunggu hasil audit penghitungan kerugian negara (PKN). Untuk PKN ini, penyidik bekerjasama dengan akuntan publik. Bukan berkordinasi dengan auditor BPKP Sumut.

"‎Penanganan penyidikan saat ini, menunggu perhitungan kerugian negara (PKN). Kita menggunakan akuntan publik untuk PKN-nya‎," jelasnya.

Selain itu, penyidik Kejati Sumut sudah melakukan pengecekan fisik proyek revitalisasi Terminal Terpadu Amplas langsung terjun ke lokasi bersama tim ahli dari Politeknik Medan. "Cek fisik sudah kita lakukan," katanya.

Iwan Ginting mengatakan bahwa kerugian negara sementara mencapai Rp 500 juta. "Itu hasil cek audit fisik kita lakukan. Untuk keseluruhan PKN-nya menunggu hasil audit," sebutnya. (art/drc)

T#g:korupsi
Berita Terkait
  • Kamis, 18 Jan 2018 13:52

    Kasus Dugaan Korupsi IPA Martubung Sudah Gelar Perkara, Tapi Belum Ada Tersangka

    Dalam kasus ini Kejari Cabang Belawan telah memanggil dan memeriksa sejumlah saksi di antaranya Direktur Air Limbah Heri Batangari Nasution dan Direktur Administrasi dan Keuangan Arif Haryadian.

  • Kamis, 18 Jan 2018 13:34

    Souvenir Dinas Pariwisata Sumut dari Cina Sempat Ditahan Bea Cukai, Ada Apa?

    Sesuai perpres 54 dan peraturan LKPP, disebut-sebut seharusnya pengadaan barang dan jasa sudah selesai dilakukan dan pembayaran maksimal dilakukan paling lama tanggal 23 Desember akhir tahun.

  • Kamis, 18 Jan 2018 12:13

    Kejatisu Bantah Takut Tetapkan Walikota Sibolga Tersangka

    Penyidik pidana khusus Kejati Sumut akan menetapkan Walikota Sibolga Syarfi Hutauruk sebagai tersangka kasus dugaan korupsi ‎proyek rigit jalan beton senilai Rp65 miliar.

  • Rabu, 17 Jan 2018 04:27

    KPK Diminta Sadap Proses Pengadaan Logistik Pilgubsu

    Ketua Umum DPP Gerakan Aktivis Mahasiswa Sumatera Utara (GAMSU) Ali Muksin meminta KPK melakukan penyadapan terhadap proses pengadaan logistik pelaksanaan pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) tahun 2018.

  • Rabu, 17 Jan 2018 01:22

    Korupsi Alkes, Direktur CV RAL Divonis 1 Tahun Penjara

    Selain hukum penjara, terdakwa sebagai Direktur CV Rizky Abadi Lestari (RAL) itu diwajibkan membayar denda sebesar Rp50 juta, subsider 2 bulan kurungan penjara.

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2018 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir