Bank Sumut

Kasus UIN Sumut, Kompol Daniel: Tanya saja ke humas

Oleh: Artam
Selasa, 05 Nov 2019 10:20
Dibaca: 845 kali
drberita/istimewa
Gedung kuliah terpadu UIN Sumut.
DRberita | Penyidik tipikor Polda Sumut menolak menjelaskan hasil penyidikan kasus dugaan korupsi pembangunan gedung kuliah terpadu UIN Sumut berbiaya puluhan miliar. Ada apa?

"Maaf ya, kami tidak bisa memberikan penjelasan. Nanti dimarahi kami, tanya saja ke humas," ucap Kompol Daniel, Senin 4 September 2019.

Diketahui, penyidik tipikor Polda Sumut sudah meminta Badan Pemeriksa Keuangan Pembangunan (BPKP) Wilayah Sumut untuk menghitung kerugian keuangan negara dari kasus dugaan korupsi pembangunan geedung kuliah terpadu Universitas Islam Negeri Sumatera utara (UIN Sumut) yang berbiaya Rp 45.766.730.079.

Pemeriksaan yang dilakukan BPKP Perwakilan Sumut selama 25 hari kerja itu pun sudah selesai. Hasil pemeriksaan tersebut sudah diserahkaan ke penyidik tipikor Polda Sumut.

Anehnya, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja ketika dikonfirmasi seolah tidak mengetahui adanya penyidikan kasus dugaan korupsi tersebut.

"Siapa yang melaporkan? Coba kirim bukti laporannya, atau datanya. Kan biar tahu kita menjelaskannya, kalau seperti ini bagaimana kita, kan kamu yang mengatakan ada pemeriksaan. Ya, kamu kirim la bukti laporan atau datanya," ucap Tatan.

Jawaban yang disampaikan Tatan itu sepertinya tidak menunjukan seorang Kabid Humas Polda Sumut. Padahal aksi unjuk rasa kasus dugaan korupsi pembangunan gedung kuliah terpadu UIN Sumut sudah berulang kali dilakukan oleh mahasiswa. Penyidik tipikor Polda Sumut juga sudah memeriksa sejumlah pejabat yang terlibat dalam pembangunan gedung tersebut.

Sebelumnya diberitakan, kasus dugaan korupsi pembangunan gedung kuliah terpadu UIN Sumut ini juga sudah ditangani Kejati Sumut. Tapi entah mengapa penyidikan kasus yang dilakukan Pidsus Kejatisu berhenti. Begitu juga penyidik tipikor Polda Sumut.

Mendadak dari penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pulbaket (pengumpulan alat bukti dan keterangan) ke Kampus UIN Sumut. Selain dokumen yang disita, penyidik KPK juga memeriksa sejumlah oknum kampus UIN Sumut yang terlibat dalam pembangunan gedung tersebut.

Menanggapi hal itu, Aktivis 98 Acil Lubis sangat menyayangkan pernyataan Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja yang kurang humanis. Seharusnya, Tatan bisa lebih menggunakan bahasa-bahasa yang mampu mentranslit bahwa kasus dugaan korupsi UIN Sumut itu ada atau tiada di meja Polda Sumut.

"Jadi secara logika, saya bisa mengartikan bahwa Kompol Daniel selaku penyidik tidak berkordinasi kepada humas, ataukah Kombes Tatan selaku Kabid Humas yang kurang peka terhadap semua kasus yang masuk ke Polda Sumut," sebut Acil.

Untuk itu, lanjut Acil, ia meminta Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto selaku pimpinan tertinggi untuk lebih menekankan kepada anggotanya supaya polisi di Provinsi Sumut lebih humanis dan terbuka kepada publik.

"Dalam hal, menanggapi kasus dugaan korupsi UIN SUmut. Karena kasus ini notabanenya lautan ilmu yang tidak akan pernah susut menciptakan orang-orang yang akademisi dan religius. Sangat disayangkan kasus ini sampai mencuat ke permukaan. Apakah ini merupakan kelemahan pimpina tertinggi di UIN Sumut yaitu Rektor Prof saidurrahman, ataukah kecurangan panitia atau rekanan yang ditunjuk sebagai pelaksana proyek. Jadi, inikan menjadi pertanyaan besar yang menurut saya, harusnya kasus ini menjadi prioritaskan bagi Kapolda Agus, agar tidak menjadi teka teki silang, baik antara publik dan penyidik tipikor Polda Sumut," tandasnya. (art/drc)    
Editor: admin

T#g:acil lubiskorupsi uin sumutUIN Sumut
Berita Terkait
  • Rabu, 05 Feb 2020 09:36

    Alumni Minta KASN Beri Sanksi Rektor UINSU

    Komite Aparatur Sipil Negeri (KASN) seharusnya memberikan sanksi administrasi kepada Rektor UINSU Prof Saidurrahman, terkait perintah peminjaman uang ke bank oleh 15 ASN dengan cara menggadaikan SK Pegawai.

  • Minggu, 02 Feb 2020 09:27

    Terungkap, 2 Kali Rektor UINSU Perintahkan 15 ASN Pinjam Uang ke Bank

    Anehnya, jumlah uang yang dipinjam tidak diketahui oleh masing-masing ASN. Padahal pinjaman itu dilakukan atas nama pribadi masing-masing ASN. Setelah cair, uang pun langsung masuk ke rekening Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU).

  • Kamis, 30 Jan 2020 11:51

    Kas Kosong, Rektor UINSU Perintah 15 ASN Pinjam Uang ke Bank

    Informasi tersebut diketahui dari cerita seorang ASN yang menolak menggadaikan Surat Keputusan (SK) Pegawai ke bank puda artah insani atas perintah Rektor UINSU Prof Saidurrahman.

  • Selasa, 28 Jan 2020 10:10

    Terungkap, Rektor UIN Sumut Akui Sudah Diperiksa Jaksa dan KPK

    Hal itu diakui Saidurrahman kepada Anggota Komisi VIII DPR RI saat datang ke UIN Sumut, di Medan, pada Jumat 15 November 2019, dalam rangka kunjungan kerja untuk meninjau Proyek SBSN senilai Rp 90 miliar.

  • Minggu, 19 Jan 2020 23:42

    Kapolda Sumut Diminta Tuntaskan Dugaan Korupsi Gedung Mangkrak UINSU

    Sampai saat ini Polda Sumut belum juga menuntaskan kasus dugaan korupsi gedung mangkrak Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU). Padahal, penyidik Tipikor Polda Sumut Sudah melakukan ekspos dan gelar perkara.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2020 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir