Bank Sumut
  • Home
  • Kerah Putih
  • Kadis Kesehatan Sergai Diduga Pecah Paket Untuk Hindari Lelang

Kadis Kesehatan Sergai Diduga Pecah Paket Untuk Hindari Lelang

Oleh: Yudi Lubis
Rabu, 07 Agu 2019 16:55
Dibaca: 662 kali
drberita/istimewa
Kantor Dinas Kesehatan Sergai.
Bobby Nasution Center
DINAMIKARAKYAT - Kepala Dinas Kesehatan Serdang Bedagai (Sergai) Dr. Bulan Simanungkalit diduga melanggar peraturan pengadaan barang dan jasa terkait pemecahan paket proyek kegiatan kontruksi pemeliharaan gedung dengan tujuan untuk menghindari lelang/tender.

Hal ini ditegaskan Eko Setia Putra Aktifis Pemerhati Kebijakan Pengadaan Umum, Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP). "Dilarang memecah paket dengan tujuan menghindari lelang," ujar Eko.

Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dalam hal ini Dr. Bulan Simanungkalit tidak berwenang mencampuri kegiatan pengadaan barang dan jasa. Sebab Perpres Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah sudah membagi-bagi tugas kewenangan dalam pengadaan.

"Dalam pengadaan, KPA atau PA tugasnya hanya sampai menetapkan ULP (Unit Layanan Pengadaan), dia tidak ada lagi campur tangan proses. Apabila dia ikut (terlibat memerintahkan pemecahan paket), dia ikut bertanggung jawab kalau terjadi kesalahan," sambung Eko.

Menurutnya, untuk mengetahui adanya penyimpangan pada pelaksanaan pengadaan dapat dilakukan dengan melihat kerangka acuan kerja (KAK). "Dalam KAK dipaparkan rencana mengenai paket kegiatan pengadaan," tandasnya.

Diketahui, Dinas Kesehatan Sergai diduga melakukan pemecahan paket proyek kegiatan kontruksi pemeliharaan dedung dengan tujuan untuk menghindari lelang/tender dengan pagu anggaran Rp 500.000.000,- di lokasi yang sama.

Seperti kegitan pemeliharaan Ipal Puskesmas Tanjung Beringin dengan pagu anggaran Rp 198.000.000, renovasi pagar Puskesmas Tanjung Beringin senilai Rp 112.000.000,- dan pemasangan Paving Block serta penimbunan lahan Puskesmas Tanjung Beringin senilai Rp 190.000.000.

Kepala Dinas Kesehatan Sergai Dr. Bulan Simanungkalit sampai saat ini belum bisa terkonfirmasi. Pesan yang dikirim via WhatsApp juga belum dijawab. Ketika didatangi ke kantornya, Dr. Bulan juga sedang berada di luar.

Terpisah Sekretaris Dinas Kesehatan Sergai Dr. Helmi yang dikonfirmasi belum mau menjelaskan. Ia mengaku sedang berada di Kota Siantar. "Sedang berada di Siantar adinda, nanti abang hubungi lagi," jawabnya. (art/drc)

Editor: admin

T#g:apbd sergaibulan simanungkalitdinas kesehatan sergaikantor dinas kesehatan sergaikorupsi apbd
Berita Terkait
  • Jumat, 24 Jan 2020 22:42

    Pekan Depan Kadis Perkim Paluta Kembali Diperiksa Kejatisu

    Pekan depan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) kembali memeriksa Kadis Perkim Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) Makmur Harahap terkait dugaan korupsi pembelihan lahan untuk kantor pemerintahan.

  • Jumat, 24 Jan 2020 19:51

    GAM Bawa Dugaan Korupsi Dinas PUPR Kota Tanjungbalai ke Polda Sumut

    Dugaan korupsi proyek lanjutan pembangunan Jembatan Sei Silau 3 di ruas Jalan Lingkar Kota Tanjungbalai dibawa LSM Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) ke Polda Sumut, Kamis 23 Januari 2020.

  • Kamis, 23 Jan 2020 00:43

    Makmur Harahap 6 Jam Diperiksa Kejatisu

    Makmur Harahap diperiksa bersama tiga orang stafnya selama enam jam mulai pukul 09.10 WIB sampai 15.20 WIB. Makmur diketahui tiba dari Kabupaten Paluta, Selasa 21 Januari 2020 malam, dan menginap di sala satu hotel di kawasan Jalan SM Raja Medan.

  • Senin, 20 Jan 2020 23:52

    Sudah Bentuk Tim Khusus: Kajatisu Proses Laporan Dugaan Korupsi Dinas PRKP Paluta

    DPP Gerakan Pemuda Mahasiswa Sumatera Utara (GPMSU), Senin 20 Januari 2020, memastikan kasus dugaan korupsi pengadaan lahan seluas 4 hektar senilai Rp2 miliar lebih yang bersumber dari APBD Dinas PRKP Paluta, dengan melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Kej

  • Senin, 02 Des 2019 15:21

    Azhar Harahap Diduga Terima Fee Proyek Rp300 Juta: Isron Bantah

    Azhar Harahap diduga terima fee Rp300 juta dari proyek Pekerjaan Langsung (PL) Dinas Pertanian Sumut, pada APBD tahun 2019. Dugaan suap itu terjadi sekira bulan Mei 2019.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2020 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir