Bank Sumut

KPK Eksekusi Anwar Fuseng Padang ke Lapas Medan

Jumat, 28 Feb 2020 11:37
Dibaca: 128 kali
drberita/istimewa
Anwar Fuseng Padang
Bobby Nasution Center
DRberita | Anwar Fuseng Padang, penyuap mantan Bupati Pakpakbharat Remigo Yolando Berutu, dieksekusi ke Lapas Kelas I Medan. KPK melaksanakan eksekusi karena putusan telah berkekuatan hukum tetap.

Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Medan menjatuhkan hukuman pidana penjara 2 tahun ditambah denda Rp100 juta subsider 3 bulan kurungan kepada terpidana Anwar Fuseng Padang.

"Hari ini, KPK melaksanakan eksekusi putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Medan atas nama terpidana Anwar Fuseng Padang ke Lapas Kelas I Medan," ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri di Jakarta, Kamis 27 Februari 2020.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan Anwar, Wakil Direktur CV Wendy bersama dua orang lainnya, yakni Dilon Bancin dari unsur swasta dan Gugung Banurea seorang pegawai negeri sipil sebagai tersangka pada tanggal 23 September 2019. Penetapan tersangka kepada ketiganya merupakan pengembangan perkara dugaan suap kepada Remigo.

KPK sudah terlebih dahulu menetapkan tiga tersangka yakni Remigo, Plt Kepala Dinas PUPR Kabupaten Pakpakbharat David Anderson Karosekali dan Hendriko Sembiring dari unsur swasta.

Tersangka Anwar Fuseng merupakan salah satu kontraktor di Dinas PUPR Kabupaten Pakpakbharat. Dalam konstruksi perkara, disebut pada Februari 2018, David menghubungi Anwar untuk meminta uang Rp 250 juta sebagai persyaratan 25 persen uang 'KW' jika ingin mendapatkan proyek di Dinas PUPR Kabupaten Pakpakbharat.

Tersangka Anwar kemudian menerima tawaran tersebut. Uang itu diduga sebagai kode dari 'uang kewajiban' yang harus dibayarkan kontraktor saat ada pencairan dana proyek.

Selanjutnya pada tanggal 1 Maret 2018, David menerima Rp250 juta dari Anwar dengan kwitansi yang tertulis 'pinjaman untuk biaya perobatan'. Uang tersebut kemudian diberikan kepada Remigo melalui ajudannya di Pendopo Rumah Dinas Bupati.

Pada tanggal Mei 2018, David menghubungi Anwar untuk menyiapkan perusahaan karena akan diberikan paket pekerjaan berupa peningkatan Jalan Traju-Sumbul-Lae Mbilulu dengan nilai proyek Rp 2,03 miliar.

Kemudian, Anwar Fuseng mengajukan penawaran menggunakan CV Wendy melalui LPSE dan pada tanggal 4 Juni 2018 ditetapkan sebagai pemenang.

Pada November 2018, David meminta Anwar memberikan sisa uang 'KW' sebesar 15 persen dari nilai kontrak dipotong pajak untuk setiap pencarian sehingga pada 16 November 2018 Anwar memberikan Rp 50 juta kepada David, kemudian diteruskan kepada Remigo.

Tersangka Anwar Fuseng diduga memberi uang total Rp 300 juta kepada David dan Remigo terkait fee pelaksanaan proyek-proyek di lingkungan Kabupaten Pakpakbharat. (art/drc)

Editor: Gambrenk

T#g:anwar fuseng padangkpklapas medan
Berita Terkait
  • Jumat, 03 Apr 2020 20:37

    HIMMAH Tolak Wacana Pembebasan Koruptor Dengan Alasan Corona

    Usulan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly agar narapidana korupsi di atas 60 tahun bisa dibebaskan di tengah pandemik virus Corona (Covid-19) terus mendapat penolakan berbagai eleman masyarakat.

  • Jumat, 13 Mar 2020 10:51

    Anggota DPRD Sumut Jadi Tersangka Korupsi Cetak Sawah

    Seorang anggota DPRD Sumut ditetapkan sebagai tersangka korupsi perluasan/cetak sawah di Desa Simungun, Kecamatan Siempat Nempu Hilir, Kabupaten Dairi, tahun 2011 senilai Rp 750 juta, oleh KPK dan Kejaksaan.

  • Kamis, 12 Mar 2020 17:47

    KPK Diminta Tahan 14 Mantan Anggota DPRD Sumut

    KPK harus segera menahan mereka yang diduga terlibat kasus tindak pidana korupsi terkait fungsi dan kewenangan anggota dewan, juga diduga menerima hadiah atau janji dari mantan Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho.

  • Kamis, 12 Mar 2020 11:31

    Jangan Mimpi KPK Proses Hukum Penyuap Eldin, Penyuap Gatot Saja Aman

    Ketua LSM Jaringan Keadilan Nuasantara (Jaksa) Syawal Harahap merasa pesimis Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeroses hukum pemberi suap eks Walikota Medan Dzulmi Eldin.

  • Kamis, 12 Mar 2020 09:52

    Kata Lili KPK, Progres Pencegahan Korupsi Pemprov Sumut Sudah Baik

    Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Lili Pintauli Siregar mengatakan progres rencana aksi (renaksi) koordinasi dan supervisi pencegahan korupsi (korsupgah) Pemerintah Provinsi Sumatera Utara sudah baik.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2020 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir