Bank Sumut
  • Home
  • Kerah Putih
  • Jika Tak Tuntas, Alumni Akan Bawa Kasus Korupsi UIN Sumut ke KPK

Jika Tak Tuntas, Alumni Akan Bawa Kasus Korupsi UIN Sumut ke KPK

Oleh: Artam
Minggu, 13 Okt 2019 11:55
Dibaca: 1.984 kali
drberita/istimewa
Gedung kuliah terpadu UIN Sumut yang kasusnya lagi diperiksa Polda Sumut.
DRberita | Jika polisi tidak mampu menuntaskan kasus dugaan korupsi pembangunan gedung kampus UIN Sumut, maka sesegera mungkin kasus tersebut akan dibawa ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Demikian dikatakan Alumni UIN Sumut Safruddin Lubis SHi kepada wartawan di Medan, Senin 13 oktober 2019.

"Kita sudah mendapatkan info dan bukti-buktinya. Jika tak tuntas juga ditangani Polda Sumut, segera kita bawa kasus ini ke KPK," ujar Safruddin.

Safruddin memastikan agar polisi bekerja secara profesional dalam menetapkan tersangka, setelah hasil audit BPKP selesai dan diketahui berapa jumlah kerugiannya.

"Polisi kita minta jangan sampai salah dalam menetapkan status tersangka. Jangan orang yang tidak bersalah dijadikan tersangka, ditumbalkan untuk menyelamatkan orang yang bersalah. Kita ingin kasus korupsi ini terang benderang dan segera tuntas," tandasnya.

Sebagai alumni, Safruddin tidak ingin almamater tempatnya pernah menuntut ilmu terus tercemar dengan masalah kasus korupsi. Ia ingin Polda Sumut segera menuntaskannya.

"Sebenarnya saya juga merasa malu dengan kondisi yang terjadi di UIN Sumut ini, kampus tempat saya pernah menimba ilmu dan banggakan bisa terjadi masalah yang sangat memalukan seperti ini," kata Safruddin. 

Terpisah, Rektor UIN Sumut Prof Saidurrahman ketika berulangkali dikonfirmasi melalui telepon seluler terkait dugaan dirinya menerima suap dari fee proyek tidak menjawab. Melalui whatapp Saidurrahman kemudian menjawabnya. "Mohon maaf hape sering eror. Dengan siapa, pak?" jawab Saidurrahman. Namun Saidurrahman kembali tidak menjawab.

Dugaan Saiddurahman menerima suap dari fee proyek bernilai Rp 45.766.730.079,91 itu, diketahui dari rekanan pemenang tender PT. Multikarya Bisnis Perkasa, beralamat di Jalan Jermal 15, Gang Harapan No. 7A, Kota Medan.

Tender pembangunan gedung kuliah terpadu UIN Sumut tersebut diikuti oleh 25 perusahaan. PT Multikarya Bisnis Perkasa ditetapkan sebagai pemenang lelang. Namun progres pekerjaan dengan batas waktu yang ditentukan hanya 60 persen, akan tetapi pencairan uang dilakukan 91 persen. (art/drb)

Editor: admin

T#g:korupsi uin sumutprof saidurrahmanrektor uin sumutUIN Sumut
Berita Terkait
  • Senin, 18 Nov 2019 00:34

    Dugaan Korupsi UIN Sumut: OMMBAK Akan Demo di Mabes Polri

    Supervisi KPK ke Polda Sumut dalam penanganan kasus dugaan korupsi di Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara sepertinya tidak berjalan maksimal. LSM OMMBAK berencana akan melakukan aksi unjuk rasa di Mabes Polri.

  • Selasa, 12 Nov 2019 11:22

    Demo Dugaan Korupsi UIN Sumut di KPK Diperkuat Pengakuan PPK

    Belum sampai satu jam berorasi, Koordinator Aksi OMMBAK Sumut Rozi Albanjari dan Kordinator Lapangan Ilham diterima petugas dan masuk ke dalam gedung merah putih.

  • Minggu, 10 Nov 2019 12:27

    OMMBAK Unjuk Rasa di KPK Bongkar Dugaan Korupsi UIN Sumut & OTT Walikota Medan

    LSM Organisasi Mahasiswa dan Masyarakat Bersatu Anti Korupsi (OMMBAK) Sumatera Utara akan berunjukrasa di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), untuk mendorong KPK membongkar dugaan Korupsi UIN Sumut dan kasus OTT Walikota Medan.

  • Kamis, 07 Nov 2019 18:10

    Aktivis 98 Ajak Preman Intelektual Dukung KPK Bongkar Korupsi UIN Sumut

    Aktivis 98 Acil Lubis akan mengajak semua preman intelektual untuk mendukung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar membongkar dugaan korupsi yang terjadi di UIN Sumut.

  • Selasa, 05 Nov 2019 10:20

    Kasus UIN Sumut, Kompol Daniel: Tanya saja ke humas

    Penyidik tipikor Polda Sumut menolak menjelaskan hasil penyidikan kasus dugaan korupsi pembangunan gedung kuliah terpadu UIN Sumut berbiaya puluhan miliar. Ada apa?

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2019 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir