Bank Sumut
  • Home
  • Kerah Putih
  • GAM Paluta Kecam Dugaan Korupsi & Pungli Dana Desa ke Kejatisu

GAM Paluta Kecam Dugaan Korupsi & Pungli Dana Desa ke Kejatisu

Selasa, 24 Sep 2019 08:26
Dibaca: 190 kali
drberita/istimewa
GAM Paluta berunjuk rasa ke Kantor Kejati Sumut.
DRberita | Belasan massa dari Gerakan Aktivis Mahasiswa Padang Lawas Utara (GAM Paluta) menyampaikan rasa kecewanya terhadap kepemimpinan Camat Kecamatan Batang Onang ke Kantor Kejati Sumut, Jalan AH Nasution, Medan, Senin 23 September 2019.

Massa menilai banyak indikasi korupsi yang terjadi pada Anggaran Dana Desa (ADD) Kecamatan Batang Onang. Terkesan ada pembiaran yang dilakukan pihak kecamatan untuk memperkaya diri sendiri dan rekan.

"Kami mengecam dugaan pungli oleh pihak kecamatan terkait pembuatan P-PBDes, APBDes, RKPDes, SPJ DD, LPJ DD kepada Kepala Desa. Kami juga menduga telah ada penyelewengan ADD tahap I sebesar Rp25 juta dengan dalil bimtek dan perjalanan luar daerah. Camat Batang Onang harus bertanggung jawab atas dugaan korupsi yang terjadi di wilayah kerjanya," ujar Koordinator GAM Paluta Muhammad S Siregar.

Massa meminta Kejatisu segera memanggil dan memeriksa eks Camat Darman Hasibuan beserta kepala desa terkait dugaan korupsi pengelolaan dana desa di Kecamatan Batang Onang, Kabupaten Padang Lawas Utara tahun 2015-2019. Di antaranya Desa Morang, Batang Onang Lama, Huta Lambung, Janji Mauli, Padang Matinggi, Batu Nanggar dan desa lainnya.

"Kami menduga beberapa kepala desa melakukan perbuatan melawan hukum berdasarkan hasil investigasi kami di lapangan, fisik bangunan yang bersumber dari dana desa dikerjakan tidak sesuai dengan RAB. Bahkan sudah ada fisik yang rusak parah," kata Siregar.

"Adanya dugaan pungli dilakukan pihak Kecamatan Batang Onang dalam pembuatan P-APBDes, APBDes, RKPDes, SPJ DD, LPJ DD kepada kepala desa dengan jumlah bervariasi mulai dari Rp15 juta hingga Rp25 juta," sambungnya.

Siregar juga membeberkan dugaan pungli di Kecamatan Halongonan Timur. "Setiap pencairan dana desa dikutip bervariasi mulai Rp10 juta sampai Rp15 juta masing-masing desa oleh camat melalui ketua apdesi setempat," tegasnya.

Aksi massa GAM Paluta beberapa lama akhirnya diterima perwakilan Kejati Sumut. Massa diminta untuk melengkapi data dugaan korupsi. "Informasi ini akan saya sampaikan kepada pimpinan," ucap Kasi Penkum Kejatisu Sumanggar Siagian.

Setelah mendapat respon dan penjelasan dari pihak Kejatisu, massa selanjutkan membubarkan diringa dengan tertib dan teratur. (art/drc)

Editor: admin

T#g:gam palutakejati sumutkorupsi dana desa
Berita Terkait
  • Kamis, 26 Sep 2019 00:48

    Jaksa Agung Diminta Evaluasi Fachruddin Siregar

    Sudah hampir satu tahun menjabat Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, namun Fachruddin Siregar belum membuktikan kinerjanya. 12 Oktober 2018 lalu dia dilantik, satupun kasus korupsi tidak ada tuntas yang ditanganinya.

  • Rabu, 25 Sep 2019 23:44

    IMAKOR Minta Kejatisu Segera Tetapkan Tersangka Lapangan Barosokai

    Dari hasil investigasi IMAKOR Sumut, kata Rahmad Darmawan, ada dugaan Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan sengaja memperlambat penyidikan kasus lapangan barosokai atas perintah dari Kejatisu.

  • Jumat, 13 Sep 2019 00:19

    Pema Sumut Laporkan Dugaan Korupsi Labuhanbatu, Medan dan Sergai

    Dewan Pengurus Wilayah Persatuan Mahasiswa Sumatera Utara (DPW Pema Sumut) membawa dugaan korupsi yang terjadi disejumlah kabupaten kota ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara.

  • Rabu, 11 Sep 2019 23:01

    Dugaan Korupsi Rabat Beton Dinas PU Asahan Dibawa ke Kejati Sumut

    Dugaan korupsi Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Asahan, masuk ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Jalan AH Nasution, Medan, Selasa 10 September 2019.

  • Selasa, 03 Sep 2019 11:26

    Punya Bukti, LSM Permak Bawah Korupsi RSUD Deliserdang di Kejatisu

    Reza Fahlevi mengatakan dirinya memiliki bukti-bukti atas dugaan korupsi tersebut. Sehingga pihaknya berjanji akan menyampaikan laporan dugaan korupsi tersebut secara resmi ke Kejatisu, pada aksi lanjutan.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2019 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir