Bank Sumut
  • Home
  • Kerah Putih
  • Dua Kali Mangkir, Kejatisu Kembali Panggil Tersangka Edita Siburian

Dua Kali Mangkir, Kejatisu Kembali Panggil Tersangka Edita Siburian

Jumat, 19 Jan 2018 00:50
Dibaca: 325 kali
drberita/ilustrasi
Kasus dugaan korupsi Bapemas Sumut.
DINAMIKARAKYAT - Kepala‎ Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Sumut Sumanggar Siagian mengatakan untuk melihat dengan jelas keterlibatan Amran Utheh akan kembali memeriksa tersangka Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Edita Siburian.

"Kita lagi atur jadwal pemanggilan dia (Edita) untuk diperiksa. Karena dia sudah dua kali tidak hadir (mangkir) dari pemanggilan. Kita periksa dia untuk mencari tahu sejauh mana keterlibatan Amran Utheh dalam kasus ini," ungkap Sumanggar kepada wartawan, Kamis 18 Januari 2018.

Sumanggar menjelaskan dalam kasus dugaan korupsi dana sosialisasi peningkatan aparatur Pemerintah Desa di Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas) Sumut tahun 2015 senilai Rp 40,8 miliar, Edita Siburian juga sudah ditetapkan sebagai tersangka, namun tidak ditahan.

Kemudian, lanjut Sumanggar, meski sudah melakukan pemeriksaan terhadap Amran Utheh, tapi penyidik belum bisa menaikan status saksi manakan kepala bapemas itu menjadi tersangka. "Kita tunggu saja dulu keterangan Edita, yah," tuturnya.

Penyidik terkesan mengulur waktu dalam penanganan kasus ini. Sumanggar beralasan ada keterlibatan Amran Utheh dalam kasus ini.

"Kalau kita siap dengan bukti, maka akan kita tetapkan tersangka. Kita tidak akan ulur waktu untuk itu," jelasnya.

Sebelumnya, penyidik sudah menetapkan Amran Utheh sebagai tersangka. Namun beberapa hari kemudian penyidik mengklaim Amran Utheh masih berstatus saksi.

Kejatisu telah menetapkan tiga rekanan Event Organizer (EO) sebagai tersangka dalam kasus ini, yaitu Rahmat Jaya Pramana selaku Direktur PT Ekspo Kreatif Indo, Taufik selaku Direktur Mitra Multi Komunication dan Budhiyanto Suryanata selaku Direktur PT Proxima Convex. (art/drc)

Editor: admin

T#g:amran utheedita siburiankorupsi apbdkorupsi apbnkorupsi bapemas
Berita Terkait
  • Selasa, 20 Feb 2018 01:29

    Surat Tuntutan Belum Selesai, Sidang Korupsi Binahati Batal Digelar

    JPU batal membacakan surat tuntutan terdakwa korupsi dana penyertaan modal Pemkab Nias tahun 2007 senilai Rp6 miliar Binahati B Baeha di Pengadilan Tipikor Medan, Senin 19 Februari 2017.

  • Selasa, 20 Feb 2018 01:12

    Kejati Sumut Dinilai Tidak Profesional Tangani Kasus Korupsi

    Seperti tidak ditahannya tersangka kasus dugaan korupsi dana sosialisasi peningkatan aparatur pemerintah desa di Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas) Sumut tahun 2015 inisial ES.

  • Selasa, 20 Feb 2018 01:10

    DPRD Medan Akui Proyek Jalur Pendestrian Rp100 Miliar Mubajir

    Pembangunan jalur pendestrian tersebut telah menghabiskan APBD 2017 senilai Rp100 miliar melalui Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Perhubungan serta Dinas Kebersihan dan Pertamanan Pemko Medan.

  • Kamis, 15 Feb 2018 00:59

    Kejati Sumut dan Tim Ahli Jadwalkan Pemeriksaan Lapangan Proyek Taman Raja Batu

    Kejati Sumut sudah berkoordinasi dengan saksi ahli untuk turun ke lapangan melakukan pengecekan langsung ke objek korupsi Taman Raja Batu, di kawasan Perkantoran Paya Loting, Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

  • Rabu, 14 Feb 2018 02:03

    Tiga Terdakwa Korupsi Kapal Nelayan DKP Sumut Dihukum Bervariasi

    Tiga terdakwa kasus korupsi pengadaan 6 unit kapal nelayan, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumut dijatuhi hukuman bervariasi di Pengadilan Tipikor Medan, Selasa 13 Februari 2018.

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2018 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir