Bank Sumut
  • Home
  • Kerah Putih
  • Dua Kali Mangkir, Kejatisu Kembali Panggil Tersangka Edita Siburian

Dua Kali Mangkir, Kejatisu Kembali Panggil Tersangka Edita Siburian

Jumat, 19 Jan 2018 00:50
Dibaca: 575 kali
drberita/ilustrasi
Kasus dugaan korupsi Bapemas Sumut.
DINAMIKARAKYAT - Kepala‎ Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Sumut Sumanggar Siagian mengatakan untuk melihat dengan jelas keterlibatan Amran Utheh akan kembali memeriksa tersangka Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Edita Siburian.

"Kita lagi atur jadwal pemanggilan dia (Edita) untuk diperiksa. Karena dia sudah dua kali tidak hadir (mangkir) dari pemanggilan. Kita periksa dia untuk mencari tahu sejauh mana keterlibatan Amran Utheh dalam kasus ini," ungkap Sumanggar kepada wartawan, Kamis 18 Januari 2018.

Sumanggar menjelaskan dalam kasus dugaan korupsi dana sosialisasi peningkatan aparatur Pemerintah Desa di Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas) Sumut tahun 2015 senilai Rp 40,8 miliar, Edita Siburian juga sudah ditetapkan sebagai tersangka, namun tidak ditahan.

Kemudian, lanjut Sumanggar, meski sudah melakukan pemeriksaan terhadap Amran Utheh, tapi penyidik belum bisa menaikan status saksi manakan kepala bapemas itu menjadi tersangka. "Kita tunggu saja dulu keterangan Edita, yah," tuturnya.

Penyidik terkesan mengulur waktu dalam penanganan kasus ini. Sumanggar beralasan ada keterlibatan Amran Utheh dalam kasus ini.

"Kalau kita siap dengan bukti, maka akan kita tetapkan tersangka. Kita tidak akan ulur waktu untuk itu," jelasnya.

Sebelumnya, penyidik sudah menetapkan Amran Utheh sebagai tersangka. Namun beberapa hari kemudian penyidik mengklaim Amran Utheh masih berstatus saksi.

Kejatisu telah menetapkan tiga rekanan Event Organizer (EO) sebagai tersangka dalam kasus ini, yaitu Rahmat Jaya Pramana selaku Direktur PT Ekspo Kreatif Indo, Taufik selaku Direktur Mitra Multi Komunication dan Budhiyanto Suryanata selaku Direktur PT Proxima Convex. (art/drc)

Editor: admin

T#g:amran utheedita siburiankorupsi apbdkorupsi apbnkorupsi bapemas
Berita Terkait
  • Selasa, 31 Jul 2018 07:07

    Dugaan Kolusi Proyek Pendopo Rumdis Gubsu, MFH: Ok Henry dan Eric Aruan Harus Jujur

    Wakil Ketua Komisi A DPRD Sumut Muhri Fauzi Hafiz (MFH) meminta OK Henry selaku Kepala Inspektorat dan Eric Aruan selaku Kepala Biro Administrasi Pembangunan, harus jujur dan turut bertanggungjawab.

  • Senin, 30 Jul 2018 10:35

    DPRD Sumut Minta KPK Usut Proyek Pendopo Rumah Dinas Gubernur

    Aroma kolusi itu begitu kentara, saat proses lelang pekerjaan dengan harga penawaran sendiri (HPS) sebesar Rp 6.695.740.000,00 dan pagu Rp 6.696.000.000,00. KPK harus mengusut proyek ini.

  • Senin, 30 Jul 2018 09:12

    Intelijen Kejati Sumut Tangkap DPO Maling Uang Rakyat di Banten

    Tim Intelijen Kejati Sumut yang dipimpin langsing Asintel Kejati Sumut Leo Simanjuntak menangkap DPO terpidana korupsi dari Kejari Langkat dan juga Kejari Pematangsiantar.

  • Jumat, 08 Jun 2018 07:12

    Habis Lebaran Agus Tripriyono Dipanggil Kembali

    Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Serdang Bedagai Doni Harahap memastikan mantan Kepala BPKAD Pemkab Sergai Agus Tripriyono dipanggil kembali sehabis lebaran idul fitri.

  • Jumat, 08 Jun 2018 06:57

    Jaksa Bantah Pemanggilan Agus Tripriyono Hanya Untuk Lucu-lucuan

    Isu yang berkembang di tengah-tengah masyarakat Kabupaten Sergai menyebutkan pemanggilan mantan Kepala BPKAD Agus Tripriyono, mantan Sekda Haris Fadillah, mantan Bendahara BPKAD Sergai Koko dan Kepala BPKAD Gustian hanya untuk lucu-lucuan menjelang lebara

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2018 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir