• Home
  • Kerah Putih
  • Dua Kali Mangkir, Kejatisu Kembali Panggil Tersangka Edita Siburian

Dua Kali Mangkir, Kejatisu Kembali Panggil Tersangka Edita Siburian

Jumat, 19 Jan 2018 00:50
Dibaca: 463 kali
drberita/ilustrasi
Kasus dugaan korupsi Bapemas Sumut.
DINAMIKARAKYAT - Kepala‎ Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Sumut Sumanggar Siagian mengatakan untuk melihat dengan jelas keterlibatan Amran Utheh akan kembali memeriksa tersangka Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Edita Siburian.

"Kita lagi atur jadwal pemanggilan dia (Edita) untuk diperiksa. Karena dia sudah dua kali tidak hadir (mangkir) dari pemanggilan. Kita periksa dia untuk mencari tahu sejauh mana keterlibatan Amran Utheh dalam kasus ini," ungkap Sumanggar kepada wartawan, Kamis 18 Januari 2018.

Sumanggar menjelaskan dalam kasus dugaan korupsi dana sosialisasi peningkatan aparatur Pemerintah Desa di Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas) Sumut tahun 2015 senilai Rp 40,8 miliar, Edita Siburian juga sudah ditetapkan sebagai tersangka, namun tidak ditahan.

Kemudian, lanjut Sumanggar, meski sudah melakukan pemeriksaan terhadap Amran Utheh, tapi penyidik belum bisa menaikan status saksi manakan kepala bapemas itu menjadi tersangka. "Kita tunggu saja dulu keterangan Edita, yah," tuturnya.

Penyidik terkesan mengulur waktu dalam penanganan kasus ini. Sumanggar beralasan ada keterlibatan Amran Utheh dalam kasus ini.

"Kalau kita siap dengan bukti, maka akan kita tetapkan tersangka. Kita tidak akan ulur waktu untuk itu," jelasnya.

Sebelumnya, penyidik sudah menetapkan Amran Utheh sebagai tersangka. Namun beberapa hari kemudian penyidik mengklaim Amran Utheh masih berstatus saksi.

Kejatisu telah menetapkan tiga rekanan Event Organizer (EO) sebagai tersangka dalam kasus ini, yaitu Rahmat Jaya Pramana selaku Direktur PT Ekspo Kreatif Indo, Taufik selaku Direktur Mitra Multi Komunication dan Budhiyanto Suryanata selaku Direktur PT Proxima Convex. (art/drc)

Editor: admin

T#g:amran utheedita siburiankorupsi apbdkorupsi apbnkorupsi bapemas
Berita Terkait
  • Minggu, 20 Mei 2018 08:41

    77 Gedung SD di Kota Medan Diduga Jadi Ajang Korupsi

    Sebanyak 77 gedung Sekolah Dasar (SD) di Kota Medan, diduga jadi ajang korupsi oknum Dinas Pendidikan dan petinggi Pemko Medan, dengan total anggarannya sebanyak Rp 15,027 miliar.

  • Minggu, 20 Mei 2018 06:25

    Para Mantan Petinggi Pemkab Sergai Diperiksa Jaksa

    Para mantan petinggi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serdang Bedagai (Sergai), Senin 21 Mei 2018, dijadwalkan akan menjalani pemeriksaan oleh Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu).

  • Sabtu, 19 Mei 2018 00:34

    Polda Sumut Tetapkan Mantan Bupati Tapteng Jadi Tersangka

    Penetapan tersangka tersebut berdasarkan laporan Joshua Maruduttua Habeahan pada 30 april 2018. Joshua melaporkan Sukran dan Amirsyah Tanjung yang merupakan saudara kandung.

  • Kamis, 17 Mei 2018 01:19

    KPK Harus Jelaskan Soal Kooperatif Saksi dan Tersangka Suap Gatot

    Rosisyanto menduga banyak anggota dan mantan anggota DPRD Sumut, yang mengklaim dirinya sudah lunas mengembalikan uang suap, namun sejatinya mereka belum lunas mengembalikannya.

  • Minggu, 22 Apr 2018 13:27

    KPK Diminta Ambilalih Kasus Fee BDB Sumut dari Kejagung

    Kasus fee Bantuan Daerah Bawahan (BDB) Pemprov Sumut, yang kini bernama Bantuan Keuangan Provinsi (BKP), merupakan penyebab terjadinya suap LPJP APBD 2013 yang dilakukan di tahun 2014.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2018 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir