Bank Sumut
  • Home
  • Kerah Putih
  • Dua Kali Mangkir, Kejatisu Imbau Walikota Sibolga Kooperatif

Dua Kali Mangkir, Kejatisu Imbau Walikota Sibolga Kooperatif

Jumat, 12 Jan 2018 00:02
Dibaca: 192 kali
drberita/istimewa
Walikota Sibolga Syarfi Hutauruk
DINAMIKARAKYAT - Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) terkesan mengistimewahkan ‎Walikota Sibolga M. ‎Syarfi Hutauruk dalam kasus korupsi ‎proyek rigit jalan beton senilai Rp65 miliar, meski sudah dua kali mangkir dalam pemeriksaan.

Ironisnya lagi Walikota Sibolga masih berstatus saksi, padahal sudah dua kali mangkir dari panggilan pahika Kejatisu. Anehnya, pnyidik katanya akan melakukan koordinasi kepada ‎Syarfi Hutauruk untuk menentukan jadwal pemeriksaan.

"Kita koordinasi dulu untuk pemanggilan ketiga, agar tidak ada lagi alasan tidak dapat hadir. Kita pastikan dalam bulan ini Syarfi kita panggilan," ungkap Kepala‎ Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Sumut Sumanggar Siagian, Kamis 11 Januari 2018.

Alasan koordinasi, kata Sumanggar, untuk menghindari ketidakhadiran panggilan ketiga. "Kita tidak mau dia (Syarfi Hutauruk) tidak hadir lagi. Makanya kita koordinasi dulu untuk melayangkan surat panggilan ketiga," ungkapnya.

Meski ada indikasi keterlibatan Syarfi dalam kasus korupsi ini sesuai dengan keterangan saksi dan tersangka lainnya, Kejatisu tidak ada niat melakukan penjemputan paksa.

"Iya, kemarin dari hasil pemeriksaan saksi-saksi dan tersangka bermuara kepada Walikota (Syarfi). Dari itu keterangan sangat kita butuhkan. Tapi untuk pekan ini belum ada jadwal pemanggilan Walikota," tutur Sumanggar.

Kejatisu mengimbau kepada Syafri untuk mengikuti seluruh proses hukum yang tengah dilakukan. "Kita harapkan Syarfi kooperatif dalam pemeriksaan," ungkapnya. (art/drc)

Editor: admin

T#g:kejati sumutkorupsi apbdrigit jalan betonwalikota sibolga syarfi hutauruk
Berita Terkait
  • Sabtu, 20 Jan 2018 11:14

    Terungkap, Memori Banding JPU Minta Ramadhan Pohan Ditahan

    Kejati Sumut tetap ngotot dalam memori kontra banding kasus penipuan sebesar Rp15,3 miliar agar kedua terdakwa Ramadhan Pohan dan Savita Linda Hora Panjaitan untuk ditahan sebagai tahanan negara.

  • Jumat, 19 Jan 2018 00:50

    Dua Kali Mangkir, Kejatisu Kembali Panggil Tersangka Edita Siburian

    Dalam kasus dugaan korupsi dana sosialisasi peningkatan aparatur Pemerintah Desa di Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas) Sumut tahun 2015 senilai Rp 40,8 miliar, Edita Siburian juga sudah ditetapkan sebagai tersangka, namun tidak ditahan.

  • Kamis, 18 Jan 2018 23:52

    Maringan dan Syaiful Buka-bukaan Soal Fee ke OK Arya

    Maringan Situmorang terdakwa kasus suap mantan Bupati Batubara OK Arya Zulkarnain mengakui sudah dilarang keluarganya menjadi rekanan di pemerintahan di Sumatera Utara.

  • Kamis, 18 Jan 2018 13:52

    Kasus Dugaan Korupsi IPA Martubung Sudah Gelar Perkara, Tapi Belum Ada Tersangka

    Dalam kasus ini Kejari Cabang Belawan telah memanggil dan memeriksa sejumlah saksi di antaranya Direktur Air Limbah Heri Batangari Nasution dan Direktur Administrasi dan Keuangan Arif Haryadian.

  • Kamis, 18 Jan 2018 13:34

    Souvenir Dinas Pariwisata Sumut dari Cina Sempat Ditahan Bea Cukai, Ada Apa?

    Sesuai perpres 54 dan peraturan LKPP, disebut-sebut seharusnya pengadaan barang dan jasa sudah selesai dilakukan dan pembayaran maksimal dilakukan paling lama tanggal 23 Desember akhir tahun.

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2018 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir