Bank Sumut
  • Home
  • Kerah Putih
  • Dana Bimtek 142 Desa Kabupaten Batubara, Jaksa & Polisi Dimana?

Dana Bimtek 142 Desa Kabupaten Batubara, Jaksa & Polisi Dimana?

Selasa, 13 Agu 2019 00:18
Dibaca: 95 kali
drberita/istimewa
Acara bimtek 142 Desa Kabupaten Batubara di Hotel Soechi Medan.
DRBerita - Kejaksaan Tinggi dan Polda Sumatera Utara didesak segera mengusut tuntas dana miliaran rupiah yang digunakan untuk Bimbingan Teknis (Bimtek) dari 142 desa di Kabupaten Batubara.

"Kita minta Kejati dan Polda Sumut bergerak cepat mengusut penggunaan dana yang diberikan kepada seluruh peserta Bimtek yang digelar di Hotel Soechi Medan, mulai Kamis hingga Sabtu (8-10 Agustus 2019)," terang  Direktur Eksekutif LIPPSU Azhari Sinik kepada sejumlah wartawan di Medan, kemarin.

Menurut Azhari AM Sinik, kegiatan bimtek yang dibuka kemarin oleh Sekda Batubara Sakti Alam Siregar berlangsung tiga hari dan diikuti 142 desa dari seluruh kecamatan di Kabupaten Batubara. Dari seluruh desa, hanya dikirim tiga perwakilan.

"Ketiga utusan yang mengikuti bimtek ini hanya duduk cantik, mulai dari berangkat dari desa di Batubara, nginap, makan di hotel dan pulang ke rumah masing-masing. Mereka dibekali uang yang tidak sebanding dengan yang dianggarkan," ujar Sinik.

Hanya Terima Rp 900.000,-

Informasi yang dihimpun dari seorang peserta dari Desa Negeri Empat, Kecamatan Lima Puluh, mereka hanya diberikan uang Rp 900.000,- selama tiga hari. "Uang inilah yang kita pegang, bang sampai pulang. Kalau utuh, uang yang kami terima seharusnya Rp 4.500.000," ujar peserta kepada Azhari Sinik.

Uang Rp 4,5 juta itu, katanya digunakan untuk penginapan hotel, makan dan transportasi, yang herannya, tidak dijelaskan berapa per item biayanya. Untuk hotel, masing-masing peserta harusnya diinapkan di satu ruangan. Kenyataannya, untuk satu ruangan kamar hotel, terdapat dua sampai tiga orang peserta.

Keanehan lainnya, ada sebagian peserta dari Negeri Empat yang hanya diberi uang Rp 300.000. Dari seharusnya Rp 900.000. "Sisanya masih sama oknum kepala desa," ujar peserta yang tidak berkenan disebut namanya. Dia menambahkan, sang oknum kepala desa dari satu kecamatan di Batubara ini menjanjikan akan membayar sisa yang Rp 600.000 lagi.

Terhadap semua dugaan ini, Azhari Sinik mendesak Kejati dan Polda Sumut agar mengusut tuntas keterlibatan semua oknum pejabat pemerintah, mulai dari Kepala Desa, Sekretaris Desa, oknum Badan Permusyawaratan Desa, hingga Bupati Batubara.

Azhari menjelaskan, dari data yang diperoleh tim LIPPSU di lapangan, anggaran yang digelontorkan untuk kegiatan bimtek selama tiga hari ini besarnya mencapai miliaran, dengan melibatkan 426 orang (142 desa x 3 orang utusan). Belum lagi unsur panitia dan penyelenggara kegiatan.

"Adapun unsur korupsinya dari hasil kalkukasi kami adalah uang nginap 426 orang yang masing-masing dikalikan sewa inap hotel standar Rp 377.390 sebesar Rp 160.786.140. Ini baru satu item uang masuk ke kantong panitia. Masuk ke kantong, karena satu ruangan kamar hotel ditempati oleh dua peserta bahkan ada yang tiga. Jika tiga orang dalam satu kamar hotel, maka uang masuk ke kantong panitia menjadi lebih Rp 300 juta. Fantastis sekali," ujar Sinik.

Jika diasumsikan uang yang diterima utuh dari kepala desa kepada masing-masing peserta sebesar Rp 4,5 juta, maka sudah dipastikan terjadi penggelembungan dan penyunatan besar-besaran, karena peserta sudah dipastikan tidak mengerti kemana larinya sisa uang yang mereka terima dari kepala desa dan yang mereka terima untuk dibawa pulang.

"Kalau miminal terjadi pemotongan Rp 1 juta saja dari 426 peserta, maka uang yang hangus diperkirakan mencapai Rp 426 juta. Ini harus diusut tuntas. Kalau saja terjadi penyunatan sebesar Rp 3 juta, maka angkanya mencapai miliaran, hampir 80 persen dari pagu anggaran yang disediakan pemerintah Kabupaten Batubara," pungkas Sinik. (art/drc)

Editor: admin

T#g:dana desakejati sumutkorupsi dana desapekan batubarapolda sumut
Berita Terkait
  • Rabu, 21 Agu 2019 23:26

    Masyarakat Penggarap Telaga Dingin Bawa Bukti Tanaman ke Polda Sumut

    Merasa kesal, massa pengunjukrasa kemudian membuang bukti batang pohon yang dibawa di depan Kantor SPKT Polda Sumut. Massa lalu membubarkan diri dan kembali ke rumah masing-masing.

  • Selasa, 20 Agu 2019 19:26

    Sujamrat Amro Tak Sendiri Lagi, Sudah Ada 1 Teman

    Setelah melakukan proses penyidikan yang panjang, Tipikor Polda Sumut menahan Direktur PT Rian Makmur Jaya (RMJ) Junaedi, Senin 19 Agustus 2019 malam.

  • Jumat, 09 Agu 2019 20:03

    Selamat Datang Asintel Andi Murji Machfud di Sumut

    Posisinya digantikan Andi Murji Machfud yang sebelumnya Kepala Sub Direktorat Pertahanan dan Keamanan pada Direktorat Ideoologi, Politik, Pertahanan dan Keamanan Jamintel Kejagung RI.

  • Rabu, 07 Agu 2019 18:31

    Hakim Pertanyakan Status Mujianto DPO Polda, P21 Berkas Lalu SKP2 Kejatisu

    Hakim tunggal Ali Tarigan terheran mendengar Mujianto sempat masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Poldasu karena melarikan diri setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan.

  • Rabu, 07 Agu 2019 16:14

    Demo di Kejati Sumut, PMII Minta KPK Periksa Kapoldasu dan Lapangan Barosokai Medan

    Puluhan massa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) berunjukrasaa di depan Kantor Kejati Sumut, Jalan AH Nasution, Rabu 7 Agustus 2019, yang meminta KPK mengambil semua dugaan korupsi yang terjadi di Kota Medan.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2019 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir