Bank Sumut
  • Home
  • Kerah Putih
  • Buron Sejak 2007, Kejati Sumut Tangkap Buronan Maling Uang Rakyat di Perumahan Johor

Buron Sejak 2007, Kejati Sumut Tangkap Buronan Maling Uang Rakyat di Perumahan Johor

Minggu, 05 Agu 2018 00:53
Dibaca: 504 kali
drberita/istimewa
Buronan Syahroni Hidayat.
DINAMIKARAKYAT - Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara menangkap buronan maling uang rakyat pada kasus kredit fiktif BRI AGRO Pekanbaru, Rabu 1 Agustus 2018. Penangkapan dipimpin langsung Asisten Itelijen Leo Simanjuntak.

Buronan tersebut adalah Syahroni Hidayat. Ia ditangkap di kediamanya, Perumahan Johor Indah Permai 2, Blok A, No. 54, Linkungan 10, Kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan.

Syahroni merupakan buronan Kejari Pekanbaru dalam kasus pemberian kredit fiktif kepada 18 debitur  Non Performing Loan (NPL) pada tahun 2009 yang merugikan negara Rp 5,3 miliar.

Penangkapan terhadap tersangka karena mendapatkan informasi dari Kejari Pekanbaru dan Kejati Riau, bahwa tersangka tidak pernah hadiri memenuhi panggilan penyidik semenjak Desember 2007.

"Dari Informasi tersebut, pihak Kejati Sumatra Utara kemudian melakukan penelusuran informasi tentang keberadaan tersangka dan langsung melakukan penangkapan," ujar Kasi Penkum Kejati Sumatera Utara Sumanggar Siagian, kemarin.

Menurut Sumanggar dalam kasus ini ada dua tersangka, satu tersangka dalam kasus ini yakni Jauhari Y Hasibuan selaku mantan Pegawai PTPN5, telah meninggal dunia. Pada kasus ini BRI Agro Cabang Pekanbaru mengucurkan dana modal kerja guna pembiayaan dan pemeliharaan kebun sawit di Desa Pauh, Kecamatan Bonai Darussalam, Rohul, dengan total plafon sebesar Rp 5,3 miliar.

"Ternyata di 2015, baru muncul masalah lahan yang diagunkan seluas 54 hektar kepada 18 debitur atas insial S tidak bisa dikuasai pihak bank, dan selain itu lahan tersebut masuk kawasan kehutanan sehingga status tanah tidak dapat ditingkatkan menjadi SHM," kata Sumanggar.

"Sedangkan tersangka sendiri mengundurkan diri pada 2012 untuk menghilangkan jejak, tersangka selama pelarian melakukan kegiatan jual beli mobil di kawasan Kota Medan," sambungnya.

Untuk sementara Syahroni ditahan di sel Kejati Sumut, sebelum dibawa ke Kejari Pekanbaru. "Rencananya tersangka kita bawa ke Kejari Pekanbaru," kata Sumanggar.

Diketahui, Kejati Sumut telah menangkap 19 DPO, dua di antaranya DPO dari Kejari Pekanbaru, Kejati Riau, sedangkan total keseluruhan DPO yang ditangkap kejaksaan 143. (art/drc)

Editor: admin

T#g:bri agro pekanbarukejati sumutkredit fiktifsyahroni hidayat
Berita Terkait
  • Kamis, 26 Sep 2019 00:48

    Jaksa Agung Diminta Evaluasi Fachruddin Siregar

    Sudah hampir satu tahun menjabat Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, namun Fachruddin Siregar belum membuktikan kinerjanya. 12 Oktober 2018 lalu dia dilantik, satupun kasus korupsi tidak ada tuntas yang ditanganinya.

  • Rabu, 25 Sep 2019 23:44

    IMAKOR Minta Kejatisu Segera Tetapkan Tersangka Lapangan Barosokai

    Dari hasil investigasi IMAKOR Sumut, kata Rahmad Darmawan, ada dugaan Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan sengaja memperlambat penyidikan kasus lapangan barosokai atas perintah dari Kejatisu.

  • Selasa, 24 Sep 2019 08:26

    GAM Paluta Kecam Dugaan Korupsi & Pungli Dana Desa ke Kejatisu

    Belasan massa dari Gerakan Aktivis Mahasiswa Padang Lawas Utara (GAM Paluta) menyampaikan rasa kecewanya terhadap kepemimpinan Camat Kecamatan Batang Onang ke Kantor Kejati Sumut, Jalan AH Nasution, Medan.

  • Jumat, 13 Sep 2019 00:19

    Pema Sumut Laporkan Dugaan Korupsi Labuhanbatu, Medan dan Sergai

    Dewan Pengurus Wilayah Persatuan Mahasiswa Sumatera Utara (DPW Pema Sumut) membawa dugaan korupsi yang terjadi disejumlah kabupaten kota ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara.

  • Rabu, 11 Sep 2019 23:01

    Dugaan Korupsi Rabat Beton Dinas PU Asahan Dibawa ke Kejati Sumut

    Dugaan korupsi Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Asahan, masuk ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Jalan AH Nasution, Medan, Selasa 10 September 2019.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2019 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir