Bank Sumut
  • Home
  • Kerah Putih
  • Ada Setoran "Haram" Rp 2,5 Juta Panwas Kecamatan ke Bawaslu

Ada Setoran "Haram" Rp 2,5 Juta Panwas Kecamatan ke Bawaslu

Oleh: Artam
Sabtu, 24 Agu 2019 16:52
Dibaca: 1.396 kali
drberita/istimewa
Nirmalasari Siregar, mantan Ketua Panwas Delitua, Kabupaten Deliserdang.
DRBerita | Dugaan korupsi anggaran pengawasan pemili menguap ke publik. Mantan ketua Panwas Kecamatan di Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, yang bicara blak-blakan. Ia menuding ASN yang bermain di balik dugaan korupsi itu.

Berawal dari tudingan tidak kompak, Nirmalasari Siregar mulai membeberkan dugaan korupsi yang dilakukan ASN Sekretariat Panwas Delitua, Sabtu 24 Agustus 2019. Ia menjadi ketua Panwas Delitua setelah dua orang komisioner lainnya tidak bertanggung jawab.

"Awalnya si Agus Elia Ginting yang ketua. Bersama Jamaluddin Lubis mereka kongkalikong dengan Kepala dan Bendahara Sekretariat Kecamatan, main kan anggaran. Karena aku ributi, akhirnya si Agus mengundurkan diri," ucap Nirmalasari.

Setelah si Agus mundur, lanjut Nirmalasari, ketua panwas lalu diambil alih Jamaluddin. Tetapi permainan anggaran tetap mereka lakukan. Anggaran yang diterima dari Bawaslu Deliserdang tidak transparan mereka gunakan. Nirmalasari tetap ngotot ingin anggaran panwas yang diterima dari bawaslu kabupaten digunakan sesuai RAB (Rancangan Anggaran Biaya).

"Ribut-ribut soal anggaran itu sudah sejak pilgubsu 2018 berlajut ke pilpres 2019. Jamaluddin saat itu menghilang, sebelum pilpres. Dia tak muncul-muncul lagi sampai selesai pilpres. Setelah selesai pilpres dia baru kelihatan datang-datang lagi ke kantor panwas kecamatan," beber Nirmalasari.

Sebagai komisioner, akhirnya Nirmalasari ditetapkan jadi ketua panwas pengganti. Setelah ditetapkan jadi ketua, Nirmalasari mulai memeriksa semua anggaran yang ada. Tapi kali ini lawannya ASN, yaitu kepala dan bendahara sekretarit panwas kecamatan delitua.

Kepala Sekretariat Panwas Delitua Sahril dan Bendahara Asmiwati Lubis alias Butet, sepertinya tidak terima dengan sikap yang dibuat Nirmalasari. Suasan gaduh selalu terjadi antara ketua panwas dan kepala sekretarit dibantu bendahara.

Anggaran panawas dicurigai Nirmalasari banyak disalahgunakan oleh Sahril dan Butet. Ternyata Agus Elia Ginting ada dibalik permainan Sahril dan Butet. "Mereka kerja sama. Apa yang aku tanya selalu mereka tutupi, alasannya ada saja, inilah, itulah," kata Nirmalasari.

Menurutnya, anggaran yang dimainkan komisioner, kepala dan bendahara sekretariat panwas kecamata delitua diantaranya uang PPL, uang komunikasi, uang untuk peserta bimtek, uang sewa mobiler dan lainnya. "Aku tidak pernah melihat laporan keuangannya," cetus Nirmalasari.

Persoalan itu kata Nirmalasari sudah dilaporkannya ke Bawaslu Deliserdang. Namun sampai saat ini belum ada tanggapan dari Kepala Sekretariat Bawaslu Deliserdang Bob Indrawan. Nirmalasari juga mendug sudah terjadi kongkalikong anggaran antar paswan kecamatan dengan kabupaten.

"Mereka kan sama-sama ASN Pemkab Deliserdang. Mungkin ada setoran khusus sekretariat kecamatan kepada sekretariat kabupaten," kata Nirmalasari.

Dengan bukti-bukti yang dimiliki, Nirmalasari Siregar berencana akan melaporkan dugaan korupsi permainan anggaran panwas kecamatan delitua ini kepada penegak hukum. Soalnya, kata Nirmalasari, setia anggaran cair dari bawaslu kabupaten, selalu dipotong Rp 2,5 juta.

"Aku tanya sama si Sahril dan Butet, untuk apa uang Rp 2,5 juta itu dikasih ke bawaslu kabupaten. Kata Sahril dan Butet untuk setoran jaga-jaga jika diperiksa jaksa atau polisi," terang Nirmalasari.

Dirinya sudah siap jika nantinya ada tekanan dari pihak sekretariat kecamatan dan kabupaten jika dugaan korupsi permainan anggaran panwas ini muncul ke publik dan diselediki oleh jaksa atau polisi. "Aku sudah siap, biar mereka juga tahu," tandasnya mengakhiri.

Editor: admin

T#g:bawaslu deliserdangBawaslu Sumutpanwas delituapilgubsupilpres
Berita Terkait
  • Sabtu, 19 Okt 2019 12:20

    Ketua PMII Ajak Mahasiswa Kawal Pelantikan Jokowi-Amin

    Ketua Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Medan Joni Sandri Ritonga mengajak seluruh masyarakat khususnya mahasiswa menjadi garda terdepan untuk bersama-sama mengawal pelantikan Presiden-Wakil Jokowi-Amin.

  • Sabtu, 19 Okt 2019 11:59

    Rumah Adat Papua dan Padang Sambut Pelantikan Jokowi-Amin

    Jelang pelantikan presiden-wakil presiden terpilih 2019-2024, Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'ruf Amin, gedung DPR, Sabtu 19 Oktober 2019, mulai disolek untuk terlihat cantik.

  • Rabu, 09 Okt 2019 23:44

    Kecuali Papua, 100 Persen TNI AD Kawal Pelantikan Jokowi

    Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa menyatakan perkembangan keamanan wilayah di Indonesia menjelang pelantikan presiden pada 20 Oktober 2019 mendatang sangat baik.

  • Sabtu, 28 Sep 2019 12:02

    Dilema, Jokowi Sendiri & RUU KPK

    Sebuah pilihan yang sulit bagi Jokowi. Diteruskan akan berhadapan dengan mahasiswa! Tak diteruskan dengan Perppu KPK, bakal ditinggal Parpol Koalisi. Apalagi, BEM se-Indonesia menolak undangan pertemuan dengan Presiden Jokowi.

  • Kamis, 29 Agu 2019 12:58

    Ngaku Anggota BIN, Mantan Ketua KPU Sumut Bantah Terlibat Jaringan OK Fadli

    Akhirnya Yulhasi buka mulut. Mantan Ketua KPU Sumut itu membantah terlibat jaringan OK Fadli yang mengaku anggota BIN dan bisa mengatur suara di KPU.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2019 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir