Bank Sumut
  • Home
  • Kerah Putih
  • Ada Setoran "Haram" Rp 2,5 Juta Panwas Kecamatan ke Bawaslu

Ada Setoran "Haram" Rp 2,5 Juta Panwas Kecamatan ke Bawaslu

Oleh: Artam
Sabtu, 24 Agu 2019 16:52
Dibaca: 755 kali
drberita/istimewa
Nirmalasari Siregar, mantan Ketua Panwas Delitua, Kabupaten Deliserdang.
DRBerita | Dugaan korupsi anggaran pengawasan pemili menguap ke publik. Mantan ketua Panwas Kecamatan di Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, yang bicara blak-blakan. Ia menuding ASN yang bermain di balik dugaan korupsi itu.

Berawal dari tudingan tidak kompak, Nirmalasari Siregar mulai membeberkan dugaan korupsi yang dilakukan ASN Sekretariat Panwas Delitua, Sabtu 24 Agustus 2019. Ia menjadi ketua Panwas Delitua setelah dua orang komisioner lainnya tidak bertanggung jawab.

"Awalnya si Agus Elia Ginting yang ketua. Bersama Jamaluddin Lubis mereka kongkalikong dengan Kepala dan Bendahara Sekretariat Kecamatan, main kan anggaran. Karena aku ributi, akhirnya si Agus mengundurkan diri," ucap Nirmalasari.

Setelah si Agus mundur, lanjut Nirmalasari, ketua panwas lalu diambil alih Jamaluddin. Tetapi permainan anggaran tetap mereka lakukan. Anggaran yang diterima dari Bawaslu Deliserdang tidak transparan mereka gunakan. Nirmalasari tetap ngotot ingin anggaran panwas yang diterima dari bawaslu kabupaten digunakan sesuai RAB (Rancangan Anggaran Biaya).

"Ribut-ribut soal anggaran itu sudah sejak pilgubsu 2018 berlajut ke pilpres 2019. Jamaluddin saat itu menghilang, sebelum pilpres. Dia tak muncul-muncul lagi sampai selesai pilpres. Setelah selesai pilpres dia baru kelihatan datang-datang lagi ke kantor panwas kecamatan," beber Nirmalasari.

Sebagai komisioner, akhirnya Nirmalasari ditetapkan jadi ketua panwas pengganti. Setelah ditetapkan jadi ketua, Nirmalasari mulai memeriksa semua anggaran yang ada. Tapi kali ini lawannya ASN, yaitu kepala dan bendahara sekretarit panwas kecamatan delitua.

Kepala Sekretariat Panwas Delitua Sahril dan Bendahara Asmiwati Lubis alias Butet, sepertinya tidak terima dengan sikap yang dibuat Nirmalasari. Suasan gaduh selalu terjadi antara ketua panwas dan kepala sekretarit dibantu bendahara.

Anggaran panawas dicurigai Nirmalasari banyak disalahgunakan oleh Sahril dan Butet. Ternyata Agus Elia Ginting ada dibalik permainan Sahril dan Butet. "Mereka kerja sama. Apa yang aku tanya selalu mereka tutupi, alasannya ada saja, inilah, itulah," kata Nirmalasari.

Menurutnya, anggaran yang dimainkan komisioner, kepala dan bendahara sekretariat panwas kecamata delitua diantaranya uang PPL, uang komunikasi, uang untuk peserta bimtek, uang sewa mobiler dan lainnya. "Aku tidak pernah melihat laporan keuangannya," cetus Nirmalasari.

Persoalan itu kata Nirmalasari sudah dilaporkannya ke Bawaslu Deliserdang. Namun sampai saat ini belum ada tanggapan dari Kepala Sekretariat Bawaslu Deliserdang Bob Indrawan. Nirmalasari juga mendug sudah terjadi kongkalikong anggaran antar paswan kecamatan dengan kabupaten.

"Mereka kan sama-sama ASN Pemkab Deliserdang. Mungkin ada setoran khusus sekretariat kecamatan kepada sekretariat kabupaten," kata Nirmalasari.

Dengan bukti-bukti yang dimiliki, Nirmalasari Siregar berencana akan melaporkan dugaan korupsi permainan anggaran panwas kecamatan delitua ini kepada penegak hukum. Soalnya, kata Nirmalasari, setia anggaran cair dari bawaslu kabupaten, selalu dipotong Rp 2,5 juta.

"Aku tanya sama si Sahril dan Butet, untuk apa uang Rp 2,5 juta itu dikasih ke bawaslu kabupaten. Kata Sahril dan Butet untuk setoran jaga-jaga jika diperiksa jaksa atau polisi," terang Nirmalasari.

Dirinya sudah siap jika nantinya ada tekanan dari pihak sekretariat kecamatan dan kabupaten jika dugaan korupsi permainan anggaran panwas ini muncul ke publik dan diselediki oleh jaksa atau polisi. "Aku sudah siap, biar mereka juga tahu," tandasnya mengakhiri.

Editor: admin

T#g:bawaslu deliserdangBawaslu Sumutpanwas delituapilgubsupilpres
Berita Terkait
  • Kamis, 29 Agu 2019 12:58

    Ngaku Anggota BIN, Mantan Ketua KPU Sumut Bantah Terlibat Jaringan OK Fadli

    Akhirnya Yulhasi buka mulut. Mantan Ketua KPU Sumut itu membantah terlibat jaringan OK Fadli yang mengaku anggota BIN dan bisa mengatur suara di KPU.

  • Selasa, 20 Agu 2019 22:39

    Identitas OK Fadli Terungkap: Penipu Ngaku Anggota BIN

    Pertemuan terjadi di salah satu warung kopi dekat Terminal Pinang Baris. Penuh emosi, Hendry mulai buka suara. Ia mengenl OK Fadli cukup lama. Pria paruh baya itu mengatakan OK Fadli anggota BIN palsu.

  • Minggu, 18 Agu 2019 19:26

    Dugaan Korupsi Bawaslu Sumut: Iwan Tero Dituding Sebagai Dalang

    Dugaan korupsi Bawaslu Sumut di Pilgubsu tahun 2018, satu per satu mulai terungkap. Mulai pengadaan barang, perjalanan dinas hingga kegiatan bimbingan teknis (bimtek) yang dilaksanakan.

  • Jumat, 16 Agu 2019 23:37

    Ngaku Anggota BIN, OK Fadli Bisa Atur Suara di KPU

    Praktek jual suara di Pemilihan Legislatif 2019 ternyata bukan isapan jempol. Harga satu suara dijual senilai Rp 65 ribu. Praktek politik hitam ini terjadi di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi dan kabupaten kota.

  • Rabu, 17 Jul 2019 20:57

    DKPP Hanya Berhentikan Yulhasni dan Benget dari Jabatannya di KPU Sumut

    Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) memberhentikan Yulhasni dari jabatannya sebagai Ketua KPU Provinsi Sumatra Utara. Selain itu juga Benget Manahan Silitonga dari komisioner divisi teknis.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2019 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir