Bank Sumut
  • Home
  • Kerah Putih
  • Ada Dugaan Proyek Fiktif Rp4,8 Miliar di Dinas Bina Marga Medan

Ada Dugaan Proyek Fiktif Rp4,8 Miliar di Dinas Bina Marga Medan

Rabu, 22 Nov 2017 19:42
Dibaca: 591 kali
drberita/istimewa
Kantor Dinas Bina Marga Medan.
DINAMIKARAKYAT - Dinas Bina Marga Medan mengakui melakukan pengaspalan jalan negara, tepatnya di Jalan Letda Sudjono, 2013 lalu. Parahnya lagi anggaran sebesar Rp4,8 miliar tersebut dicairkan.

Padahal anggaran tersebut juga sudah dianggarkan di APBN. Adanya pengaspalan jalan tersebut diakui Kabid Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga Medan, Muradi kepada wartawan, kamarin.

Anehnya Muradi mengetahui jalan tersebut masuk jalan nasional, bukan jalan Kota Medan. Bahkan, sudah dianggarkan di APBN.

"Ya, itu memang jalan nasional. Namanya perintah. Kami kerjakanlah. Masyarakat juga mengeluh. Mereka mana tahu itu tanggung jawab siapa. Yang penting kami perbaiki," ungkapnya.

Sedangkan masalah anggaran yang tumpang tindih, Muradi juga terkesan tidak mempersoalkan. Sebab, baginya anggaran tersebut sama.

"Samanya itu. Kami juga dapat Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pusat. Sama-sama mengerjakan infrastruktur. Kami mengerjakan jalan kota, pemprov mengerjakan jalan provinsi dan pusat mengerjakan jalan negara," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD Medan Irwan Ritonga membenarkan anggaran Rp4,8 miliar dicairkan.

Pencairan tersebut berdasarkan Surat Perintah Membayar (SPM) yang diajukan oleh Dinas Bina Marga Medan saat itu. Dia juga mengakui, sampai saat ini status jalan tersebut merupakan jalan nasional.

"Itu memang dicairkan berdasarkan SPM diajukan. Kami tidak melihat itu. Sampai sekarang jalan tersebut juga masih berstatus jalan nasional. Bukan jalan kota," tambahnya. (ril/drc)

Editor: admin

T#g:apbn medandinas bina marga medandinas pu medankorupsi apbdkorupsi apbnpemko medanproyek fiktif apbd
Berita Terkait
  • Selasa, 20 Feb 2018 01:29

    Surat Tuntutan Belum Selesai, Sidang Korupsi Binahati Batal Digelar

    JPU batal membacakan surat tuntutan terdakwa korupsi dana penyertaan modal Pemkab Nias tahun 2007 senilai Rp6 miliar Binahati B Baeha di Pengadilan Tipikor Medan, Senin 19 Februari 2017.

  • Selasa, 20 Feb 2018 01:12

    Kejati Sumut Dinilai Tidak Profesional Tangani Kasus Korupsi

    Seperti tidak ditahannya tersangka kasus dugaan korupsi dana sosialisasi peningkatan aparatur pemerintah desa di Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas) Sumut tahun 2015 inisial ES.

  • Selasa, 20 Feb 2018 01:10

    DPRD Medan Akui Proyek Jalur Pendestrian Rp100 Miliar Mubajir

    Pembangunan jalur pendestrian tersebut telah menghabiskan APBD 2017 senilai Rp100 miliar melalui Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Perhubungan serta Dinas Kebersihan dan Pertamanan Pemko Medan.

  • Kamis, 15 Feb 2018 00:59

    Kejati Sumut dan Tim Ahli Jadwalkan Pemeriksaan Lapangan Proyek Taman Raja Batu

    Kejati Sumut sudah berkoordinasi dengan saksi ahli untuk turun ke lapangan melakukan pengecekan langsung ke objek korupsi Taman Raja Batu, di kawasan Perkantoran Paya Loting, Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

  • Rabu, 14 Feb 2018 02:03

    Tiga Terdakwa Korupsi Kapal Nelayan DKP Sumut Dihukum Bervariasi

    Tiga terdakwa kasus korupsi pengadaan 6 unit kapal nelayan, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumut dijatuhi hukuman bervariasi di Pengadilan Tipikor Medan, Selasa 13 Februari 2018.

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2018 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir