Bank Sumut

Acil Lubis Tolak Utusan Rektor UIN Sumut

Rabu, 30 Okt 2019 01:20
Dibaca: 1.576 kali
drberita/istimewa
Acil Lubis
DRberita | Aktivis 98 Acil Lubis mengatakan ada dua orang yang mengaku utusan dari Rektor Prof. Saidurrahman, menjumpai dirinya untuk meredam informasi kasus dugaan korupsi pembangunan gedung kuliah terpadu Universitas Islam Negeri (UIN) Sumut.

"Ada dua orang yang mengaku utusan Rektor UIN Sumut Prof Saidurrahman datang menjumpai saya, mereka si Ansari dan Solah. Mengaku disuruh rektor, minta agar kasus dugaan korupsi UIN Sumut itu tidak dikembangkan di media," ucap Acil, Selasa 29 Oktober 2019.

Ia mengaku telah menolak kedua orang tersebut. "Keduanya saya tolak, ada tawaran dari mereka, minta agar tidak diributi di media kasus korupsi mereka (UIN Sumut). Katanya mereka disuruh rektor," cetusnya.

Acil mengaku akan melakukan aksi unjuk rasa di KPK agar kasus dugaan korupsi pembangunan gedung kuliah terpadu UIN Sumut segera ada tersangkanya. "Kita akan aksi di KPK, minta agar Rektor UIN Sumut Prof Saidurrahman ditangkap atas kasus dugaan korupsi dan suap," tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, Rektor UIN Sumut Prof Saidurrahman dan sejumlah pejabat Universitas Islam Negeri (UIN) Sumut diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Jalan AH. Nasution. Penyidik KPK berada di Medan selama tiga hari.

Pemeriksaan itu terkait dugaan korupsi dan suap proyek pembangunan gedung kuliah terpadu di kampus UIN Sumut, Jalan Pancing Medan. Penyidik KPK yang datang ke UIN Sumut, menyita sejumlah dokumen terkait tender pembangunan gedung kuliah terpadu.

Masing-masing yang diperiksa, Marudut Kasubag Rumah Tangga, Moraluddin Kasubag BMN, Rizki Anggraini staf sekaligus ketua panitia, Syahruddin Siregar Kabag Kepegawaian sekaligus PPK dan Monca Tigabena bendahara UIN Sumut.

Kabag Kepegawain UIN Sumut Syahruddin Siregar tidak membantah adanya penyidik KPK yang datang dan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pejabat yang terkait dugaan korupsi dan suap pemabangunan gedung kuliah terpadu tersebut. Tapi Syahruddin Siregar tidak mau berkomentar banyak. "Iya, ada mereka (KPK) datang," tutupnya.

Pembangunan gedung kuliah terpadu UIN Sumut senilai Rp 45.766.730.079,91 itu diikuti oleh 25 perusahaan. PT Multikarya Bisnis Perkasa ditetapkan sebagai pemenang lelang. Namun progres pekerjaan dengan batas waktu yang ditentukan hanya 60 persen, akan tetapi pencairan uang dilakukan 91 persen. (art/drc)

Editor: admin

T#g:acil lubiskampus uin sumutkorupsi uin sumutkpk periksa uin sumut
Berita Terkait
  • Senin, 18 Nov 2019 00:34

    Dugaan Korupsi UIN Sumut: OMMBAK Akan Demo di Mabes Polri

    Supervisi KPK ke Polda Sumut dalam penanganan kasus dugaan korupsi di Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara sepertinya tidak berjalan maksimal. LSM OMMBAK berencana akan melakukan aksi unjuk rasa di Mabes Polri.

  • Selasa, 12 Nov 2019 11:22

    Demo Dugaan Korupsi UIN Sumut di KPK Diperkuat Pengakuan PPK

    Belum sampai satu jam berorasi, Koordinator Aksi OMMBAK Sumut Rozi Albanjari dan Kordinator Lapangan Ilham diterima petugas dan masuk ke dalam gedung merah putih.

  • Minggu, 10 Nov 2019 12:27

    OMMBAK Unjuk Rasa di KPK Bongkar Dugaan Korupsi UIN Sumut & OTT Walikota Medan

    LSM Organisasi Mahasiswa dan Masyarakat Bersatu Anti Korupsi (OMMBAK) Sumatera Utara akan berunjukrasa di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), untuk mendorong KPK membongkar dugaan Korupsi UIN Sumut dan kasus OTT Walikota Medan.

  • Kamis, 07 Nov 2019 18:10

    Aktivis 98 Ajak Preman Intelektual Dukung KPK Bongkar Korupsi UIN Sumut

    Aktivis 98 Acil Lubis akan mengajak semua preman intelektual untuk mendukung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar membongkar dugaan korupsi yang terjadi di UIN Sumut.

  • Selasa, 05 Nov 2019 10:20

    Kasus UIN Sumut, Kompol Daniel: Tanya saja ke humas

    Penyidik tipikor Polda Sumut menolak menjelaskan hasil penyidikan kasus dugaan korupsi pembangunan gedung kuliah terpadu UIN Sumut berbiaya puluhan miliar. Ada apa?

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2019 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir