Bank Sumut

Abraham Samad: Ketua KPK itu lebih tinggi dari menteri

Senin, 16 Apr 2018 15:36
Dibaca: 496 kali
drberita/istimewa
Mantan Ketua KPK Abraham Samad.
DINAMIKARAKYAT - Mantan ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad tidak berminat jika akhirnya dirinya ditunjuk sebagai menteri untuk kabinet pemerintahan periode mendatang. Sebab, ia khawatir hal ini justru akan menurunkan muruah KPK.

"Ketua KPK itu lebih tinggi dari menteri. Nanti marah anak-anak KPK kalau saya menurunkan marwah lembaga itu sendiri," kata Abraham dalam acara "Abraham Samad Bicara Arah Bangsa ke Depan dengan Jurnalis Jogja" di Yogyakarta, Minggu 15 April 2018 malam.

Abraham khawatir jika akhirnya menerima tawaran sebagai menteri, akan banyak stakeholder KPK yang tersinggung. Sebagai mantan ketua KPK, ia merasa memiliki kewajiban menjaga muruah serta kredibilitas lembaga yang namanya dianggap telah melekat pada dirinya itu.

Ia menilai posisi pimpinan KPK berada di atas menteri karena semasa kepemimpinannya, lembaga antirasuah itu bisa menangkap para menteri yang terbukti terlibat tindak pidana korupsi.

"Buktinya apa, saya pernah menangkap orang yang dalam status menteri tiga orang, Suryadharma Ali, Andi Alfian Mallarangeng, dan Menteri ESDM Jero Wacik. Semuanya (saat itu) menteri aktif. Itu fakta bahwa posisi KPK itu lebih di atas menteri," kata dia.

Selain untuk menjaga muruah KPK, menurut Abraham, komitmen untuk tidak tergiur menjadi menteri dimaksudkan agar para anggota KPK tetap memiliki semangat serta kebanggaan bahwa lembaga itu luar biasa.

Abraham juga mengaku pernah menolak mentah-mentah tawaran sejumlah partai politik (parpol) yang ingin mengusung dirinya menjadi calon gubernur Sulawesi Selatan. "Kalau Abraham Samad an sich bukan siapa-siapa, tetapi ada sesuatu yang melekat pada diri saya yang harus saya jaga marwahnya," kata dia.

Kendati demikian, dalam kesempatan yang sama, Abraham mengaku siap jika suatu saat mendapat amanah sebagai calon wakil presiden, calon presiden, atau kembali menjadi ketua KPK. Menurut dia, sudah ada dua parpol yang mendekati dirinya terkait pilpres 2019.

"Apa paun amanah yang diberikan rakyat kepada saya maka itu menjadi kewajiban konstitusi saya. Tidak satu pun warga negara yang ketika diberi amanah, dia menolaknya. Kalau dia menolak berarti dia lari dari tugas dan itu pantangan bagi saya," kata dia. (antara/drc)

Editor: admin

T#g:abraham samadkorupsikpklembaga anti rasuah
Berita Terkait
  • Selasa, 20 Agu 2019 19:26

    Sujamrat Amro Tak Sendiri Lagi, Sudah Ada 1 Teman

    Setelah melakukan proses penyidikan yang panjang, Tipikor Polda Sumut menahan Direktur PT Rian Makmur Jaya (RMJ) Junaedi, Senin 19 Agustus 2019 malam.

  • Selasa, 13 Agu 2019 00:33

    Jika Bandit Berhasil Merebut KPK, Dipastikan Badan Antikorupsi Ini Akan Hancur

    Kali ini, entah mengapa, banyak orang kuat yang mengincar posisi komisioner di KPK. Kelihatannya, ada pihak yang sedang bekerja keras untuk menggiring agar pimpinan KPK jatuh ke tangan mereka.

  • Selasa, 13 Agu 2019 00:18

    Dana Bimtek 142 Desa Kabupaten Batubara, Jaksa & Polisi Dimana?

    Kejaksaan Tinggi dan Polda Sumatera Utara didesak segera mengusut tuntas dana miliaran rupiah yang digunakan untuk Bimbingan Teknis (Bimtek) dari 142 desa di Kabupaten Batubara.

  • Jumat, 09 Agu 2019 20:03

    Selamat Datang Asintel Andi Murji Machfud di Sumut

    Posisinya digantikan Andi Murji Machfud yang sebelumnya Kepala Sub Direktorat Pertahanan dan Keamanan pada Direktorat Ideoologi, Politik, Pertahanan dan Keamanan Jamintel Kejagung RI.

  • Jumat, 09 Agu 2019 17:07

    Untuk Efek Jera Tindak Pidana Korupsi Hukuman Mati Harus Diperluas

    Perbuatan korupsi tidak menunjukkan angkat penurunan baik dari segi jumlah orang atau pelaku yang melakukan perbuatan perbuatan korupsi, maupun dari segi nilai rupiahnya.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2019 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir