• Home
  • Kerah Putih
  • Ada 'Siswa Siluman' di SMP Negeri 8 Medan, Hasan Basri Berkilah

Ada 'Siswa Siluman' di SMP Negeri 8 Medan, Hasan Basri Berkilah

Jumat, 28 Jul 2017 18:31
Dibaca: 493 kali
drberita/istimewa
SMP Negeri 8 Medan memasukan 2 'siswa siluman' dengan didampingi orantuanya, Jumat 21 Juli 2017, pukul 07.15 WIB.
DINAMIKARAKYAT - Guna memenuhi daya tampung kuota siswa, SMP Negeri 8 Medan Masukkan 24 'siswa siluman' diduga melalui proses suap, Kepala Dinas Pendidikan Hasan Basri berkilah.
 
Padahal, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia Muhadjir Effendy dengan tegas dalam peraturan No. 17 Tahun 2017 tentang PPDB, melarang. Namun tampaknya tidak membuat efek jera bagi para kepala sekolah.

Pasalnya, dalam pelaksanaan PPDB T.A 2017/2018 pihak SMP Negeri 8 Medan masih melakukan tradisi 'siswa siluman' guna memenuhi daya tampung kuota siswa.

Hasil investigasi wartawan, dari test akademik 70% yang lulus masuk ke SMP Negeri 8 Medan berjumlah 249 siswa. Kemudian, hasil test tertulis 30% yang lulus berjumlah 91 siswa dengan total keseluruhan menjadi 340 siswa.

Berdasarkan ketentuan daya tampung kuota siswa SMP Negeri 8 Medan berjumlah 360 siswa. Pihak SMP Negeri 8 nekat melakukan perekrutan terhadap 24 'siswa siluman' tanpa mengikuti test akademik dan test tertulis.

"Dalam kelas kami kurang lebih berjumlah 38 orang, kalau di kelas lain kami tidak tau om," jelas salah seorang siswa baru kelas 7 di SMP Negeri 8 Medan.

Ketika dikonfirmasi melalui selular, Kepala Sekolah SMP Negeri 8 Medan Muslim Lubis terkesan mengelak, dan menutup diri. "Sebentar ya, saya lagi ada acara," ucapnya menutup panggilan telefon.

Terpisah, Syafaruddin Sipahutar, selaku Ketua Panitia PPDB SMP Negeri 8 Medan yang juga merupakan Wakil Kepala Sekolah, ketika dikonfirmasi melalui selular mengaku bahwa pihaknya telah memenuhi daya tampung kuota siswa di SMP Negeri 8 Medan.

"Sudah cukup kok jumlah siswa di SMP Negeri 8 Medan sesuai daya tampung kuotanya. Bahkan sudah mencapai 364 siswa," jelasnya dengan suara gugup.

Namun, ketika dipertegas melalui jalur apakah ke 24 siswa tersebut masuk dan diterima di SMP Negeri 8 Medan, ia enggan berkomentar dan langsung menutup panggilan telefonnya.

Lima Siswa Tinggal Kelas

Sementara itu, terbongkar adanya penambahan siswa di SMP Negeri 8 Medan. "Ada lima siswa tambahan lagi di bangku kelas 7. Mereka merupakan siswa yang tinggal kelas dan ditempatkan oleh pihak sekolah ke bangku kelas 7 yang baru ini. Namun, mereka belum mengikuti kegiatan belajar mengajar karena ketua panitia dan kepala sekolahnya sibuk mengurusi 'siswa siluman'," beber narasumber terpercaya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan Hasan Basri ketika dikonfirmasi melalui pesan Whatsapp, menyikapi temuan tersebut agar wartawan berkordinasi dengan pihak sekolah.

"Saya cek dulu info ini melalui Kabid Dikdas. Tidak boleh ada siswa siluman, kalau kepala sekolah bisa pertanggungjawabkan mekanismenya sudah sesuai juknis atau tidak itu yang berlaku," ungkapnya.

Dipertegas dengan Permendikbud No. 17 tahun 2017 tentang PPDB pasal 24 bahwa jumlah maksimum rombel perkelas siswa SMP adalah 32 orang, Hasan mengaku bahwa daya tampung SMP Negeri Kota Medan rendah.

"Sudah ada permohonan kita ke Kemendikbud dan sudah ada jawabannya secara nasional. Kebijakan lokal juga ada karena jumlah daya tampung SMP Negeri kita masih rendah. Ini juga memenuhi harapan masyarakatkan?," sebutnya.

Ditanya kembali lampiran permohonan ke kemendikbud memang sudah ada jawaban secara nasional, serta kebijakan lokalnya, Hasan Basri berkilah.

"Kita minta khususnya rekan media jangan dulu mengembangkan istilah 'siswa siluman' lah. Siswa itu anak-anak kita juga, prosesnya yang kita telusuri dulu. Iya memang proses rekrutmen itu yang kita bahas, kalau ada yang salah kita luruskanlah. Kita sedang turunkan tim monitoring di bawah koordinasi Kabid Dikdas, Pak Masrul," jelasnya. (art/drc)

Editor: admin

T#g:dinas pendidikan medanhasan basrikorupsi pendidikan
Berita Terkait
  • Minggu, 20 Mei 2018 08:41

    77 Gedung SD di Kota Medan Diduga Jadi Ajang Korupsi

    Sebanyak 77 gedung Sekolah Dasar (SD) di Kota Medan, diduga jadi ajang korupsi oknum Dinas Pendidikan dan petinggi Pemko Medan, dengan total anggarannya sebanyak Rp 15,027 miliar.

  • Rabu, 16 Mei 2018 01:42

    Sambut Ramadhan, IKA SMP Negeri 4 Medan Ajak Anak Yatim Nobar Film Infinity War

    Menyambut bulan suci Ramadhan, Ikatan Keluarga Alumni (IKA) SMP Negeri 4 Medan, mengajak puluhan anak yatim nonton bareng (nobar) film Infinity War di Studio XXI, Ringroad City Walks (RCW), Selasa 15 Mei 2018.

  • Senin, 12 Mar 2018 00:37

    Eksepsi Terdakwa Korupsi Dikabulkan Hakim, Jaksa Siapkan Prindik Baru

    ‎Dua terdakwa dikabulkan eksepsinya adalah Waswin Lubis selaku Pejabat Pembuat Komitmet (PPK) dan Juli Syahbana Siregar alias Budi selaku Wakil Direktur 3 CV Kebersamaan.

  • Kamis, 01 Mar 2018 23:41

    Dua Terdakwa Korupsi Seragam SD Negeri Labusel Diadili

    Kedua terdakwa masing-masing Waswin Lubis selaku Pejabat Pembuat Komitmet (PPK) dan Juli Syahbana Siregar alias Budi selaku Wakil Direktur 3 CV Kebersamaan.

  • Minggu, 19 Nov 2017 22:00

    Dugaan Korupsi Rehab Gedung SD dan SMP Dilaporkan ke Kejari Medan

    Puluhan massa Laskar Anak Negeri (LARI) berunjukrasa menuntut Kejari Medan menggusut dan memeriksa dugaan korupsi Dinas Pendidikan Kota Medan, terkait dana rehab gedung SD, SMP senilai Rp43 miliar.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2018 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir