Bank Sumut

Wibi Mangrove Menuju Istana Negara

Oleh: Yudha
Minggu, 11 Agu 2019 23:18
Dibaca: 262 kali
drberita/istimewa
Wibi "Mangrove" Nugraha.
Langit siang ini berawan, namun matahari membeliakkan matanya. Membakar apa saja yang disinari. Tapi, panasnya tak surutkan langkah lelaki berusia 39 tahun itu. Wibi Nugraha, dengan tubuh gempalnya, terus saja menyusuri Hutan Mangrove. Tak geming dengan hal yang menjadi halangan dalam mewujudkan tekad.

Pria yang lahir di Bangka-belitung, ini, terus saja berfikir keras. Bagaimana kelangsungan hidup tanaman laut itu. Tak sudah-sudah dirinya berbuat.

"Aku tak akan berhenti berfikir, berencana dan berbuat untuk kelestarian Mangrove ini, bang. Sampai anak-anakku nanti pun yang akan meneruskan apa yang sudah kulakukan," paparnya di akhir pekan.

Wibi memulai perjalanannya menjadi pegiat Mangrove sejak tahun 2006 hingga sekarang. Tak terhitung sudah berapa banyak daerah pesisir yang ada hutan bakau didatanginya. Mendata, mengumpulkan serta melakukan riset berbagai jenis atau spesies dari Rhyzopora ini.

Ayah dari Langit Biru Ramadhan, Lembayung Senja Raya dan Launa Indah Pelangi Malaka, ini tak pernah main-main dalam menekuni tanaman ini.

"Aku khawatir, alam akan marah, apabila kita tak menjaga dan merawatnya. Terutama pesisir pantai, yang masyarakatnya belum paham akan pentingnya tanaman yang berkeluarga dengan Rhyzopora Mucronatae ini" bebernya lagi.

Pria yang menamatkan pendidikan terakhirnya di SMU Negeri 3 Salatiga, Jawa Tengah, ini tak pernah peduli ketika dianggap 'gila' oleh orang lain. Dirinya memaklumi itu, sebab, siapalah yang mau tanpa dibayar sepeser pun, menanami bakau. Apalagi, dengan usia tanaman yang sangat lama untuk tumbuh membesar. Sekitar puluhan, bahkan ratusan tahun.

Wina Widya, sang isteri terkasih, hanya tersenyum jika mendengar ada orang yang menyebut suaminya 'sedheng'. Justru ia sangat merespon apa yang dikerjakan oleh pria berkulit putih ini.

Perjuangan yang dilakukannya pun tak pelak lagi terganjar oleh hasil yang maksimal. Perlahan, apa yang dilakukannya, mulai dilirik oleh pejabat pemerintah mau pun perorangan. Tak sedikit pihak yang ingin mengajak bekerja sama untuk melestarikan tanaman berfamili banyak itu.

Saat ditanya, mengapa dirinya mau melaksanakan ini semua, ia hanya tersenyum. Tujuannya hanya dua, menjaga alam, dan menjadikan masyarakat pesisir bertambah wawasan serta meningkatnya ekonomi mereka.

Wibi juga mengikutkan dirinya dalam berbagai kegiatan tentang konservasi. Tak sia-sia, dia mampu menyabet juara I tingkat nasional Wana Lestari untuk kategori Kader Konservasi Alam. Dirinya menjadi satu-satunya peserta dari Sumatera Utara pada waktu itu.

Dan sekarang pun, tengah mempersiapkan segala persyaratan dan kebutuhan untuk lomba di tingkat nasiona yang akan diselenggarakan di Jakarta pada 17-19 Agustus 2019.

Bukan tanpa alasan, kenapa sosok yang 'low profile' ini mampu menjadi yang terbaik. Ia telah melakukan penanaman sepanjang Pantai Pesisir Timur, mulai dari Sibolga hingga Nangroe Aceh Darusalam.

Wibi juga menjadi pendamping dari Kelompok Tani Rencong Aceh Utara, yang sudah mendapatkan legalitas perawatan dan pelestarian perhutanan sosial seluas 1880 ha dari LHK Kehutanan RI.

Tak hanya itu, dirinya juga didapuk sebagai pendamping swadaya opeh Kelompok Tani Nipah di Desa Kwala Serapuh Kabupaten Langkat, denga NKK Kulin dari Kementerian LHK RI seluas 242 ha.

Dan sejak tahun 2016 pun, didaulat menjadi pendamping pula bagi Kelompok Tani Hutan Bakti Nyata Paloh Merbau, Desa Tanjung Rejo, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang, yang saat ini menunggu keluarnya legalitas dari kementerian LHK RI seluas 111 hektare.

Dan yang mesti digarisbawahi, mengapa dirinya bisa jadi seperti ini, semua kelompok dampingannya selalu dibina dan diarahkan. Sehingga mereka mampu mengelola hasil dari apak Hutan Mangrove menjadi produk unggulan.

Seperti yang diperbuatkan oleh Kelompok Tani Rencong, produk unggulan mereka adalah madu liar dan jernang, Kelompok Tani Nipah mempunyai produk unggulan sapu lidi, dari lidi Nipah dan rokok Daun Nipah muda yang diekspor ke beberapa negara.

Kelompok Tani Hutan Bakti Nyata yang paling potensial, kelompok ini memiliki beberapa unggulan. Di antaranya adalah Batik Mangrove, Sirup Mangrove, Dodol Mangrove, Peyek Mangrove, Keripik Jeruju.

Pria nan sederhana ini, juga melakukan pemberdayaan masyarakat di Danau Siombak tempatnya beraktifitas. Mereka melakukan usaha budidaya ikan Nila, pemanfaatan Kerang Lokan dan Buah Nipah, sehingga masyarakat yang ikut membantunya bisa mendapatkan penghasilan.

Selain itu, juga mendirikan sebuah bangunan dari hasi jerih payahnya menabung, yaitu Rumah Baca Merah Putih Danau Siombak untuk pendidikan anak-anak nelayan dan masyarakat sekitar danau. "Berbuat saja, Tuhan pasti akan melihat itu. Dan akan membalas dengan setimpal," ujarnya.

Selama menjalani ini semua, tak pernah sekali pun Wibi membuat proposal bantuan dana kepada siapapun. Namun, banyak orang memberikan bantuan kepadanya.

"Saya menanam mangrove bukan untuk uang, tapi untuk menjadi rumah besar bagi kelangsungan hidup Lutung, Kera dll. Agar mereka bisa hidup dengan nyaman. Herannya, ia membuatkan rumah bagi hewan. Namun, dirinya sampai saat ini tak mempunyai rumah sendiri.

Di sela kegiatannya, Wibi juga merupakan relawan konservasi museum situs Kota Cina yang dikelola oleh Profesor Ichwan Azhari, seorang Guru Besar Universitas Negeri Medan.

Menjelang senja, Wibi menuturkan harapannya.

"Bekerjalah tanpa mengharpkan pamrih. Ikhlas berbuat. Inshaa Allah pasti Allah akan memberikan bantuan dari mana saja. Harapan saya, adalah pemerintah serius untuk membenahi Hutan Mangrove ini. Dan stop alih fungsi lahan Mangrove. Stop perambahan Hutan Mangrove. Harusnya kita bangga Indonesia sebagai pemilik Hutan Mangrove terluas di dunia. Mari kita jaga bersama-sama," asanya.

Menjelang keberangkatannya pada tanggal 15 Agustus 2019 nanti, tak lupa dirinya mengucapkan terima kasih kepada pihak yang dengan rela membantu dan mendukung.

"Terimakasih kepada pemerintah yang peduli terhadap Hutan Mangrove. Bapak Camat Marelan yang baru, El Adrianshah Ketua KNPI Medan, pendiri AMAN Bang Abdon Nababan. Penghargaan ini merupakan bukti pemerintah memperhatikan pegiat lingkungan hidup dan mangrove".

Penghargaan ini ia persembahkan untuk istri, anak, keluarga besar, Ibunda yang berada di Ibukota Jakarta. Dan untuk kelompok tani dampingannya dimanapun berada, juga untuk masyarakat Sumatera Utara. Tak lupa pula kepada teman-teman media yang selalu memedulikannya.

"Allah menjawab kerja keras saya. Dan doa istri dan ibu, serta orang-orang yang peduli dengan kelestarian hutan ini," pungkasnya. (art/drc)

Editor: admin

T#g:danau siombakhutan mangroveistana negarapetanipetani mangrovewibi nugroho
Berita Terkait
  • Kamis, 25 Jul 2019 20:29

    Kasus Gheucik Munirwan: WaLii Aceh Akan Surati Presiden Jokowi

    WaLii meminta Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah untuk mencopot Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh karena dianggap tidak mampu menjalankan tupoksinya sebagai pembina dan pengayom para petani yang ada di Aceh.

  • Rabu, 17 Jul 2019 20:37

    Edy Berharap BPTP Sumut Terus Berinovasi Dalam Teknologi Pertanian

    Gubernur Sumut Edy Rahmayadi berharap Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumatera Utara terus melakukan berbagai inovasi teknologi dan mensosialisasikannya ke masyarakat dan para petani di Sumut untuk meningkatkan hasil panen.

  • Sabtu, 23 Des 2017 01:33

    Petani di Kawasan Danau Toba Dapat Pelatihan Metode Organik

    Kegiatan ini dilaksanakan sesuai Undang Undangn Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) dengan peran serta masyarakat.

  • Sabtu, 02 Sep 2017 17:52

    Harga Gula Lokal Kalah Bersaing Dengan Gula Impor, Kok Bisa?

    Padahal pihaknya telah menyediakan stok gula hingga 400 ton, berasal dari berbagai lokasi yang menjadi kewenangan Bulog Subdivre Ciamis.

  • Selasa, 23 Mei 2017 21:45

    Babinsa Ramil 0824/25 Jenggawah Dampingi Pembagian Bibit Jagung

    Seluruh Babinsa Koramil 0824/25 Jenggawah dampingi Gabungan Pok Tani menerima bantuan bibit jagung dari Dinas Pertanaman dan Perkebunan Kabupaten Jember.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2019 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir