Bank Sumut

Ternyata Ramadhan Pohan Keponakan Tuan Guru Besilam

Minggu, 23 Agu 2015 18:54
Dibaca: 3.971 kali
istimewa/drc
Ramadhan Pohan.

DINAMIKARAKYATCOM, Medan - Besilam merupakan sebuah perkampungan yang terletak di Kabupaten Langkat, Kecamatan Padang Tualang, sekitar 65 km dari Kota Medan.

Secara etimologis, besilam berarti pintu kesejahteraan. Kampung ini pertama kali dibangun Almarhum Tuan Guru Syekh Abdul Wahab Rokan atau yang lebih dikenal dengan sebutan Tuan Guru Babussalam pertama.

Pada Minggu (23/8/2015), Ramadhan Pohan berbaju koko mendatangi kampung itu. Kedatangan calon Walikota Medan itu bukan seperti kehadiran banyak orang yang sering berkunjung ke sana.

Tetapi, Politisi Demokrat itu hadir sebagai seorang keponakan yang bersilaturahmi kepada pamannya sendiri, yaitu Tuan Guru Besilam Syekh H Hasyim Al-Syarwani atau lebih dikenal Tuan Guru Hasyim.

Suasana tampak hening ketika Tuan Guru Besilam menyambut keponakannya yang kini banyak menjadi tumpuan harapan warga Kota Medan itu.

Mata Ramadhan Pohan pun tampak berkaca-kaca begitu disambut orang yang tidak hanya dianggapnya sebagai paman, melainkan guru spiritual yang menjadi penyemangat perjuangan.

H Hadiyan Sofi Sag MA, seorang cucu Syekh Fakih Tambah bin Syekh Abd Wahab Rokan (cicit pendiri Besilam) merincikan silsilah keluarga Syekh Abdul Wahab Rokan.

Kata Hadiyan, kakeknya yang bernama Syekh Fakih Tambah adalah anak dari Syekh Abdul Wahab Rokan atau Tuan Guru Babussalam pertama.

Syekh Fakih Tambah memiliki anak bernama Halimah YWR. Halimah memiliki suami bernama H Ali Mahdin bin M Yakub Pohan.

"Nah, H Ali Mahdin bin Yakub Pohan itu punya abang kandung namanya H Abd Mutholib bin M Yakub Pohan. H Abdu Mutholib itulah ayah kandung Bang Ramadhan Pohan," terang Hadiyan merincikan.

Jadi, sambung Hadiyan, secara silsilah Ramadhan Pohan itu adalah keponakan Tuan Guru Besilam saat ini, Syekh H Hasyim Al-Syarwani atau lebih dikenal Tuan Guru Hasyim.

"Ya, pertemuan tadi adalah pertemuan antara paman dengan keponakan lah. Keponakan sungkeman dengan pamannya lah. Jadi ini bukan sekadar silaturahmi antara orang yang mau berkunjung semata," tutur Hadiyan.

Dalam pertemuan dimaksud, dibahas pula soal niatan Ramadhan Pohan mencalonkan diri jadi Walikota Medan.

"Bang Ramadhan Pohan mohon doanya. Ya ini permohonan antara keponakan dengan paman supaya bisa lancar sesuai harapan. Tentu sebagai keluarga, pastilah direstui dan didukung," tukas Hadiyan.

Syekh Abdul Wahab Rokan atau yang dikenal sebagai Tuan Guru Babussalam lahir di Kampung Tengah, Rokan Hulu, Rantau Binuang Sakti, Sumatera Timur, (Sekarang Provinsi Riau).

Lahir pada 19 Rabiul Awal 1230 Hijriyah (28 September 1811) dan wafat pada 27 Desember 1926 atau tepat di usia 115 tahun. (oktaf)

T#g:pilkada
Berita Terkait
  • Minggu, 05 Agu 2018 01:55

    Rahmad Hasibuan Gugat Hasil Pilkada Palas, Apakah Berhasil?

    Dalam pertemuan, Hairul Mac Hasibuan yang juga timses Paslon No. 3 Rahmad P Hasibuan memaparkan bahwa adanya kejanggalan dalam proses pilkada Padanglawas (Palas) 27 Juni 2018 lalu.

  • Kamis, 31 Mei 2018 01:42

    IMM Sumut Imbau Masyarakat Pilih Kepala Daerah Antikorupsi dan Peduli Pemuda

    Pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak di Indonesia tidak akan lama lagi dilaksanakan, kurang dari satu bulan. Termasuk juga pilkada di Sumatera Utara, baik pemilihan Gubernur dan Walikota/Bupati.

  • Senin, 28 Mei 2018 00:31

    E-KTP Tercecer, Tjahjo: Selasa besok harus selesai usulan mutasi

    Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menduga kasus Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik yang terjatuh di Jalan Raya Salabenda, Kabupaten Bogor, bukan karena kelalaian tapi sarat dengan unsur kesengajaan.

  • Kamis, 05 Apr 2018 22:00

    Lagi, Jenderal (Purn) Ingatkan TNI Netral di Pilkada Serentak

    Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu meminta seluruh prajurit TNI agar netral saat penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak berlangsung.

  • Selasa, 27 Mar 2018 01:14

    24 Ribu Napi di Sumut Terancam Tidak Milih di Pilkada Serentak 2018

    Sebanyak 24 ribu wargabinaan di Sumatera Utara terancam tidak bisa menggunakan hak pilihnya di Pilkada Serantak 2018. Hal ini dikarenakan sebagian besar narapidana (napi) tidak memiliki kartu tanda penduduk (KTP) atau e-KTP.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2019 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir