Bank Sumut

Populasi Harimau Sumatera Kategori Kritis di Dunia

Senin, 10 Agu 2015 16:05
Dibaca: 969 kali
istimewa/drc
Kampanye Global Tiger Day.

DINAMIKARAKYATCOM, Medan - Berkurangnya luas hutan mempengaruhi populasi Harimau Sumtera di Indonesia. Untuk itu, masyarakat harus ambil bagian untuk menyelmatkan hutan yang menjadi habitat Harimau Sumatera.

Data yang dirilis Internationak Union for Conservation of Nature (IUCN) menyebutkan, populasi Harimau Sumatera di dunia hanya tinggal 400-600 ekor dan dikategorikan kritis dalam kepunahan daftar merah.

"Salah satu faktor yang menyebabkannya adalah berkurangnya luasan hutan sebagai habitat harimau," jelas Ketua Forum Hasimau Kita, Yoan Dinata di sela-sela kampanye peringatan Global Tiger Day di Lapangan Merdeka, Medan, kemarin (9/8/2015).

Dikatakannya, periode tahun 2000-2012 setidaknya ada sekitar 2,8 juta hektare (Ha) hutan yang hilang. Ini setara dengan dengan 590 Ha atau sama dengan 900 kali lapangan sepakbola. Berkurangnya luas hutan karena konversi menjadi perkebunan kelapa sawit, hutan tanaman industri untuk bahan baku kertas, meubel dan juga perambahan liar.

"Harimau Sumatera merupakan jenis harimau terakhir yang masih tersisa di Indonesia setelah punahnya harimau Jawa dan harimau Bali pada tahun 1940-an dan 1980an. Hewan yang terancam punah ini juga dilindungi pemerintah melalui Undang-Undang (UU) RI No.5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya," urainya.

Sementara, Koordinator Tiger Heart Medan, Siska Handayani mengatakan, kegiatan sama  juga dilaksanakan serentak di enam kota lainnya di Indonesia, yakni Jakarta, Jambi, Palembang, Pekanbaru, Padang dan Purwokerto.

Untuk peringatan di Medan sendiri, kata Siska, banyak rangkaian kegiatan yang dilakukan seperti senam menggunakan atribut Harimau Sumatera, konvoi, kampanye face painting, photobooth dan kontes poto, pertunjukan seni, aksi simpatik, dukungan cap jempol dan flashmob.

Berbagai elemen masyarakat juga ikut meramaikan kegiatan ini seperti Disney, KLHK, FHK, WCS-IP, BBTNGL, BBKSDA, YLI, FFI, TigerHeart, Biopalas, Himabio USU, Herpetologer Mania, Medan Skateboarding, Labosude, Kopa, Sanggar Perkasa, dan MESTOWN061.

"Peringatan ini awalnya ditetapkan pada Tiger Summit di St Petersburg, Rusia pasa 29 Juli 2010 dan mulai dilaksanakan di Indonesia sejak 2013 oleh Forum HarimauKita dan TigerHeart yang merupakan jaringan relawan FHK," tukasnya. (aries)

T#g:BPJSGolkarMoUdemo
Berita Terkait
  • Minggu, 17 Feb 2019 00:04

    Di Singapura, SBY dan Prabowo Tidak Ada Bicara Pilpres

    Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief mengatakan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak ada bicara pilpres ketika berjumpa di Singapura.

  • Sabtu, 16 Feb 2019 23:33

    Caleg Demokrat Tantang Jokowi dan Prabowo Datang ke Bandar Pulau

    Calon legislatif DPRD Provinsi Sumatera Utara, nomor urut 7 Muhammad Arief Tampubolon SH, dapil Sumut 5, dari Partai Demokrat, menantang kedua calon presiden Jokowi dan Prabowo untuk datang ke Kantor Camat Bandar Pulau, Kabupaten Asahan.

  • Senin, 04 Feb 2019 23:30

    Andi Arif: Jokowi memebuat malu Indonesia di mata Rusia

    Andi menuding pengetahuan Jokowi terbatas karena hanya sekadar menyamakan gaya kampanye Prabowo Subianto dengan Donald Trump di Pilpres Amerika.

  • Kamis, 24 Jan 2019 16:34

    AHY: Pemerintah Jangan Kisruh Sendiri

    Komandan Kogasma Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), meminta pemerintah memperjelas tindak lanjut rencana pembebasan bersyarat (PB) Abu Bakar Ba'asyir (ABB).

  • Kamis, 09 Agu 2018 09:57

    Kata Fadli Zon, Bukan Mahar Tapi Logistik

    Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon membantah tudingan yang dilayangkan Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief terkait mahar sebesar Rp500 miliar dari Sandiaga Uno untuk PAN dan PKS agar menjadi cawapres Prabowo Subianto.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2019 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir