Bank Sumut

Polda Aceh dan BBTNGL MoU Amankan TNGL

Jumat, 21 Agu 2015 23:33
Dibaca: 772 kali
istimewa/drc
Kapolda Aceh Irjen Pol Husein Hamidi menandatangani MoU dengan BBTNGL.

DINAMIKARAKYATCOM, Medan - Kapolda Aceh Irjen Pol Husein Hamidi mengatakan, terdapat beberapa titik rawan aksi kejahatan perabahan hutan di Provinsi Aceh yang masih dalam kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL).

"Daerah titik rawan itu berada di Gayo Lues, Aceh Tenggara dan Abdya," sebut Husein kepada wartawan saat penandatanganan nota kesepahaman kerjasama (MoU) dengan Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL) di Kantor BBTNGL Jalan Selamat Pulau, Medan, Jumat (21/8/2015).

Kata Husein, mengingat tingginya kejahatan illegal logging, di kawasan TNGL yang membentang mulai dari Sumut hingga Aceh, sangat tidak mungkin BBTNGL melaksanakan pengamanan tanpa dibantu pihak kepolisian.

"Karena tidak mungkinkan TNGL melaksanakan pengamanan sendiri. Tentunya harus diback up oleh Polri, khususnya dalam rangka pengamanan maupun dalam rangka pengegakan hukum," tukas jenderal bintang dua ini.

Selain penegakan hukum, sambung Husein, dalam rencana kerjasama ini akan difokuskan pada pengrusakan hutan TNGL. "Kita merencanakan ke depan, lebih giat menegakkan hukum terhadap pelaku pengrusakan TNGL," tegasnya.

Ditengarai, dalam kawasan TNGL adanya pengungsi asal Aceh mendiami. Dikhawatirkan adanya pengungsi berdampak pada perambahan hutan dan perburuan satwa dilindungi. Polda Aceh akan berkoordinasi dengan pemerintah setempat.

"Tentunya kita tidak kerja sendiri. Harus kerja sama juga dengan aparat setempat, terutama dengan pemerintah setempat. Lebih banyak mengimbau kepada masyarakat agar tidak menebang kayu di wilayah TNGL. Selain itu, kerjasama dengan TNGL untuk melakukan patroli," imbuhnya.

Selain itu, katanya, mengenai adanya keterlibatan oknum TNI/Polri membekingi perambahan hutan di kawasan TNGL, akan ditindak tegas.

"Nanti akan kita sampaikan kepada atasannya masing-masing. Khusus anggota Polri, akan kita tindak sesuai ketentuan hukum," pungkas Husein.

Kepala BBTNGL Andi Basrul menambahkan, pengungsi aceh yang berada di kawasan TNGL, pihaknya tidak akan mengizinkan setiap apapun ke luar dari sana.

"Sudah pernah saya laporkan ke Menko Kesra. Dari lokasi hutan, kita tidak izinkan apapun ke luar dari situ. Di hutan itu ada karet sawit, kalau ada pabrik-pabrik yang menampung itu, akan kita tangkap," tegasnya. (aries)

T#g:TNGLhutanpolisi
Berita Terkait
  • Selasa, 13 Agu 2019 21:48

    TNI Lakukan Water Boombing Padamkan Kebakaran Hutan Riau

    Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Karhutla akan melakukan pemadaman langsung ke titik api dengan water boombing atau pengeboman air menggunakan pesawat hercules.

  • Minggu, 11 Agu 2019 23:18

    Wibi Mangrove Menuju Istana Negara

    Wibi memulai perjalanannya menjadi pegiat Mangrove sejak tahun 2006 hingga sekarang. Tak terhitung sudah berapa banyak daerah pesisir yang ada hutan bakau didatanginya.

  • Sabtu, 10 Agu 2019 16:55

    IPK dan PP di Medan Bentrok

    Dua organisasi masyarakat (ormas) Ikatan Pemuda Karya (IPK) dan Pemuda Pancasila (PP) di Kota Medan, Sabtu 10 Agustus 2019, bentrok di Jalan Bedagai, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Medan Timur.

  • Rabu, 07 Agu 2019 17:40

    Dinas Perikanan Asahan Banyak Proyek PL, Tak Ada Tender

    Total kegiatan di Dinas Perikanan Asahan, untuk penyedia ada sebanyak 197 di antaranya 98 pengadaan langsung (PL), 3 E-Perchusing dan untuk swakelola sebanyak 96.

  • Rabu, 31 Jul 2019 17:44

    WaLii Gelar Diskusi Publik Penyelamatan Hutan Aceh Tamiang

    Diskusi publik bertema: "Penyelamatan Hutan Tersisa Aceh Tamiang" mengungkap ancaman pelaku perambahan hutan yang masih terbuka lebar terjadi di masa mendatang.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2019 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir