Bank Sumut

Pesona Spiritual Makam Papan Tinggi di Barus

Minggu, 12 Jul 2015 23:57
Dibaca: 2.184 kali
istimewa/drc
Juru Kunci makam Papan Tinggi, Usman Pasaribu tengah memanjatkan doa di sebelah makam Syekh Mahmud sepanjang 7 meter di Desa Pananggahan, Kecamatan Barus.

DINAMIKARAKYATCOM, Barus - Berwisata sekaligus merasakan pesona spiritual tentu akan lebih lengkap. Nuansa itu yang terasa saat mengunjungi Makam Papan Tinggi di Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah.

Makam papan tinggi berada di sebuah bukit di Desa Pananggahan. Letaknya yang tinggi menjadikan objek wisata religi yang satu ini cukup menantang untuk disinggahi. Tak tanggung-tanggung sebanyak lebih 700 anak tangga harus ditempuh.

Namun, tak usah ragu, ada 2 shelter pemberhentian diantara ratusan anak tangga itu. Di tiap shelter terdapat tempat duduk dengan pohon yang rindang untuk berhenti. Tak cuma itu, panorama barisan hutan dipadu petak-petak sawah sekaligus lautan luas di sisi barat akan terlihat begitu eksotis. Dikejauhan, tak lupa, pulau Mursala dengan air terjun yang kesohor itu samar-samar akan terlihat. Letihnya pendakian anak tangga akan terobati.

Tiba di lokasi Makam Papan Tinggi, angin kencang akan berhembus menyapa keringat yang mengucur. Sejuk dan keindahan panorama akan semakin terhampar jelas.

Diingatkan untuk melepas sepatu atau sendal. Untuk masuk ke dalam makam seluas 20x10 meter yang dibatasi pagar itu harus dengan kaki telanjang.

"Ya, tidak boleh pakai sepatu atau sendal, seperti kalau kita masuk rumah ibadah," terang Usman Pasaribu juru kunci makam.

Di makam Papan Tinggi, terdapat 6 makam. Satu makam utama, berdiri terpisah dari 5 makam lainnya. Makam utama itu adalah, makam Syekh Mahmud, dengan panjang makam 7 meter. Sementara 5 makam lainnya, terdiri dari 2 makam perempuan dan dan 3 makam laki-laki yang merupakan pengikut Syekh Mahmud.

Penuturan juru kunci, Usman, Syekh Mahmud diperkirakan wafat di usia muda, yakni 50 tahun, dikisaran ditahun 44 Hijriyah. Makam itu sendiri diperkirakan sudah berusia 1.396 tahun, dan ditemukan diperkirakan tahun 1939.

Selain ke 6 makam itu, yang tak kalah menarik adalah keberadaan 7 pohon Jambu Keling yang juga diperkirakan berusia ratusan tahun.

"Ya, tingginya (pohon Jambu Keling) ini tak pernah berubah, perkiraan sudah ratusan tahun, dan tak pernah mati," tutur Usman.

Pengunjung yang datang ke Makam Papan Tinggi, bukan hanya mereka yang penasaran ingin menyaksikan langsung keberadaan makam. Sebagian besar pengunjung adalah mereka yang hendak ber ziarah. Dimana, di lokasi makam disediakan Al'quran mini untuk pengunjung yang ingin membacakan ayat-ayat suci Al'quran.

"Ya, berdoa, membaca ayat suci, ya ziarah. Bukan hanya pengunjung baru, masyarakat sekitar, atau pengunjung yang pernah datang juga sering datang lagi untuk sekedar ber ziarah," tutur Usman.

Selain berziarah, kebiasaan yang terlihat dilakukan pengunjung adalah mitos mengikatkan tali, plastik, atau kain di lokasi makam. Kebiasaan itu, bagi sebagian pengunjung adalah sebagai tanda pernah mengunjungi lokasi.

Diingatkan pula, untuk senantiasa menjaga kebersihan di lokasi makam. Tak hanya itu, diminta untuk tidak bertindak atau bahkan berfikir yang tidak baik. Hmmm.. Penasaran? Silahkan berkunjung. (Oktaf)

T#g:ramadhanwisata
Berita Terkait
  • Kamis, 15 Agu 2019 15:36

    10 Hari di Turki

    Turki merupakan negara yang memiliki keindahan yang selalu diidamkan para wisatawan. Pemandangannya serta bangunan-bangunan bersejarahnya menarik perhatian traveler mancanegara.

  • Minggu, 11 Agu 2019 22:35

    Izin TUDP Berakhir, Pemko Medan Tutup Sementara Royal Karibia Club

    Royal Karibia Club di lantai 4 Karabia Hotel, Jalan Timur, Sabtu 10 Agustus 2019, malam ditutup sementara oleh Pemko Medan. Selain kedapatan beroperasi pada hari besar keagamaan, juga izin TUDP sudah berakhir.

  • Kamis, 08 Agu 2019 13:00

    Musa: Tiga lokasi wisata ini belum ada peran pemerintah

    Seluruh potensi yang ada akan menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk dikembangkan, selain Danau Toba yang kini menjadi proyek strategis Nasional.

  • Selasa, 30 Jul 2019 21:21

    Edy Rahmayadi: Ini kan tanah hutan yang harus dilegalkan

    Soal koordinasi pembangunan yang terintegritas dengan kabupaten di kawasan Danau Toba, Edy mengakui setiap daerah punya perbedaan, namun tetap harus satu tujuan.

  • Selasa, 30 Jul 2019 20:50

    Jokowi Kebut Proyek Wisata Danau Toba

    Dari lokasi proyek, Jokowi memerintahkan pihak terkait secepatnya memulai pengembangan pembangunan pariwisata terintegarsi kawasan wisata Danau Toba.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2019 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir