Bank Sumut

Pesona Spiritual Makam Papan Tinggi di Barus

Minggu, 12 Jul 2015 23:57
Dibaca: 2.126 kali
istimewa/drc
Juru Kunci makam Papan Tinggi, Usman Pasaribu tengah memanjatkan doa di sebelah makam Syekh Mahmud sepanjang 7 meter di Desa Pananggahan, Kecamatan Barus.

DINAMIKARAKYATCOM, Barus - Berwisata sekaligus merasakan pesona spiritual tentu akan lebih lengkap. Nuansa itu yang terasa saat mengunjungi Makam Papan Tinggi di Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah.

Makam papan tinggi berada di sebuah bukit di Desa Pananggahan. Letaknya yang tinggi menjadikan objek wisata religi yang satu ini cukup menantang untuk disinggahi. Tak tanggung-tanggung sebanyak lebih 700 anak tangga harus ditempuh.

Namun, tak usah ragu, ada 2 shelter pemberhentian diantara ratusan anak tangga itu. Di tiap shelter terdapat tempat duduk dengan pohon yang rindang untuk berhenti. Tak cuma itu, panorama barisan hutan dipadu petak-petak sawah sekaligus lautan luas di sisi barat akan terlihat begitu eksotis. Dikejauhan, tak lupa, pulau Mursala dengan air terjun yang kesohor itu samar-samar akan terlihat. Letihnya pendakian anak tangga akan terobati.

Tiba di lokasi Makam Papan Tinggi, angin kencang akan berhembus menyapa keringat yang mengucur. Sejuk dan keindahan panorama akan semakin terhampar jelas.

Diingatkan untuk melepas sepatu atau sendal. Untuk masuk ke dalam makam seluas 20x10 meter yang dibatasi pagar itu harus dengan kaki telanjang.

"Ya, tidak boleh pakai sepatu atau sendal, seperti kalau kita masuk rumah ibadah," terang Usman Pasaribu juru kunci makam.

Di makam Papan Tinggi, terdapat 6 makam. Satu makam utama, berdiri terpisah dari 5 makam lainnya. Makam utama itu adalah, makam Syekh Mahmud, dengan panjang makam 7 meter. Sementara 5 makam lainnya, terdiri dari 2 makam perempuan dan dan 3 makam laki-laki yang merupakan pengikut Syekh Mahmud.

Penuturan juru kunci, Usman, Syekh Mahmud diperkirakan wafat di usia muda, yakni 50 tahun, dikisaran ditahun 44 Hijriyah. Makam itu sendiri diperkirakan sudah berusia 1.396 tahun, dan ditemukan diperkirakan tahun 1939.

Selain ke 6 makam itu, yang tak kalah menarik adalah keberadaan 7 pohon Jambu Keling yang juga diperkirakan berusia ratusan tahun.

"Ya, tingginya (pohon Jambu Keling) ini tak pernah berubah, perkiraan sudah ratusan tahun, dan tak pernah mati," tutur Usman.

Pengunjung yang datang ke Makam Papan Tinggi, bukan hanya mereka yang penasaran ingin menyaksikan langsung keberadaan makam. Sebagian besar pengunjung adalah mereka yang hendak ber ziarah. Dimana, di lokasi makam disediakan Al'quran mini untuk pengunjung yang ingin membacakan ayat-ayat suci Al'quran.

"Ya, berdoa, membaca ayat suci, ya ziarah. Bukan hanya pengunjung baru, masyarakat sekitar, atau pengunjung yang pernah datang juga sering datang lagi untuk sekedar ber ziarah," tutur Usman.

Selain berziarah, kebiasaan yang terlihat dilakukan pengunjung adalah mitos mengikatkan tali, plastik, atau kain di lokasi makam. Kebiasaan itu, bagi sebagian pengunjung adalah sebagai tanda pernah mengunjungi lokasi.

Diingatkan pula, untuk senantiasa menjaga kebersihan di lokasi makam. Tak hanya itu, diminta untuk tidak bertindak atau bahkan berfikir yang tidak baik. Hmmm.. Penasaran? Silahkan berkunjung. (Oktaf)

T#g:ramadhanwisata
Berita Terkait
  • Rabu, 13 Jun 2018 03:31

    Tengku Erry dan Mantu Jokowi Safari Ramadhan di Mandailing Natal

    Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi mengingatkan bahwa penanaman nilai-nilai keagamaan akan mampu menjaga persatuan, kesatuan serta menghempang pengaruh buruk salah satunya narkoba.

  • Sabtu, 09 Jun 2018 03:03

    PDAM Tirtanadi Bersama Wartawan Berbagi Takjil Depan Kantor

    PDAM Tirtanadi Sumut bersama dengan wartawan menggelar kegiatan membagikan takjil berbuka puasa kepada masyarakat yang berpuasa di bulan suci ramadhan, Jumat 8 Juli 2018, sekira pukul 17:00 WIB.

  • Sabtu, 09 Jun 2018 02:46

    358 ASN Pemprovsu Terima Zakat, Masing-masing Rp 300 Ribu

    Sebanyak 358 orang Aparatur Sipil Negara (ASN) beragama Islam Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, menerima zakat dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sumut.

  • Jumat, 08 Jun 2018 08:19

    Rumah Sakit Haji Medan Masih Banyak yang Perlu Dibenahi

    Sebagai satu-satunya rumah sakit umum dibawah Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang berstatus Badan Pelayanan Umum (BLU), Tengku Erry menyadari masih banyak yang perlu dibenahi.

  • Minggu, 03 Jun 2018 01:48

    Zakat dan Infaq ASN Kantor Gubsu Tahun 2017 Senilai Rp2,7 Miliar Lebih

    Program khusus Ramadhan Berkah ini adalah menyalurkan 15.000 paket berupa uang senilai Rp4,5 miliar yang diberikan kepada para kaum dhuafa se-Provinsi Sumut melalui Baznas kabupaten/kota.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2019 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir