Bank Sumut

Melihat Latihan Nembak Senjata Berat TNI AD 2019

Sabtu, 24 Agu 2019 00:01
Dibaca: 193 kali
drberita/istimewa
Latihan menembak senjata berat terintegritas TNI AD 2019.
Bobby Nasution Center
DRBerita | Latihan menembak senjata berat terintegrasi yang melibatkan rudal-rudal canggih kesenjataan Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) TNI AD, untuk menguji kemampuan alutsista terbaru yang akan diikutkan dalam latihan gabungan TNI 2019.

Hal tersebut dikatakan Wakil Komandan Kodiklat TNI AD Mayjen TNI Eka Wiharsa saat meninjau langsung pelaksanaan latihan di Lapangan Tembak AWR Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Jumat 23 Agustus 2019.

Menurut Eka Wiharsa, latihan yang berlangsung sejak Senin 19 Agustus 2019, pelaksanaan yang digelar setiap tahun ini oleh Pusat Kesenjataan Artileri Pertahanan Udara (Pussenarhanud) berlangsung dengan aman dan lancar serta mencapai target dan sasaran yang ingin dicapai.

"Kegiatan latihan ini untuk menguji seluruh jenis alutsista yang dimiliki satuan Arhanud TNI AD, serta menunjang kegiatan latihan gabungan TNI yang akan datang," ujarnya.

Pada latihan yang juga dihadiri Kasdam V/Brawijaya, Forkompimda Lumajang serta pejabat AWR TNI AU, Eka Wiharsa menyampaikan bahwa uji tembak juga dilakukan terhadap rudal-rudal canggih TNI AD yang terbaru dan berbagai jenis meriam yang dimiliki satuan Arhanud diseluruh Indonesia.

"Rudal-rudal itu diantaranya rudal Mistral (Atlas dan MPCV), Starstreak jenis Lightweight Multiple Launcher (LML) dan Multi Mission System (MMS)," terangnya.

Eka Wiharsa mengatakan, Pussenarhanud merupakan unsur satuan dijajaran Kodiklatad, juga melaksanakan uji tembak terhadap beberapa meriam Arhanud seperti kaliber 57mm, 40mm/L70, 20mm Rheinmetal, dan 23 mm/Zur.

"Selain berbagai macam jenis alutsista tadi, dalam latihan ini melibatkan sekitar 490 prajurit, yang terdiri dari 370 orang sebagai pelaku dari perwakilan kesatuan yang ada dan 120 orang sebagai pendukung latihan," tegasnya.

Di sela-sela kegiatan menembak dan disaksikan oleh seluruh Komandan Satuan (Dansat) Arhanud TNI AD, Eka Wiharsa dan Kasdam V/Brw Brigjen TNI M. Bambang Ismawan dikukuhkan sebagai warga kehormatan Arhanud oleh Komandan Pussenarhanud Brigjen TNI Toto Nugroho.

"Suatu kehormatan bagi saya dan Kasdam Brawijaya pada siang ini dikukuhkan menjadi warga Arhanud, dimana biasanya diberikan kepada Pati yang ikut merasakan menembak kesenjataan yang dimiliki Arhanud," ucapnya.

"Dengan disematkannya brivet serta pemasangan baret Arhanud ini, maka secara resmi kami menjadi keluarga besar dari Arhanud," tutur Eka Wiharsa.

Dirbinlat Pussenarhanud Kodiklatad Kolonel Arh Marthen Rorintulus menjelaskan bahwa Rudal Mistral yang dimiliki satuan Arhanud terdiri dari dua jenis, yaitu jenis ATLAS dan Multi Purpose Combat Vehicle (MPVC).

"Perbedaan yang mencolok dari dua jenis Rudal Mistral itu, selain platform kendaraan pengangkut dan sistem pengendalian penembakannya, juga jumlah rudal yang terpasang dan senjata tambahannya," ulas Marthen.

"Pada MPCV terdapat dua unit rudal dan tambahan senjata kaliber 12.7mm yang dapat ditembakan dari dalam kendaraan pengangkut. Sedangkan ATLAS terdapat dua unit rudal yang ditembakan secara manual oleh operator petembak baik di atas kendaraan maupun di tanah," tambahnya.

Marthen menegaskan, meski keduanya termasuk dalam generasi terbaru yaitu Fire and Forget dan keduanya memiliki kecepatan sekitar 2.3 mach.

"Sederhananya, Fire and Forget itu, setelah ditembakan rudal akan mengejar sasaran sendiri, karena di dalam hulu ledaknya telah dilengkapi dengan sensor. Untuk Rudal ATLAS, saat ini kita menggunakan platform kendaraan 4x4 Komodo Pindad dan MPCV berkendaraan Sherpa Station Wagon 4×4," terang pria Manado lulusan Akmil tahun 1996 ini.

Sedangkan Rudal Starstreak, menurut Marthen, dengan kecepatan sekitar 3.5 mach, dikendalikan dengan laser yang diarahkan oleh operator petembak melalui panel Joystick.

"Dikarenakan menggunakan Joystick, membutuhkan kemahiran petembak. Jadi, dari hasil penembakan tadi, prajurit kita memiliki kemampuan yang bagus dalam menembak rudal Startreak," tegas Marthen.

"Selain dilengkapi Radar Shikra, Rudal Starstreak Multi Mission System (MMS) terpasang empat unit Rudal pada kendaraan Uro Vamtac, sedangkan Lightweight Multiple Launcher (LML), tiga unit Rudal pada Land Rover Defender," pungkasnya.

Dalam latihan tersebut juga dihadiri para pejabat teras Pussenarhanud dan Komandan Satuan Arhanud dari seluruh Indonesia.

Editor: admin

Sumber: okebung.com

T#g:arhanudtnitni ad
Berita Terkait
  • Rabu, 19 Feb 2020 11:03

    Baku Tembak Dengan KKSB: Kodam Cenderawasih Pastikan Seorang Remaja Perempuan Tertembak

    Komando Daerah Militer (Kodam) XVII/Cenderawasih memastikan seorang warga bernama Kina Sani, tertembak oleh anggota KKSB. Korban seorang remaja perempuan berusia 14 tahun tertembak di telapak kaki kirinya.

  • Rabu, 12 Feb 2020 22:39

    Jokowi Lantik Laksamana Madya TNI Aan Kurnia Kepala Bakamla

    Aan sebelumnya menjabat Komandan Jenderal Akademi TNI sejak Maret 2018 lalu. Dia merupakan alumnus Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatan XXXII Tahun 1987.

  • Senin, 10 Feb 2020 20:49

    Anggota TNI AL Belawan Tewas di Tempat Ditabrak Tronton

    Peristiwa kecelakaan ini berawal ketika truk tronton membawa kontainer berplat polisi BK 9789 XB melaju dengan ugal-ugalan saat akan memotong truk lain di depannya dari sebelah kiri badan jalan.

  • Senin, 10 Feb 2020 20:18

    Danjen Akademi dan Asops Panglima TNI Diganti

    Panglima TNI dalam sambutannya menyampaikan bahwa peran Akademi TNI untuk membentuk perwira TNI yang berkualitas dan memiliki potensi pengembangan yang luas dan positif.

  • Sabtu, 08 Feb 2020 10:20

    KSAD Pastikan Lettu 'King of The King' Dony Pedro Sudah Ditahan

    Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa mengaku kecolongan adanya anggota TNI aktif Lettu Dony Pedro menjadi Presiden King of The King, saat ini sudah ditahan.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2020 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir