Bank Sumut

Kota Islami Versi Prof Amerika

Jumat, 28 Agu 2015 17:37
Dibaca: 786 kali
istimewa/drc
Gedung Dakwa Muhammadiyah.

DINAMIKARAKYATCOM, Jakarta - Sebuah kota dapat dikatakan Islami dilihat dari nilai-nilai universal yang dianutnya. Seperti Al-Farabi pada abad ke-10.

"Menurut sejarah tidak ada kriteria yang bisa menjelaskan ciri-ciri Kota Islami itu seperti apa. Hal tersebut muncul dari ide-ide para filusuf seperti Al-Farabi pada abad ke-10," terang Associate Professor University of California, Riverside, Amerika Serikat Prof. Muhammad Ali saat acara Public Expose Indeks Kota Islami di Gedung Dakwah Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta Pusat, kemarin (27/8/2015).

Al-Farabi menulis dalam kitabnya, Mabadi Aroan Al Madinah al Fadilah bahwa ada prinsip-prinsip kota yang memiliki keutamaan.

Kota yang utama, ditulis Al-Farabi, harus dipimpin seperti Rasulullah SAW atau para filsuf yang memiliki kecerdasan, kekuatan mengayomi, sehat secara jasmani dan rohani.

Kota utama pun harus aman, damai, dan sejahtera. Menurutnya, hal itu berlandaskan dari Alquran dan hadis, tapi tidak ada kesepakatan bahwa kota itu berada dimana.

"Artinya ,kota Islami ini memiliki kesamaan dengan nilai-nilai universal, bisa dipakai untuk kota yang secara agama bukan Muslim, seperti Papua," ujar Muhammad Ali.

Menurutnya hal ini serupa dengan penilaian bahwa warga Amerika bisa dikatakan sebagai pengikut akidah Protestan. Hal ini disebabkan karena Protestan memiliki sifat individualistik yang artinya sangat mementingkan individu agar bisa maju dan bisa kompetisi.

"Yang kedua, budaya menabung, mereka itu bagian dari Protestan tanpa harus disebut Protestan," katanya.

Ia menjelaskan bahwa meski kota tersebut tidak memiliki label Islami tapi dapat menjaga nilai-nilai Islami seperti menjaga harta benda, menjaga kehidupan, menjaga akal, menjaga agama, menjaga keturunan, dan menjaga lingkungan sehingga warganya bersikap Islami. (rol/drc)

T#g:muhammadiyah
Berita Terkait
  • Senin, 30 Jul 2018 10:02

    Datang ke PW Pemuda Muhammadiyah, Lisnawati: Anak saya dituduh ikut kelompok teroris

    Kisah pilu pendidikan Arnita Rodelina Turnip ternyata sudah diketahui PW Pemuda Muhammadiyah Sumatera Utara, sebelum viral di media sosial atas pemberitaan dari Ombudsman RI Perwakilan Sumut.

  • Senin, 14 Mei 2018 00:24

    Erry Layani Masyarakat di Warung Dhuafa Pemuda Muhammadiyah Sumut

    Warung Dhuafa merupakan kegiatan amal Ormas Pemuda Muhammadiyah Sumut yang digelar di depan masjid untuk membagikan makanan siang kepada jamaah yang telah selesai shalat Jumat maupun masyarakat umum khususunya kaum dhuafa.

  • Senin, 30 Apr 2018 22:35

    PC IMM: Medan Rumah Kita Bukan Cuma Slogan

    PC IMM Kota Medan Periode 2018-2019 resmi dilantik di Medan club, Kamis 26 April 2018 kemarin, dengan tema "Revitalisasi Kepemimpinan Profetik untuk IMM Berkemajuan".

  • Jumat, 23 Mar 2018 02:31

    Pemuda Muhammadiyah Dukung KPK Tetapkan Tersangka Direksi PDAM Tirtanadi

    KPK sangat tepat jika mengambilalih kasus dan menetapkan tersangka, karena Kejati Sumut sepertinya tidak sanggup untuk melanjutkan kasus dugaan korupsi IPA Martubung.

  • Sabtu, 10 Feb 2018 00:16

    Kantin Ilmiah: Jadi ke depannya KPK tidak diperlukan lagi

    PD Pemuda Muhammadiyah Medan melaksanakan Kantin Ilmiah (Kajian Rutin Ilmiah) dengan tema 'Komitmen Penegakan Supremasi Hukum dan Pemberantasan Korupsi di Kota Medan'.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2019 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir