Bank Sumut

Joni: Presiden Jokowi Kapan ke Labuhanbatu Raya?

Jumat, 02 Agu 2019 02:51
Dibaca: 185 kali
drberita/istimewa
Joni Sandri Ritonga.
DINAMIKARAKYAT - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai terlalu tebang pilih memberikan dukungan  pada proses pembangunan daerah di Provinsi Sumatera Utara. Sampai dengan saat ini perhatiannya hanya tertuju ke daerah Tapanuli.

Harusnya Jokowi sudah tahu bahwa Sumatera Utara itu bukan saja Tapanuli, tetapi masih banyak lagi daerah lainnya. 

"Sudah memasuki 5 tahun masa jabatan presiden, dan akan memasuki periode kedua sebagai presiden, akan tetapi belum pernah sekalipun Jokowi mengunjungi daerah Labuhanbatu Raya, yang mana di antaranya ada Kabupaten Labuhanbatu, Kabupaten Labuhanbatu Utara dan Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Sepertinya ada asumsi Jokowi tidak menganggap ketiga kabupaten tersebut," ujar Pemuda Labuhanbatu Joni Sandri Ritonga di Medan, Kamis 1 Agustus 2019.

Sebelumnya, Presiden Jokowi selama tiga hari mengunjungi daerah Tapanuli, 29 sampai 31 Juli 2019, dalam rangka kunjungan kerja membangun Kawasan Danau Toba sebagai destinasi wisata dunia.

Menurut Joni, masyarakat daerah Labuhanbatu Raya juga sangat berharap Presiden Jokowi mempunyai waktu untuk mengunjungi daerah penghasil buah sawit terbesar di Provinsi Sumatera Utara.

"Sumut itu ada 33 kabupaten kota. Lima tahun ini Jokowi selalu berkunjung ke daerah Tapanuli saja, daerah Labuhanbatu Raya juga bagian dari Indonesia. Tapi kalau memang Labuhanbatu Raya tidak dianggap bagian dari Indonesia, tolong diperjelas dan berikan kepastian untuk status Labuhannatu Raya. Juga daerah-daerah lainnya di Sumatera Utara," cetusnya.

"Labuhanbatu Raya juga ingin berkembang, mulai dari sisi ekonomi, pendidikan, SDM, infrastruktur dan lain sebagainya. Sebagai pemuda Labuhanbatu saya meminta kepada Jokowi agar mengagendakan kunjungan kerjanya ke Labuhanbatu Raya, jadi kapan pak Jokowi mau datang ke Labuhanbatu Raya?" sambung Joni.

Penampilan Jokowi yang merakyat dan peduli dengan kehidupan masyarakat miskin sampai saat ini masih dipertanyakan oleh banyak kalangan, terutama masyarakat daerah Labuhanbatu Raya.

"Masyarakat Labuhanbatu Raya banyak yang penasaran, pak Jokowi itu aslinya bagaiman, karena masyarakat selalu bertanya-tanya, pak Jokowi itu memangnya benar-bener merakyat atau tidak, kalau memang merakyat, tolong datang ke Labuhanbatu. Masyarakat Labuhanbatu ingin memperkenalkan makanan khas Labuhanbatu kepada pak Presiden. Di antaranya holat, ikan baung gule asem dan lain sebagainya, karena masyarakat Labuhanbatu ingin seluruh rakyat Indonesia tahu bahwan makanan khas Labuhanbatu juga mampu bersaing dan mendunia," terang pemuda asli Labuhanbatu Utara ini. (art/drc)

Editor: admin

T#g:danau tobajoni sandri ritongalabuhanbatu rayaPresiden Jokowi
Berita Terkait
  • Minggu, 18 Agu 2019 18:19

    AKRS di TMP Medan Terasa Berbeda: Edy Bicara Danau Toba

    Malam itu, seluruh lampu di TMP dimatikan. Suasana hening amat terasa. Hanya kegelapan yang terasa menyelimuti lokasi. Beberapa saat kemudian, cahaya dari api obor mulai menerangi lokasi.

  • Selasa, 13 Agu 2019 21:20

    Sumut Masuk 6 Besar Provinsi Penerima Anugerah Nirwasita Tantra

    Provinsi Sumatera Utara masuk 6 besar dari seluruh provinsi di Indonesia, sebagai calon penerima Anugerah Nirwasita Tantra dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

  • Kamis, 08 Agu 2019 13:00

    Musa: Tiga lokasi wisata ini belum ada peran pemerintah

    Seluruh potensi yang ada akan menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk dikembangkan, selain Danau Toba yang kini menjadi proyek strategis Nasional.

  • Rabu, 07 Agu 2019 16:14

    Demo di Kejati Sumut, PMII Minta KPK Periksa Kapoldasu dan Lapangan Barosokai Medan

    Puluhan massa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) berunjukrasaa di depan Kantor Kejati Sumut, Jalan AH Nasution, Rabu 7 Agustus 2019, yang meminta KPK mengambil semua dugaan korupsi yang terjadi di Kota Medan.

  • Rabu, 07 Agu 2019 11:29

    Pemerintah Harus Audit Limbah Ternak Babi di Danau Toba

    Audit lingkungan hidup adalah evaluasi yang dilakukan untuk menilai ketaatan penanggung jawab usaha dan kegiatan terhadap persyaratan hukum dan kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2019 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir