Bank Sumut

Bahasa Asing Kini Kuasai Media Luar Ruang

Jumat, 14 Agu 2015 23:02
Dibaca: 1.872 kali
istimewa/drc
Plt Gubsu Tengku Erry Nuradi buka Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Penggunaan Bahasa di Media Luar Ruang.

DINAMIKARAKYATCOM, Medan - Plt Gubsu Tengku Erry Nuradi megaku prihatin melihat papan reklame, baliho dan spanduk didominasi penggunaan bahasa asing. Ini salah satu bukti bahwa kita belum sepenuhnya bangga dengan bahasa Indonesia.

Keprihatinan itu disampaikan Tengku Erry Nuradi pada acara Pembukaan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Penggunaan Bahasa di Media Luar Ruang, di Hotel Garuda Plaza Medan, Kamis (13/8/2015).

Dalam kesempatan itu, Erry menyatakan, penggunaan bahasa Indonesia di papan reklame, baliho dan spanduk, mulai tergeser dengan bahasa asing, terutama bahasa Inggris.

"Penggunaan bahasa Indonesia merupakan simbol jati diri bangsa. Lebih dari itu, bahasa Indonesia merupakan media pemersatu. Dengan demikian, selayaknya kita melestarikan bahasa sendiri melalui berbagai media," kata Erry.

Erry juga mengajak seluruh pelaku usaha media luar ruang, tidak hanya mengedepankan bisnis semata, tetapi juga berperan dalam promosi bahasa Indonesia kepada generasi muda.

Selain itu, Erry juga tidak menampik, penggunaan bahasa asing dalam konsep desain kadang ditentukan oleh klien, hingga pengusaha reklame, baliho dan spanduk tidak dapat berbuat banyak, karena harus mengikuti keinginan desain gambar dan bahasa. Kendati begitu, kebanggaan terhadap bahasa Indonesia tetap ditanamkan dalam diri anak bangsa.

"Bahasa Indonesia harus kita bina, bahkan kita kembangkan, agar tetap dapat memenuhi fungsinya sebagai sarana komunikasi modern yang mampu membedakan bangsa kita dari bangsa-bangsa lain di dunia," harap Erry.

Jika dicermati, penggunaan bahasa Indonesia saat ini cukup memprihatinkan terutama dalam pemberian nama bangunan, pusat perbelanjaan, hotel, restoran serta kompleks perumahan.

Selayaknya pelaku usaha pribumi, bangga menamai tempat usahanya dengan nama yang diambil dari bahasa Indonesia.

"Tidak jarang ada nama tempat atau bangunan menggunakan nama bahasa asing. Penggunaan itu membuat tempat itu menjadi asing di mata masyarakat sendiri," papar Erry.

Kendati begitu, masyarakat jangan sampai alergi dengan bahasa asing, terutama sejumlah bahasa pengantar yang lajim digunakan dunia internasional.

"Apalagi kita dihadapkan dalam persaingan era globaliasi. Tentu pemahaman menggunakan bahasa asing mutlak. Akan tetapi, tidak lantas menjadikan kita memandang rendah bahasa sendiri. Bahasa Indonesia memiliki keluwesan dalam mengadopsi kosakata baru dari berbagai disiplin ilmu sehingga sejalan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi," sambung Erry.

Sebagai simbol jati diri bangsa, bahasa Indonesia harus terus berkembang agar tetap dapat memenuhi fungsinya sebagai sarana komunikasi yang modern dalam berbagai bidang kehidupan.

Upaya telah memperoleh landasan hukum yang kuat dengan disahkannya Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera dan Bahasa serta Lambang Negara bahkan Lagu Kebangsaan.

Undang-undang ini merupakan amanat pasal 36 UUD RI Tahun 1945 sekaligus merupakan realisasi dan tekad para pemuda Indonesia sebagaimana diikrarkan dalam Sumpah Pemuda.

Sementara, Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumut, Tengku Syarfina selaku Ketua Panitia Pelaksana Rakorda Penggunaan Bahasa di Media Luar Ruang menyebutkan, kegiatan berlangsung selama tiga hari yang diikuti para Sekretaris Daerah (Sekda) dan Kepala Kesbangpol Linmas Kabupaten Kota se Sumut.

"Dengan adanya Rakorda ini, kita berharap bahasa Indonesia menjadi tuan di Negara sendiri," harap Syarfina. (art/drc)

T#g:bisnisreklame
Berita Terkait
  • Selasa, 20 Feb 2018 01:10

    DPRD Medan Akui Proyek Jalur Pendestrian Rp100 Miliar Mubajir

    Pembangunan jalur pendestrian tersebut telah menghabiskan APBD 2017 senilai Rp100 miliar melalui Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Perhubungan serta Dinas Kebersihan dan Pertamanan Pemko Medan.

  • Senin, 27 Nov 2017 22:23

    Pemuda Lira Desak Pemko Medan Segera Tertibkan Papan Reklame

    Pemuda Lira mendesak Pemko Medan segera menertibkan papan reklame yang melanggar peraturan, agar ada keseimbangan terhadap pengusaha reklame yang telah membayar pajak namun izinnya tidak dikeluarkan.

  • Senin, 20 Nov 2017 19:40

    Tengku Erry Ajak Pemuda Muhammadiyah Bijak Manfaatkan Teknologi Digital

    Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi mengatakan teknologi digital saat ini sudah mendunia dan membawa kemudahan bagi masyarakat, seperti taksi online, belanja online dan segala sesuatu yang bersifat online.

  • Rabu, 23 Agu 2017 01:18

    Pansus Reklame DPRD Medan Keluarkan Rekomendasi Baru

    Pansus Reklame DPRD Kota Medan berharap draft rekomendasi yang baru bisa mewujudkan keseriusan dalam pembenahan papan reklame liar di Kota Medan.

  • Minggu, 20 Agu 2017 21:03

    Pengusaha Kopi di Sumut Diminta Jeli Mencari Peluang Bisnis

    Diketahui bahwa Sumatera Utara memiliki banyak komoditas potensi yang sangat besar dan merupakan andalan seperti kelapa sawit, karet dan lain sebagainya untuk dikembangkan.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2019 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir