Bahasa Arab di Timur Tengah Berbeda Dengan di Indonesia

Oleh: Herdian Armandhani
Selasa, 26 Des 2017 23:29
Dibaca: 182 kali
drberita/istimewa
Pelatihan bahasa arab pemuda dan mahasiswa KAMMI Dewata, Denpasar, Bali.
Perindo
DINAMIKARAKYAT - Bahasa Arab saat ini mejadi satu dari enam bahasa yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations) sebagai Bahasa Internasional. Hal ini dikarenakan karena Bahasa Arab merupakan bahasa yang memiliki penutur terbanyak.

Selain itu juga Bahasa Arab merupakan bahasa resmi yang digunakan di Negara-Negara Timut Tengah dan Afrika Utara termasuk Mesir.

Demi meningkatkan kapasitas kemampuan pemuda Indonesia khususnya di Bali, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Komisariat Alfattih mengadakan kegiatan Dauroh (pelatihan) Bahasa Arab yang digelar di Musholla Darul Arqam, Jalan Waturenggong, Gang 3, No. 9. Denpasar, Bali, Ahad 24 Desember 2017.

Kegiatan dauroh Bahasa Arab ini untuk pemula, para pemuda dan mahasiswa yang ingin belajar Bahasa Arab secara gratis. Kelas dauroh Bahasa Arab diiikuti pemuda dan mahasiswa dari peguruan Tinggi yang negeri dan swasta di Kota Denpasar, seperti mahasiswa Kampus Sekolah Tinggi Agama Islam Al MA’ruf Denpasar (STAI), mahasiswa Kampus Politeknik Nasional Denpasar (Polnas), Mahasiswa Universitas Udayana (UNUD), dan Mahasiswa Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Komputer Indonesia (STIKI) Denpasar.

Pemateri dalam kelas dauroh Bahasa Arab bagi Pemula oleh Ustadzah Rachmawati. Ustadzah Rachamwati merupakan Mahasiswa Semester V Jurusan Ekonomi Islam. Ia juga merupakan Alumni Pondok Pesantren Syaichona Moch Chalil di Bangkalan, Madura Jawa Timur.

Ustadzah Rachmawati mengawali kelas dauroh Bahasa Arab dengan materi Khosmul Khalimah (Pembagian Kalimat) yang terdiri atas 3 dasar yaitu Abjad (Huruf), Kata dan Kalimah (gabungan kata yang mengandung arti).

"Bagi pemula harus paham betul tiga dasa khosmul kalimah, karena dari ketiga dasar lingusitik bahasa Arab nantinya akan mudah dalam mempraktekannya," ungkapnya.

Sedangkan untuk kalimah atau kalimat juga dibagi kembali menjadi tiga macam yakni Kalimah Isin yaitu kata benda yang menerangkan kata benda baik benda hidup atau mati. Ada juga Kalimah Fiil yang berarti kata kerja yang terikat oleh waktu akan datang atau sekarang, waktu masa lampau, maupun perintah.

"Sama seperti bahasa Inggris yang struktur kalimatnya menggunakan present tense, past future dan lain sebagainya," terangnya.

Kalimat Fiil yang menerangkan kata kerja di tiga waktu ini terletak pada harakat yang digunakan dalam menggunakan kalimah. Terakhir dalam pembagian kalimah ada KAlimah Huruf yang menerangkan kata huruf seperti kata fiil, ala, dan lain sebaginya.

Tidak hanya memberikan teori di papan tulis, Ustadzah Rachmawati juga mnegajak praktek anak didiknya dengan menunjuk mahasiswa-mahasiswi untuk menulis Bahasa Arab di papan tulis yang telah disediakan.

Beliau juga mengajak aktif seluruh peserta untuk membuat sebuah kalimah yang ada unsure Kalimah Fiil, Kalimah Isin dan Kalimat Huruf bergantian.

Ustadz Rachamawati juga menjelaskan bahwa Bahasa Arab yang digunakan di Negara Timur Tengah berbeda dengan Bahasa Arab yang digunakan di Indonesia. Jika di Negara Timur Tengah penulisan Bahasa Arab sama sekali tidak menggunakan harakat sepeti fattah, dommah, kasrah sedangkan di Indonesia menggunakan harakat. Hal ini dikarenakan Bahasa Arab di Indonesia merujuk pada Alquran (Musshaf).

"Di Indonesia Bahasa Arab merujuk pada Alquran (Mushaf). Bahasa Arab yang digunakan di Indonesia lebih terstrukutr menggunakan S-P-O-K (Subjek-Predikat-Obyek-Keterangan). Sangat mudah dipelajari bagi pemula sesuai yang ingin belajar bidang Nahwu Sorof," pungkas Ustadzah Rachmawati.

Sementa Ketua Panitia sekaligus Ketua KAMMI Komisariat Alfattih, Latifah S mengatakan tujuan kegiatan kelas dauroh Bahasa Arab ini selain untuk meningkatkan kapasitas pemuda dalam bidang ketatabahasaan juga agar pemuda dan mahasiswa muslim bisa lebih memahami Alquran dan hadist yang berbahasa Arab.

"Saya ingin mengajak pemuda dan mahasiswa muslim di Indonesia khususnya di Bali untuk mempelajari Bahasa Arab. Selain Bahasa Arab saat ini menjadi Bahasa Internasional, pemuda dan mahasiswa muslim bisa mudah memahami hadist dan Alquran melalui Bahasa Arab," tuturnya. (art/drc)

Editor: admin

T#g:bahasa arabkammi balikammi dewataumat islam
Berita Terkait
  • Senin, 09 Apr 2018 22:38

    Libur Lebaran Idul Fitri Akan Ditambah

    Anggota Komisi V DPR Syarif Alkadrie mendukung rencana pemerintah untuk menambah cuti libur lebaran. Hal itu menurutnya bisa meminimalisasi jumlah pekerja yang bolos menjelang cuti lebaran.

  • Rabu, 04 Apr 2018 22:55

    Pengadilan Makin Tidak Jelas, Laurentius Divonis 97 Hari Penjara

    Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan memvonis ringan ‎Laurentius, terdakwa penganiyaan Achmad Husin Siregar yang dipaksa menghentikan musik saat adzan berlangsung dengan hukuman 97 hari penjara.

  • Selasa, 13 Feb 2018 01:13

    GP Ansor Madina Laksanakan Rakorcab

    GP Ansor sebagai organisasi yang didirikan oleh ulama diwajibkan memiliki Majlis Dzikir dan Solawat Rijalul Ansor yang programnya adalah melaksanakan kegiatan keagamaan sesuai dengan amaliyah NU.

  • Selasa, 23 Jan 2018 02:20

    MTQ ke 51 Kecamatan Medan Polonia Dihadiri Anggota DPD RI

    Puluhan warga Medan Polonia antusias melihat kemeriahan pembukaan MTQ ke 51 yang mengusung tema 'Melalui MTQ Kita Wujudkan Masyarakat Polonia Yang Terdepan dan Religius Berlandaskan Alquran'.

  • Selasa, 23 Jan 2018 01:32

    Gubernur Sumut Didoakan Jadi Menteri

    Ratusan warga yang mengikuti acara tepung tawar caloh jamaah umrih pengajian Albarokah di Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) mendoakan Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi menjadi menteri.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2018 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir