Bank Sumut

25 Dubes Negara Ziarah ke Makam Mahligai di Tapteng

Minggu, 23 Agu 2015 17:41
Dibaca: 1.107 kali
istimewa/drc
Plt Gubsu Tengku Erry Nuradi dampingi 25 Dubes Negara sahabt ziarah ke Makam Mahligai.

DINAMIKARAKYATCOM, Barus - Plt Gubsu Tengku Erry Nuradi mengajak 25 Duta Besar (Dubes) Negara mengunjungi sejumlah potensi wisata di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sabtu (22/8/2015) kemarin. Kehadiran perwakilan negara sahabat ini diharapkan dapat mendongkrak tingkat kunjungan wisatawan mancanegara ke Sumut tahun 2016 mendatang.

Kunjungan para Dubes diprakarsai oleh Dubes Kehormatan Negara Seychelles, Nico Barito, dalam rangkaian memperingati HUT Kabupaten Tapteng ke 70. Puncak HUT Tapteng ke 70 akan berlangsung pada 24 Agustus 2015.

Dubes dan perwakilan Negara sahabat yang datang berasal dari Algeria, Azerbaijan, Bangladesh, Bulgaria, Croatia, Irak, Jordan, Kazakhstan, Laos, Libya, Myanmar, Pakistan, Palestina, Poland, Saudi Arabia, Sudan, Suriname, Turki, Uni Emirath Arab, Ukrania, Uzbekistan, Yaman, Afghanistan dan Seychelles.

Selain para Dubes, turut hadir Ketua PSSI dan Kepala BIN Sumut. Sebagai tuan rumah Plt Bupati Tapteng Sukran J Tanjung beserta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Fokompimda) Tapteng di antaranya Korem 023/Kawal Samudra, Kapolres Tapteng, Ketua DPRD Tapteng, tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat Sibolga.

Kehadiran perwakilan Negara sahabat disambut dengan tarian tradisonal. Setelah acara perkenalan, para Dubes kemudian diajak melihat sejumlah kuburan tua yang ada di Komplek Makam Mahligai di Desa Daka, Kecamatan Barus.

Dubes Irak, Abdullah Hasan Saleh dan rombongan, menyempatkan diri berziarah ke Makam Syech Rukuddin yang wafat pada 13 Syafar tahun 48 Hijriah pada abad ke 7 Masehi, serta makam Syekh Imam Khitil Muazamsyah Biktibai Syekh Samsudin Min Niladil Fansyury dari negeri Fansyury, Sech Zainal Abidin Ilyas Syamsudin, Imam Khatib Muddah dan Syech Imam Muadhdam yang berada di satu komplek.

Makam Mahligai terbentang di atas bukit dengan luas mencapai 3 hektar. Nama Mahligai berasal dari nama istana kecil pada masa lalu. Nama Mahligai berasal dari Bahasa Arab yakni Almahligai yang artinya pendatang. Keberadaan Makam Mahligai ini merupakan jejak sejarah masuknya agama Islam ke Indonesia.

Plt Gubsu Tengku Erry Nuradi menyebutkan, daerah Barus dahulu kala memiliki pelabuhan besar dan terkenal hingga ke Timur Tengah dan Eropa sebagai penghasil kapur barus dan rempah-rempah. Dengan berkembangnya daerah Barus, sejumlah aulia datang kemudian mengembangkan agama Islam.

"Sejarah perkembangan agama Islam ini memiliki arti penting bagi Indonesia, khususnya Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah. Begitu juga bagi dunia internasional. Sejumlah arkeolog sempat melakukan penelitian secara mendalam guna mengungkap sejarah keberadaan makam tua di kawasan Barus," sebut Erry.

Tidak hanya Makam Mahligai, Tapteng juga memiliki sejumlah lokasi wisata religi lain, di antaranya komplek makam kuno Papan Tinggi di Desa Pananggahan, Kecamatan Barus Utara, sekitar berjarak 3 kilometer dari Makam Mahligai.

Makam Papan Tinggi juga berada di puncak bukit, berada diketinggian sekitar 200 mdpl. Untuk sampai ke komplek kuburan tua Papan Tinggi, wajib menaiki 710 anak tangga atau setinggi 145 meter.

Tidak kalah menarik adalah keberadaan Makam Tuan Sekh Maqdum yang berada di Desa Bukit Patumpangan, makam Tuan Sekh Ambar di Desa Panangahan dan keberadaan makam Tuan Sekh Ibarim Syah atau Sekh Batu Badan di Simpang Tiga Desa Patumpangan. Tuan Ibrahim Syah merupakan raja perama di Barus yang mangkat pada tahu 825 Hijriah.

"Tapteng kaya akan lokasi wisata. Destinasi wisata unggulan Tapteng adalah wisata religi dan wisata maritim atau kelautan. Keduanya memiliki potensi besar dalam menarik minat kunjungan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara," sebut Erry.

Dalam kesempatan itu, Erry juga berharap Dubes Negara sahabat untuk membantu mempromosikan wisata religi di Tapteng ke dunia internasional, terutama di Negara masing-masing.

"Kami bangga, dubes negara sahabat mau mengunjungi makam Mahligai di Barus. Makam ini memiliki nilai historis yang tidak ternilai harganya, karena menjadi jejak sejarah masukknya Islam ke Indonesia dan perkembangan penyebaran Islam di dunia. Kami juga berharap Negara sahabat berkenan turut ambil bagian dalam melestarikan sejumlah makam bersejarah di Tapteng," ujar Erry.

Sementara Plt Bupati Tapteng Syukran J Tanjung merasa banggsa atas kunjungan Dubes dan perwakilan Negara sahabat ke Tapteng. Kunjungan tersebut akan menjadi semangat baru dalam upaya melestarikan lokasi wisata religi di Tapteng.

"Kehadiran Dubes Negara sahabat ini menjadi semangat bagi Pemerintah Daerah untuk menjaga nilai sejarah sejumlah komplek makam tua di Tepteng," ucap Syukran.

Dalam kesempatan itu, para dubes juga dilibatkan dalam program penanaman pohon barus di Komplek Makam Mahligai sebagai simbol pelestarian nama Barus yang pernas tersohor di masa lalu.

Usai mengunjungi Makam Mahligai, Plt Gubsu dan Plt Bupati Tapteng mengundang para Dubes dalam jamuan makan malam dengan jajaran Pemkab Tapteng dan Forkompimda Tapteng

Acara berlangsung penuh keakraban sambil menikmati sajian makanan laut di Pantai Bosur, Pandan, Tapteng, kemudian diakhiri dengan penyerahan cenderamata ulos kepada seluruh Dubes.

Dubes Irak, Abdullah Hasan Saleh tidak mau kalah dengan memberikan cenderamata dari bahan perak kepada Plt Gubsu. Kemudian acara ditutup dengan tarian tortor bersama para dubes negara sahabat.

Abdullah menyatakan, meski beda negara, sesama muslim Iraq dan Indonesia adalah bersaudara. Kedua Negara memungkinkan menjalin kerjasama berbagai bidang, termasuk wisata religi. (art/drc)

T#g:religiwisata
Berita Terkait
  • Kamis, 15 Agu 2019 15:36

    10 Hari di Turki

    Turki merupakan negara yang memiliki keindahan yang selalu diidamkan para wisatawan. Pemandangannya serta bangunan-bangunan bersejarahnya menarik perhatian traveler mancanegara.

  • Minggu, 11 Agu 2019 22:35

    Izin TUDP Berakhir, Pemko Medan Tutup Sementara Royal Karibia Club

    Royal Karibia Club di lantai 4 Karabia Hotel, Jalan Timur, Sabtu 10 Agustus 2019, malam ditutup sementara oleh Pemko Medan. Selain kedapatan beroperasi pada hari besar keagamaan, juga izin TUDP sudah berakhir.

  • Kamis, 08 Agu 2019 13:00

    Musa: Tiga lokasi wisata ini belum ada peran pemerintah

    Seluruh potensi yang ada akan menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk dikembangkan, selain Danau Toba yang kini menjadi proyek strategis Nasional.

  • Selasa, 30 Jul 2019 21:21

    Edy Rahmayadi: Ini kan tanah hutan yang harus dilegalkan

    Soal koordinasi pembangunan yang terintegritas dengan kabupaten di kawasan Danau Toba, Edy mengakui setiap daerah punya perbedaan, namun tetap harus satu tujuan.

  • Selasa, 30 Jul 2019 20:50

    Jokowi Kebut Proyek Wisata Danau Toba

    Dari lokasi proyek, Jokowi memerintahkan pihak terkait secepatnya memulai pengembangan pembangunan pariwisata terintegarsi kawasan wisata Danau Toba.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2019 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir