• Home
  • Hukum
  • Tiga Terdakwa Korupsi Kapal Nelayan DKP Sumut Dihukum Bervariasi

Tiga Terdakwa Korupsi Kapal Nelayan DKP Sumut Dihukum Bervariasi

Rabu, 14 Feb 2018 02:03
Dibaca: 311 kali
drberita/istimewa
Tiga terdakwa korupsi kapal nelayan
Perindo
DINAMIKARAKYAT - ‎Tiga terdakwa kasus korupsi pengadaan 6 unit kapal nelayan, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumut dijatuhi hukuman bervariasi di Pengadilan Tipikor Medan, Selasa 13 Februari 2018.

Ketiga terdakwa tersebut terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi bersama-sama.

‎Dalam amar putusan dibacakan ketua majelis hakim, Saryana menjatuhkan hukuman Matius Bangun selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), dan Andika Ansori Adil Nasution selaku Ketua Pokja masing-masing selama 1 tahun dan empat bulan kurungan penjara serta denda sebesar Rp50 juta, subsider 1 bulan kurungan penjara.

Sementara ‎Direktur PT Prima Mandiri Satria Perkasa, Sri Mauliaty divonis dengan hukuman penjara 4 tahun dan enam bulan serta denda sebesar Rp100 juta subsider 3 bulan kurungan.

"Mengadili menyatakan terdakwa terbukti melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama," ucap Saryana.

Selain hukum penjara, ‎Sri Mauliaty juga diwajibkan majelis hakim untuk membayar uang penggati (UP) sebesar Rp1,1 miliar.

"Dengan ketentuan apabila tidak sanggup dibayar maka harta bendanya disita dan dilelang untuk negara. Jika tidak mencukupi diganti hukuman penjara selama 2 tahun 3 bulan," ungkap majelis hakim.

Ketiga terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 3 Ayat (1) Jo Pasal 18 UU No. 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No. 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Menyikapi putusan tersebut, ketiga terdakwa dan Jaksa penuntut umum (JPU) sama-sama menyatakan pikir-pikir. Sedangkan, vonis diterima terdakwa ‎Matius Bangun dan Andika Ansori Adil Nasution lebih ringan dari tuntutan JPU.

JPU menuntut Bangun dan Andika dengan hukuman penjara masing-masing selama 2 tahun dan denda Rp50 juta subsidair 2 bulan kurungan penjara.

Untuk terdakwa ‎Sri Mauliaty, vonis diterimanya sama seperti tuntutan JPU, yang menuntut 4 tahun penjara dan diwajibkan untuk membayar uang penggati (UP) sebesar Rp1,1 miliar.

Kasus korupsi ini untuk nelayan di Sibolga dan Tapanuli Tengah (Tapteng) yang dananya bersumber dari DAK dan APBD Sumut tahun 2014 senilai Rp12 miliar dan merugikan negara sebesar Rp 1.329.825.206. (art/drc)

Editor: admin

T#g:apbd sumutkorupsi apbdkorupsi kapal nelayanpengadilan tipikor medan
Berita Terkait
  • Minggu, 22 Apr 2018 13:27

    KPK Diminta Ambilalih Kasus Fee BDB Sumut dari Kejagung

    Kasus fee Bantuan Daerah Bawahan (BDB) Pemprov Sumut, yang kini bernama Bantuan Keuangan Provinsi (BKP), merupakan penyebab terjadinya suap LPJP APBD 2013 yang dilakukan di tahun 2014.

  • Senin, 16 Apr 2018 01:46

    Mantan Bupati Tapteng Dipanggil Kejati Sumut

    DINAMIKARAKYAT - Mantan Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Sukran Jamilan Tanjung dipanggil penyidik pidana khusus Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) dalam kasus dugaa korupsi dana hibah kepada

  • Senin, 16 Apr 2018 00:26

    Pemuda Lira Minta Kejati Sumut Usut APBD Deliserdang Tahun 2017

    Ketua Pemuda Lumbung Informasi Rakyat (Lira) Deliserdang Edi Anto meminta pihak Kejati Sumut mengusut Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2017 yang diduga digunakan untuk dana sosialisasai calon incumben di Pilkda Deliserdang 2018.

  • Senin, 12 Mar 2018 00:37

    Eksepsi Terdakwa Korupsi Dikabulkan Hakim, Jaksa Siapkan Prindik Baru

    ‎Dua terdakwa dikabulkan eksepsinya adalah Waswin Lubis selaku Pejabat Pembuat Komitmet (PPK) dan Juli Syahbana Siregar alias Budi selaku Wakil Direktur 3 CV Kebersamaan.

  • Senin, 12 Mar 2018 00:18

    Kejatisu Terima Limpahan Berkas dan Tersangka Kasus Korupsi Alkes RSU Swadana dari Polda Sumut

    Kejatisu menerima pelimpahan berkas perkara dan barang bukti bersama tersangka dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan (alkes) dan Keluarga Berencana (KB) Rumah Sakit Umum (RSU) Swadana, Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara, tahun 2012.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2018 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir