Bank Sumut
  • Home
  • Hukum
  • Terdakwa Pemalsu Merek Federal Oil Dituntut Ganti Rp15 Juta

Terdakwa Pemalsu Merek Federal Oil Dituntut Ganti Rp15 Juta

Rabu, 25 Apr 2018 23:59
Dibaca: 591 kali
ilustrasi
Federal Oil.
DINAMIKARAKYAT - Tuntutan ringan diberikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Febrina Sebayang dan Maria Tarigan kepada terdakwa Andy alias A Siang.

Meski terdakwa dinyatakan terbukti melakukan perdagangan dan pemalsuan hak merek serta materai federal oil, Andy 'cuma' dituntut untuk membayar denda sebesar Rp15 juta.

"Apabila denda tidak dibayar, maka diganti dengan kurungan penjara selama 3 bulan," ujar JPU Maria di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (25/4) siang.

Di hadapam majelis hakim yang diketuai oleh Syafril Batubara, JPU menilai terdakwa Andy terbukti melanggar Pasal 62 (1) UU RI No 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen.

Bukan cuma tuntutan ringan, sidang kali ini terbilang cepat karena pada hari itu juga dilanjutkan dengan agenda pembelaan (pledoi) dari terdakwa Andy. Setelah itu, majelis hakim menunda sidang hingga Rabu (2/5/2018) dengan agenda putusan.

Usai sidang, JPU Febrina Sebayang menjelaskan soal tuntutan yang tidak ada hukuman penjara itu.

"Dia (Andy alias A Siang) tidak memproduksi dan hanya membeli dari online. Oli nya juga belum diedarkan dan baru di simpan di gudang," jelas JPU dari Kejatisu tersebut.

Saat ditanya, apakah tuntutan sudah sesuai dengan peraturan perundang-undangan, Febrina mengaku kalau tuntutan itu yang memberikan adalah pimpinannya.

Dalam dakwaan terendusnya usaha ilegal terdakwa berawal saat petugas Ditreskrimsus Polda Sumut melakukan penggrebekan sebuah gudang di Jalan Padang No. 5 Kecamatan Medan Tembung.

Di dalam gudang ditemukan ratusan botol oli merk federal. Setelah dicek kepada distributor tunggal di Sumut, produksi PT Federal Karyatama diketahui ternyata tidak ada menyimpan oli Federal di gudang tersebut.

"Petugas melakukan pengecekan botol oli. Hasil yang diperoleh seperti tidak memperlihatkan Security Ink (tulisan FEDERAL OIL warna putih) pada label botol kemasan bila disinari dengan alat berupa senter ultraviolet," tandas JPU.

Sedangkan, oli produksi PT Federal Karyatama bila disinari akan memunculkan tulisan FEDERAL OIL warna putih. Kemudian, saat diraba pada sudut kanan bawah botol tidak memiliki tanda gelombang. (art/drc)

Editor: admin

T#g:federal oilkejati sumutpemalsu merek federal oilpengadilan negeri medan
Berita Terkait
  • Selasa, 13 Agu 2019 00:18

    Dana Bimtek 142 Desa Kabupaten Batubara, Jaksa & Polisi Dimana?

    Kejaksaan Tinggi dan Polda Sumatera Utara didesak segera mengusut tuntas dana miliaran rupiah yang digunakan untuk Bimbingan Teknis (Bimtek) dari 142 desa di Kabupaten Batubara.

  • Jumat, 09 Agu 2019 20:03

    Selamat Datang Asintel Andi Murji Machfud di Sumut

    Posisinya digantikan Andi Murji Machfud yang sebelumnya Kepala Sub Direktorat Pertahanan dan Keamanan pada Direktorat Ideoologi, Politik, Pertahanan dan Keamanan Jamintel Kejagung RI.

  • Rabu, 07 Agu 2019 18:31

    Hakim Pertanyakan Status Mujianto DPO Polda, P21 Berkas Lalu SKP2 Kejatisu

    Hakim tunggal Ali Tarigan terheran mendengar Mujianto sempat masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Poldasu karena melarikan diri setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan.

  • Rabu, 07 Agu 2019 16:14

    Demo di Kejati Sumut, PMII Minta KPK Periksa Kapoldasu dan Lapangan Barosokai Medan

    Puluhan massa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) berunjukrasaa di depan Kantor Kejati Sumut, Jalan AH Nasution, Rabu 7 Agustus 2019, yang meminta KPK mengambil semua dugaan korupsi yang terjadi di Kota Medan.

  • Selasa, 06 Agu 2019 20:35

    Penerbitan SKP2 Tersangka Mujianto Tidak Berdasar, Wajib Ditolak

    Kasus pidana penipuan yang sudah mereka nyatakan lengkap memenuhi ketentuan formil dan materil (P21) itu, ujuk-ujuk dihentikan dengan selembar kertas SKP2 tanpa melalui putusan pengadilan.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2019 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir