• Home
  • Hukum
  • Steven Herliv: Penanggulangan aliran dana terorisme harus lebih diperketat

Siaran Pers

Steven Herliv: Penanggulangan aliran dana terorisme harus lebih diperketat

Rabu, 16 Mei 2018 02:14
Dibaca: 68 kali
ilustrasi
Jaringan teroris.
DINAMIKARAKYAT - Untuk memutus aktivitas terorisme, pemerintah diminta lebih dalam menelusuri aliran dana kelompok terorisme. Dengan memutus aliran uang, sel-sel teroris akan kesulitan dalam menjalankan rencananya.

"Disinilah pentingnya Counter Terrorist Financing (CTF). Sekecil apa pun sel mereka, pasti membutuhkan aliran dana. Mitigasi melalui sektor keuangan menjadi salah satu faktor penting," ujar Direktur Infinitum Advisory yang bergerak di bidang Risk and Compliance, Steven Herliv dalam keterangan persnya diterima wartawan, Senin 14 Mei 2018.

Steven Herliv menambahkan, lembaga-lembaga keuangan harus secara ketat menerapkan prinsip Know Your Customer (KYC) agar aliran-aliran dana mencurigakan untuk kepentingan terorisme dapat dideteksi.

"Di sini peran penting regulator yang harus berani memberikan penalti atau sanksi jika terjadi pelanggaran," paparnya.

Dengan adanya sanksi keras, diharapkan agar pelaku pasar dapat dipaksa untuk lebih peduli dan sadar akan pentingnya KYC yang ketat sebagai sebuah investasi yang memang diperlukan.

Tanpa ada proses KYC ketat dengan dedikasi tinggi, sulit untuk dapat melakukan CTF yang baik karena pihak nakal paham apa yang mereka lakukan dan akan disamarkan melalui berbagai trik.

Menurutnya, penanggulangan aliran dana terorisme harus lebih diperketat. "Anti terorisme itu memiliki spektrum yang luas, lebih dari urusan intelijen dan penangkapan. Semua lini ini memiliki keterkaitan dan aliran pendanaan seumpama darah di dalam tubuh manusia yang menopang kehidupan sel-sel teroris."

Selain penanggulangan terorisme oleh pihak berwajib yang telah dijalankan selama ini, langkah preventif dengan memutus aliran pendanaannya dan kelompok teroris yang ada akan mempersempit ruang gerak teroris hingga akhirnya mati dengan sendirinya.

Pihak-pihak di belakang layar yang memberikan modal atau membantu mengalirkan pendanaan inilah yang merupakan dalang dan akar dari kanker terorisme dan harus diprioritaskan dalam pemberantasan. (art/drc)

Editor: admin

T#g:bom surabayainfinitum advisoryjaringan terorispolristeven herliv
Berita Terkait
  • Rabu, 06 Jun 2018 03:58

    USU Ajukan Permohonan Penangguhan Dosen ke Kapolda Sumut

    Pihak Universitas Sumatera Utara (USU) ‎mengajukan permohonan untuk penangguhan tahanan terhadap terduga ujaran kebencian, Himma Dewiyana Lubis alias Himma kepada Kapolda Sumut ‎Irjen Pol Paulus Waterpauw.

  • Kamis, 24 Mei 2018 22:41

    Tim Kuasa Hukum Dosen USU: HDL tidak ada menulis soal bom di Surabaya

    Terkait proses hukum, Chairul menjelaskan dalam menetapkan status tersangka HDL, pihak kepolisian hanya memeriksa dua saksi yakni anak HDL dan polisi yang melaporkan kasus itu.

  • Senin, 14 Mei 2018 00:43

    Intelijen dan Polri Perlu Tinjau Ulang Strategi Jaringan Teroris

    Karena berdasarkan penilaiannya upaya Densus 88 yang selalu menembak mati terduga teroris dalam berbagai operasi penangkapan, justru membuat Polri sulit untuk mengungkap jaringanya.

  • Selasa, 01 Mei 2018 23:56

    Pisah Sambut Kapolres Madina Diiringi Gordang Sambilan

    Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution mengulosi masing-masing perwira polisi yang melaksanakan sertijab dari AKBP Martri Sonny kepada AKBP Irsan Sinuhaji dalam acara pisah sambut kapolres.

  • Kamis, 05 Apr 2018 23:18

    Medan Tembung Geger, Wakapolres Lombok Tengah Tembak Mati Adik Ipar Depan Istri

    Wakil Kepala Kepolisian Resor (Wakapolres) Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Komisaris Polisi (Kompol) Fahrizal menembak mati adik iparnya berinisial K alias I (34) di depan istri dan ibunya.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2018 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir