• Home
  • Hukum
  • Rakernas AAI: Ijek Ingatkan Advokat Jaga Harkat dan Martabat

Rakernas AAI: Ijek Ingatkan Advokat Jaga Harkat dan Martabat

Minggu, 14 Jul 2019 16:37
Dibaca: 36 kali
drberita/istimewa
Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah.
DINAMIKARAKYAT - Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshas mengatakan kaidah hukum dapat berhasil dan berdayaguna bila dijadikan panglima dalam kehidupan bernegara, berbangsa dan bermasyarakat. Semua orang harus taat dan patuh kepada hukum tidak terkecuali aparatur seperti advokat.

"Dimana pada satu sisi, advokat itu unsur penegak hukum. Sedangkan di sisi lain, harus menjaga harkat dan martabat profesi sebagai pekerjaan luhur (officium nobile) yang harus tunduk kepada aturan dan kode etik profesi," ujar Ijek membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XX Asosiasi Advokat Indonesia (AAI) di Hotel Emerald Garden Medan, Jumat 12 Juli 2019 malam.

Musa Rajekshah pun berpesan melalui rakernas yang bertema 'Bersama Untuk Satu' ini, para advokat diharapkan menjaga nama baik profesi sebagai pekerjaan luhur.

Rakernas ke-20 yang berlangsung selama tiga hari ini, menghasilkan sesuatu yang bermanfaat baik secara internal organisasi hingga berguna bagi masyarakat. Keberadaan advokat atau asosiasi yang menaunginya adalah untuk memberikan perlindungan atau pembelaan kepada warga negara.

"Katakan yang benar itu benar, yang salah itu salah. Supaya masyarakat terlindungi dan dapat kepastian hukum. Tidak gampang memang menegakkan yang benar. Karena itu selamat melaksanakan rakernas, semoga bisa tetap kompak," kata Ijek.

Hadir dalam acara Ketua Pengadilan Tinggi Medan Cicut Sutiarso, Ketua Umum DPP AAI Muhammad Ismak, Ketua Dewan Kehormatan AAI Candra Srijaya, Ketua DPC AAI Medan Hakim Tua Harahap, perwakilan Forkopimda, para ketua DPD AAI se-Indonnesia, peserta rakernas serta sejumlah ormas dan mahasiswa.

Ketua Umum DPP AAI Muhammad Ismak mengajak seluruh hadirin untuk memikirkan kiprah organisasi di tengah masyarakat. Menurutnya masa setahun terakhir, telah terlihat polarisasi dalam konteks demokrasi. Hal itu karena kemungkinan kurang pemahaman warga terhadap makna Pancasila dan UUD 1945.

"Saya harap ini bisa dirumuskan untuk dijalankan seluruh DPC. Sehingga bukan hanya penguatan organisasi," katanya.

Sementara, Ketua Pengadilan Tinggi Medan Cicut Sutiarso mengingatkan bahwa advokat termasuk aparat penegak hukum. Sehingga ada kode etik harus dijaga sama seperti jajarannya di lembaga yudikatif.

"Tentu saja dimulai dari aparat penegak hukum. Kemudian bagaimana kita melayani, berhubungan dengan rekan sejawat, tidak boleh saling mendahului dalam penanganan masalah. Karena semua rambu-rambu itu sama, seperti yang kita punya," terangnya. (art/drc)

Editor: admin

T#g:asosiasi advokat indonesiaijekmusa rijekshahrakernas aaiwakil gubernur sumut
Berita Terkait
  • Jumat, 10 Mar 2017 01:27

    Karang Taruna Sumut Bersyukur Nurhazijah Marpaung Dilantik Sebagai Wakil Gubernur

    Dilantiknya Bu Nurhazijah maka dapat membantu Gubsu dalam menjalankan roda-roda pemerintahan.

  • Kamis, 15 Des 2016 21:43

    Melalui Efendi Pohan, Ijek Shah Terima Uang Rp 5 Miliar dari Gatot

    DINAMIKARAKYATCOM - ‎Saksi Effendi Pohan selaku Kadis Bina Marga Sumut yang hadir memberikan keterangan mengatakan, jika Ijek Shah pernah diberinya uang Rp 5 miliar. Uang itu diberikan tiga tahap.

  • Minggu, 11 Sep 2016 16:47

    KPK Akan Tetapkan Pengusaha Jadi Tersangka Suap Bekas Gubernur Sumut

    DINAMIKARAKYATCOM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berencana akan menetapkan seorang pengusaha menjadi tersangka dalam kasus suap bekas Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho."Sabar dek, ada lagi yang

  • Jumat, 24 Jun 2016 00:28

    Terkait Kasus Suap, Anif Shah dan Anaknya Diperiksa KPK

    DINAMIKARAKYATCOM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turut memeriksa Anif Shah dan anaknya Musa Rajek Shah, di Mako Brimob Sumut, Jalan Wahid Hasyim, Medan, Kamis (23/6/3016). Mereka diperiksa sebag

  • Kamis, 23 Jun 2016 23:43

    Hari ke 4, Ini Daftar 29 Nama Diperiksa KPK di Mako Brimob Sumut

    DINAMIKARAKYATCOM - Sebanyak 29 orang saksi dipanggil untuk dimintai keterangan di Markas Komando Brimob, Kamis (23/6/2016), terkait kasus suap bekas Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho dan tujuh tersan

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2019 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir