Bank Sumut
  • Home
  • Hukum
  • Praktisi Hukum Dukung Polda Sumut Tangkap 6 Pemain Judi dan Pelaku Teror Jurnalis

Praktisi Hukum Dukung Polda Sumut Tangkap 6 Pemain Judi dan Pelaku Teror Jurnalis

Kamis, 19 Jul 2018 10:42
Dibaca: 849 kali
drberita/istimewa
Arif Tampubolon dan Julheri Sinaga beserta para aktivis dan jurnalis.
DINAMIKARAKYAT - Munculnya pernyatan Kabid Humas Polda Sumut Kombes Tatan Dirsan Atmaja terkait kasus video penggerebekkan judi tanggal 20 Mei 2018 di salah satu hotel Jalan SM Raja Medan, diduga mirip penjabat Walikora Padangsidimpuan Sarmadan Hasibuan, yang saat ini sedang diselidiki Bid Propam menuai apresisi dari praktisi hukum.

Pasalnya, video penggrebekkan main judi yang kontroversi dan viral di media sosial tersebut diketahui terindikasi 'main mata', sehingga para pelaku diduga pejabat Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak ditahan.

Ditambah lagi dugaan munculnya hasil investigasi wartawan media online lokal Arif Tampubolon sehingga berefek pada upaya pembunuhan dan pembungkaman profesi jurnalis sehingga melekat dalam ingatan publik.

"Kita sangat apresisi langkah Polda Sumut melalui Bidang Propam menyelidiki. Artinya jika sudah mendapat penyebar awal video hingga sampai pada korban kekerasan atas nama Arif Tampubolon, di situ mungkin ada titik terang indikasi 'main mata', sehingga para pelaku judi tidak ditangkap," ujar Praktisi Hukum Julheri Sinaga SH kepada wartawan pada jumpa pers, di Cefe Jalan Wahid Hasyim, Medan, Jumat 13 Juli 2018.

Artinya, kata Julheri, penegasan dari foto pelaku pemain judi mirip Sarmadan Hasibuan  yang berada di ruangan berlatar papan bertuliskan "Ditreskrim" menuai titik terang kebenaran para pelaku yang diketahui sempat digeret ke Polda Sumut.

Kemudian, berdasarkan hasil penyelidikan itu nantinya juga terungkap fakta-fakta yang bisa dijadikan alat bukti untuk menguatkan unsur-unsur pidana yang terjadi dalam video itu.

"Polda Sumut mengakui adanya tim kriminal umum melakukan penggrebekkan. Tidak ditemukannya alat bukti sehingga tidak dilakukannya penahan. Pandangan hukum saya melihat, ada beberapa pack kartu dan uang pecahan seratus ribu rupiah bertabur di tempat tidur dapat terpaparkan secara jelas," tegasnya.

Selain itu, kata Julheri Sinaga yang kerap kritis dan aktif dalam nengadvokasi masyarkaat marjinal ini menaruh harapan, Divisi Propam Mabes Polri tentunya perlu dilibatkan 'turun gunung' dalam penyelidikan yang dilakukan Bidang Propam Polda Sumut, agar semakin maksimal penanganan kasus.

Sehingga kecurigan dan indikasi pengkaburan informasi dan fakta yang beredar di publik terhindari.

"Kami harap persoalan ini menjadi perhatian serius Divisi Propam Mabes Polri, harus turun tangan. Agar padangan buruk masyarakat publik yang kerap tersiar 'Tangkap Lepas' di institusi Polri terjawab," pungkasnya.

Senada pernyataan tersebut, aktivis yang juga advokat Asril Siregar SH yang familiar di publik memperjuang hak pedagang pasar ini juga mendukung sikap tegas Polda Sumut mengusut tuntas penyerangan wartawan yang diduga efek dari investigasi video penggerebekkan judi di salah satu hotel Jalan SM Raja Medan.

"Sesuai dengan fungsinya sebagai kontrol sosial, media yang merupakan mitra advokat dan aparat hukum seyogiyanya harus saling mendukung. Jadi kami sangat apresiasi dengan jika Mabes Polri turut andil dalam kasus ini," ujar Asril.

Ditegaskan Asril, jika persoalan ini tidak terusut tuntas, tentunya menjadi preseden buruk tersendiri bagi institusi Polri.

"Media juga enggan menjalin kemitraan jika profesi mereka mengalami intervensi dan tidak mendapat dukungan aparat hukum itu sendiri," tegas Asril.

Untuk itu, lanjut Alumni Universitas Alwasliyah yang juga aktif disejumlah organisasi kepemudaan ini mengharapkan Divisi Mabes Polri memanggil dan memeriksa sejumlah personil tim yang melakukan penggrebekkan pada malam hari tersebut.

Diberitkan sebelumnya, Humas Polda Sumut saat ini melakukan penyelidikan atas menyebarnya Video tersebut.

Video rekaman penangkapan kasus judi diduga Pj Walikota Padangsidimpuan Sarmadan Hasibuan yang juga Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi (BP2RD) Pemprov Sumut.

Penggerebekan itu terjadi pada malam hari tanggal 20 Mei 2018, saat Sarmadan Hasibuan dan lima rekannya sedang bermain judi di kamar hotel di Kota Medan. (art/drc)

Editor: admin

T#g:arif tampubolonasril siregarjulheri sinagamain judipolda sumutsarmadan hasibuan
Berita Terkait
  • Senin, 07 Okt 2019 12:01

    Apresiasi Polda Sumut: PIB Akan Diskusi Publik Korupsi DBH PBB Labusel & Labura

    Hasil audit BPKP yang telah diterima Polda Sumut semestinya sudah bisa menjadi tolak ukur dan landasan bagi Polda Sumut untuk menetapkan status tersangka Bupati Labusel Wildan Tanjung dan Bupati Labura Khairuddin Syah alias Haji Buyung.

  • Senin, 09 Sep 2019 12:58

    Komunitas Bumantara Jadwalkan Giat Jalan Sehat

    Komunitas Bumantara menjadwalkan kegiatan jalan sehat untuk peringatan Sumpah Pemuda tahun 2019. Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari sejumlah pihak, salahsatunya Satpol PP Kota Medan.

  • Kamis, 05 Sep 2019 02:16

    Bobby: Fery "Tak Mungkin" ditahan, Dia anak Sarmadan Hasibuan

    Kader PMII ini mengharapkan Polda Sumut tidak hanya sebatas menggunakan hukum teringan atas seseorang yang terjerat narkoba. Apalagi seorang wakil rakyat yang seharusnya menjadi contoh.

  • Minggu, 01 Sep 2019 21:45

    JMM Apresiasi Kapolda Agus: Dugaan Korupsi UIN Sumut Jadi Penentu

    JMM menilai selama ini Agus berhasil sebagai pengayom dan sahabat bagi seluruh masyarakat Sumatera Utara, serta berhasil dalam mengungkap kasus-kasus besar di Sumut.

  • Sabtu, 31 Agu 2019 12:14

    Tak Percaya, Alumni Minta Polda Buktikan Dugaan Korupsi UIN Sumut

    Dugaan korupsi di UIN Sumut menjadi perhatian alumni. Mereka tidak percaya sudah terjadi perbuatan 'haram' dibekas kampus tempat mereka menimba ilmu. Polda pun diminta untuk membuktikan tindak pidana korupsi itu.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2019 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir