• Home
  • Hukum
  • Praktisi Hukum Dukung Polda Sumut Tangkap 6 Pemain Judi dan Pelaku Teror Jurnalis

Praktisi Hukum Dukung Polda Sumut Tangkap 6 Pemain Judi dan Pelaku Teror Jurnalis

Kamis, 19 Jul 2018 10:42
Dibaca: 762 kali
drberita/istimewa
Arif Tampubolon dan Julheri Sinaga beserta para aktivis dan jurnalis.
DINAMIKARAKYAT - Munculnya pernyatan Kabid Humas Polda Sumut Kombes Tatan Dirsan Atmaja terkait kasus video penggerebekkan judi tanggal 20 Mei 2018 di salah satu hotel Jalan SM Raja Medan, diduga mirip penjabat Walikora Padangsidimpuan Sarmadan Hasibuan, yang saat ini sedang diselidiki Bid Propam menuai apresisi dari praktisi hukum.

Pasalnya, video penggrebekkan main judi yang kontroversi dan viral di media sosial tersebut diketahui terindikasi 'main mata', sehingga para pelaku diduga pejabat Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak ditahan.

Ditambah lagi dugaan munculnya hasil investigasi wartawan media online lokal Arif Tampubolon sehingga berefek pada upaya pembunuhan dan pembungkaman profesi jurnalis sehingga melekat dalam ingatan publik.

"Kita sangat apresisi langkah Polda Sumut melalui Bidang Propam menyelidiki. Artinya jika sudah mendapat penyebar awal video hingga sampai pada korban kekerasan atas nama Arif Tampubolon, di situ mungkin ada titik terang indikasi 'main mata', sehingga para pelaku judi tidak ditangkap," ujar Praktisi Hukum Julheri Sinaga SH kepada wartawan pada jumpa pers, di Cefe Jalan Wahid Hasyim, Medan, Jumat 13 Juli 2018.

Artinya, kata Julheri, penegasan dari foto pelaku pemain judi mirip Sarmadan Hasibuan  yang berada di ruangan berlatar papan bertuliskan "Ditreskrim" menuai titik terang kebenaran para pelaku yang diketahui sempat digeret ke Polda Sumut.

Kemudian, berdasarkan hasil penyelidikan itu nantinya juga terungkap fakta-fakta yang bisa dijadikan alat bukti untuk menguatkan unsur-unsur pidana yang terjadi dalam video itu.

"Polda Sumut mengakui adanya tim kriminal umum melakukan penggrebekkan. Tidak ditemukannya alat bukti sehingga tidak dilakukannya penahan. Pandangan hukum saya melihat, ada beberapa pack kartu dan uang pecahan seratus ribu rupiah bertabur di tempat tidur dapat terpaparkan secara jelas," tegasnya.

Selain itu, kata Julheri Sinaga yang kerap kritis dan aktif dalam nengadvokasi masyarkaat marjinal ini menaruh harapan, Divisi Propam Mabes Polri tentunya perlu dilibatkan 'turun gunung' dalam penyelidikan yang dilakukan Bidang Propam Polda Sumut, agar semakin maksimal penanganan kasus.

Sehingga kecurigan dan indikasi pengkaburan informasi dan fakta yang beredar di publik terhindari.

"Kami harap persoalan ini menjadi perhatian serius Divisi Propam Mabes Polri, harus turun tangan. Agar padangan buruk masyarakat publik yang kerap tersiar 'Tangkap Lepas' di institusi Polri terjawab," pungkasnya.

Senada pernyataan tersebut, aktivis yang juga advokat Asril Siregar SH yang familiar di publik memperjuang hak pedagang pasar ini juga mendukung sikap tegas Polda Sumut mengusut tuntas penyerangan wartawan yang diduga efek dari investigasi video penggerebekkan judi di salah satu hotel Jalan SM Raja Medan.

"Sesuai dengan fungsinya sebagai kontrol sosial, media yang merupakan mitra advokat dan aparat hukum seyogiyanya harus saling mendukung. Jadi kami sangat apresiasi dengan jika Mabes Polri turut andil dalam kasus ini," ujar Asril.

Ditegaskan Asril, jika persoalan ini tidak terusut tuntas, tentunya menjadi preseden buruk tersendiri bagi institusi Polri.

"Media juga enggan menjalin kemitraan jika profesi mereka mengalami intervensi dan tidak mendapat dukungan aparat hukum itu sendiri," tegas Asril.

Untuk itu, lanjut Alumni Universitas Alwasliyah yang juga aktif disejumlah organisasi kepemudaan ini mengharapkan Divisi Mabes Polri memanggil dan memeriksa sejumlah personil tim yang melakukan penggrebekkan pada malam hari tersebut.

Diberitkan sebelumnya, Humas Polda Sumut saat ini melakukan penyelidikan atas menyebarnya Video tersebut.

Video rekaman penangkapan kasus judi diduga Pj Walikota Padangsidimpuan Sarmadan Hasibuan yang juga Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi (BP2RD) Pemprov Sumut.

Penggerebekan itu terjadi pada malam hari tanggal 20 Mei 2018, saat Sarmadan Hasibuan dan lima rekannya sedang bermain judi di kamar hotel di Kota Medan. (art/drc)

Editor: admin

T#g:arif tampubolonasril siregarjulheri sinagamain judipolda sumutsarmadan hasibuan
Berita Terkait
  • Senin, 17 Jun 2019 18:02

    Konferensi Pers: 7 Pelaku Penganiayaan Keluarga Mantan Polisi Ditangkap

    Polda Sumut dan Polres Dairi berhasil mengungkap kasus percobaan pembunuhan yang mengakibatkan seorang pensiunan Polri bernama Bangkit Sembiring dan 4 orang keluarganya kritis.

  • Minggu, 16 Jun 2019 02:51

    Dimonitor KPK, Polda Sumut Masuk WBK Bandara dan Pelabuhan

    Polda Sumatera Utara masuk dalam Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) pada kawasan bandara dan pelabuhan, yang dimonitor oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

  • Selasa, 14 Agu 2018 22:41

    Diskursus Pergantian Penanggung Jawab Dearah Hukum Kepolisian RI di Sumut

    Namun ada hal menarik dan menjadi atensi atau mungkin menjadi diskursus publik (trending topic-istilah ke-kekinian) terkait pergantian para perwira tinggi di institusi yang sangat banyak bersentuhan dengan kepentingan umum (public domain).

  • Senin, 13 Agu 2018 01:33

    Kasus Video Main Judi: Komisi A Akan Panggil Pj Walikota Padangsidimpuan

    Komisi A DPRD Sumut dalam waktu dekat ini akan memanggil Pj Walikota Padangsidimpuan Sarmadan Hasibuan terkait video penangkapan main judi di Hotel Garuda Plaza, Medan, Minggu 20 Mei 2018, lalu yang viral di media sosial.

  • Kamis, 09 Agu 2018 11:02

    Terungkap, Penyebar Video Main Judi Pj Walikota Padangsidimpuan dari Internal Polisi

    Tak disangka, penyebar pertama video penangkapan Pj Walikota Padangsidimpuan Sarmadan Hasibuan dan lima rekannya main judi di kamar Hotel Garuda Plaza, Medan, Minggu 20 Mei 2018, lalu ternyata dari internal polisi.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2019 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir