Bank Sumut
  • Home
  • Hukum
  • Polda Sumut Siap Amankan Pesta Putri Presiden

Polda Sumut Siap Amankan Pesta Putri Presiden

Senin, 20 Nov 2017 21:31
Dibaca: 164 kali
drberita/istimewa
Kapolda Sumut Irjen Paulus Waterpauw periksa pasukan.
DINAMIKARAKYAT - Hajatan ngunduh pernikahan putri Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kahiyang Ayu dengan Bobby Afif Nasution akan dilangsungkan di Bukit Hijau Residence, Komplek Taman Setia Budi Indah (Tasbih), mulai 24 sampai 26 November 2017.

Polda Sumut menyatakan siap sedia mengamankan dengan mempersiapkan pasukan pengamanan. Apel Gelar Pasukan untuk pengamanan pesta pernikahan putri presiden digelar di lapangan KS Tubun Markas Polda Sumut, Medan, Senin 20 November 2017.

Apel pasukan ini dipimpin langsung oleh Kapolda Sumut Irjen Paulus Waterpauw. Apel ini juga dihadiri Wakapolda Sumut Brigjen Agus Andrianto dan seluruh pejabat utama Polda Sumut.

Paulus Waterpauw mengatakan apel gelar pasukan ini bertujuan mengetahui sejauh mana kesiapan dari masing-masing satuan tugas pengamanan, baik kesiapan personil maupun kesiapan materil pengamanan serta bentuk sarana pendukung lainnya.

"Saya berharap satuan tugas pengamanan sudah memiliki kesiapan operasional yang baik dan terencana, sarana prasarana pendukung paripurna yang mampu mengatasi dan menangkal berbagai kerawanan dan situasi kontijensi yang mungkin terjadi berdasarkan perkiraan intelijen dan beberapa antisipasi dari hasil rapat koordinasi selama ini," katanya.

Paulus berharap, kegiatan pengamanan benar-benar terencana, terkoordinasi dengan baik, terjalin kerjasama yang sinergis, terarah, terpadu dalam koridor pengawasan dan pengendalian yang jelas dari masing-masing satuan pengamanan atau instansi terkait.

Apel gelar pasukan ini merupakan kesiapan di bidang pengamanan, dimulai dari sebelum kedatangan presiden, saat kedatangan, saat presiden berjalan ke lokasi-lokasi kegiatan, saat pelaksanaan setiap rangkaian pesta pernikahan hingga kembalinya presiden ke Jakarta. Pihaknya telah menempatkan sejumlah personil di titik-titik pengamanan sesuai tingkat kerawanannya.

Paulus menjelaskan, standar operasional prosedur pengamanan terhadap presiden sebagai orang terpenting di negeri ini, tetap dipedomani.

Ia menekankan, kepada bawahannya agar selalu mengambil langkah-langkah antisipasi terhadap setiap usaha yang dapat menganggu kelancaran, ketertiban dan keamanan selama pelaksanaan pesta pernikahan putri Presiden Jokowi.

Kepada setiap komandan satuan tugas pengamanan, dipesankan harus mampu melaksanakan tugasnya dengan baik, mampu memperkirakan situasi, mampu melaporkan situasi dan berkoordinasi serta mengambil keputusan penting bila itu memang dipandang perlu dan memaksa. (art/drc)

Editor: admin

T#g:bobby kahiyangirjen pauluspolda sumutPresiden Jokowi
Berita Terkait
  • Selasa, 13 Feb 2018 00:31

    Rakernas Himmah Rekomendasikan Kasus Register 40 ke Jokowi

    Rapat kerja nasional (Rakernas) Himpunan Mahasiswa Alwasliyah (Himmah) merekomendasikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk segera menuntaskan kasus register 40 di Provinsi Sumatera Utara.

  • Jumat, 02 Feb 2018 01:02

    Jaksa Kebut Berkas Tersangka Mujianto

    Penelitian berkas dilakukan selama 14 hari kerja, setelah berkas dilimpahkan dari Polda Sumut ke Kejati Sumut, setelah diteliti dan unsur penyidikan memenuhi, baru kemudian berkas perkara dinyatakan lengkap (P-21).‎

  • Kamis, 01 Feb 2018 03:02

    Polda Sumut Tahan Mujianto Setelah Mabes Polri Tangkap Marlon Purba

    Polda Sumut akhirnya menahan Mujianto dan Rosihan Anwar terkait kasus penipuan yang tercantum dalam surat laporan STTLP/509/IV/2017 SPKT "II" tertanggal 28 April 2017.

  • Selasa, 23 Jan 2018 23:18

    Kejatisu Terima Berkas Tersangka Mujianto

    Dugaan penipuan itu berawal dari ajakan kerjasama melalui staf Mujianto, Rosihan Anwar untuk melakukan bisnis penimbunan lahan seluas 1 Ha atau setara 28.905 M3 di atas tanah lahan di Kampung Salam Kelurahan Belawan 2, Kecamatan Medan Belawan, sekira Juli

  • Selasa, 23 Jan 2018 21:42

    Diduga Ada Sponsor, Pos Polisi di Kota Medan Diprotes

    Aksi ini dilakukan karena JMM menilai adanya kejanggalan yang dilakukan oleh pihak Polrestabes Medan terkait banyaknya pos polisi yang tersebar di pinggir jalan memakai embel-embel sponsor dari pihak swasta.

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2018 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir