Bank Sumut
  • Home
  • Hukum
  • Pengusaha Mebel Tipu Ketua AMPG Sumut: Ahmad Sofyan Buat Laporan Palsu

Pengusaha Mebel Tipu Ketua AMPG Sumut: Ahmad Sofyan Buat Laporan Palsu

Selasa, 31 Jul 2018 08:15
Dibaca: 568 kali
drberita/istimewa
Ahmad Sofyan (pegang kuitansi) dan anggotanya Mariadi.
DINAMIKARAKYAT - Aksi penipuan seorang pengusaha mebel Ahmad Sofyan akhirnya terbongkar di Polsek Medan Area, setelah korban Abdul Rahman alias Dedek diperiksa sebegai terlapor kasus penganiayaan dan penyekapan.

Dalam pemeriksaannya, Dedek yang merupakan Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Sumatera Utara, ini membeberkan kronologis aksi penipuan yang dilakukan Ahmad Sofyan.

Dedek sebelumnya dilaporkan Ahmad Sofyan ke Polsek Medan Area dengan bukti laporan Nomor: STTLP/ 342/ K/ V/ 2018 SPK Sektor Medan Area, tertanggal 7 Mei 2018.

Dalam laporannya, Ahmad Sofyan mengakui dirinya dianiaya dan disekap oleh Dedek di rumahnya Jalan Bromo, Medan. Selain itu pengusaha mebel itu juga mengaku sepeda motornya jenis bebek metik BK 6346 AEJ dirampok oleh Dedek. Padahal, sepeda motor tersebut diserahkannya ke Dedek sebagai jaminan kerugian yang dialami Dedek karena kayu yang dipesan tidak sesuai dengan permintaan.


Ahmad Sofyan lagi merokok di dekat bangunan rumah Dedek. (poto/ist)

Penyerahaan sepeda motor juga dengan menggunakan kuitansi dengan bahasa yang tertulis sebagai titipan, sampai Ahmad Sofyan bisa mengembalikan kerugian Dedek senilai Rp 30 juta, yang diberikan untuk memesan kayu Damar Aceh. Namun Ahmad Sofyan memberikan kayu Damar Pekanbaru.

Ahmad Sofyan juga dalam laporannya menggunakan alamat palsu, yaitu dirinya tinggal di Jalan Eka Jaya 2 Permata Residen No. 5 Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai. Padahal aslinya Ahmad Sofyan tinggal di Jalan Eka Jaya 2 Pertmata Residen No. 5 Kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor.

Ahmad Sofyan juga menggunakan saksi palsu untuk menguatkan laporannya ke Polsek Medan Area. Saksi yang dibawa Ahmad Sofyan bernama Mariadi (38) warga Dusun 2, Desa Selama, Kecamatan Biru-biru. Mariadi adalah orang yang menjadi saksi dalam kuitansi titipan sepeda motor. Namun keterangannya di Polsek Medan Area, Mariadi menguatkan laporan Ahmad Sofyan.

"Dasar manusia tidak tau diri si Ahmad Sofyan itu. Sudah dibantu dikasih pekerjaan malah menipu saya pula dia. Entah kapan dia disekap dan dianiaya. Enak-enak datang ke rumah saya kasih minum kopi, dibilangnya pula saya menganiayanya, kan kurang ajar orang seperti itu, lihat sendiri poto-poto dia ini di rumah saya, apa ada saya aniaya dan siram kopi wajahnya, bajunya kan bersih dari kopi dan wajahnya mulus-mulus aja. Datang ke polsek wajahnya bisa memer, kan aneh. Main kok macam orang kampong gitu dia (Ahmad Sofyan). Sudah membuat laporan palsu dia di Polsek Medan Area," jelas Dedek, di Jalan Bromo, Medan, Senin 30 Juli 2018 malam.


Ahmad Sofyan dengan memer di kening. (poto/ist)

Masih Dedek, malam itu tanggal 7 Mei 2018, Ahmad Sofyan dan anggotanya Mariadi datang ke rumah Dedek untuk mempertanggungjawabkan kayu yang diantarnya namun tidak sesuai dengan pesanan. Setalah berbincang beberapa saat sambil minum kopi, disepakati membuat kuitansi penitipan sepeda motor milik Ahmad Sofyan sebagai jaminan uang Rp 30 juta dikembalikan.

Menurut Dedek, sekira pukul 20.40 WIB, Ahmad Sofyan dan Mariadi pergi meninggalkan dari lokasi (rumah Dedek). Setalah itu sekira pukul 23.30 WIB, Ahmad Sofyan dan Mariadi telah membuat laporan ke Polsek Medan Area.

"Jika dilihat dari selisih waktu, kan gak mungkin sampai 2 jam perjalana mereka ke Polsek Medan Area dari rumah saya. Setahu saya dari rumah saya ke Polsek Medan area paling bantar waktunya 20 menit. Aneh kan kok bisa wajahnya tiba-tiba memar membuat laporan ke Polsek Medan Area," seru Dedek.
    
Jadi, kata Dedek, Kapolresta Medan Kombes Pol Dadang Hartanto dan Kapolsek Medan Area Kompol J Girsang, diminta bersikap profesioal, modern dan terpecaya (promoter) menangani laporan Ahmad Sofyan. "Sebagai warga negara saya patuh hukum, tetapi laporan Ahmad Sofyan tolong profesional lah diterima, jangan asal-asalan saja, saya juga mau membuat laporan balik," tandasnya.

Sementara itu Ahmad Sofyan yang dikonfirmasi terkait laporan palsunya melalui sambungan telepon seluler nomor 081396339633 tidak menjawab. (art/drc)

Editor: admin

T#g:abdul rahmanampg sumutkayu damarpolrestabes medanpolsek medan area
Berita Terkait
  • Sabtu, 26 Mei 2018 02:33

    Mantan Striker PSMS Dijebloskan ke Rutan Tanjung Gusta Medan

    Eks pemain tim nasional, ‎Andika Yudhistira Lubis, terjerat kasus penganiayaan terhadap seorang wanita berinsial ABS. Andika pun langsung dicebloskan ke Rutan Kelas IA Tanjunggusta Medan, Sumatera Utara.

  • Senin, 30 Apr 2018 18:37

    Daniel Pinem Dukung Uji Coba Rekayasa Lalu Lintas

    Walaupun, Dinas Perhubungan Kota Medan belum ada koordinasi bersama Komisi D DPRD Kota Medan. Tapi, uji coba rekayasa di tiga titik, di Jalan Cut Mutia, RA Kartini dan Palang Merah perlu dukungan.

  • Kamis, 08 Feb 2018 00:39

    Diduga Dijebak Teman, Anak Helvetia Dituntut 16 Tahun Penjara

    Ilham Maulana alias Iam terdakwa kasus narkoba dengan barang bukti sabu seberat 1 kilogram, dituntut hukuman penjara selama 16 tahun di Pengadilan Negeri Medan, Rabu 7 Februari 2018.

  • Minggu, 28 Jan 2018 23:33

    Kejari Medan Yakin Polisi Terus Menyelidiki Kasus Pembunuhan Kuna

    Kejari Medan memastikan polisi akan terus menyelidiki kasus pembunuhan berencana pengusaha air softgun Indra Gunawan alias Kuna untuk mengungkap otak pelakunya.

  • Selasa, 23 Jan 2018 21:42

    Diduga Ada Sponsor, Pos Polisi di Kota Medan Diprotes

    Aksi ini dilakukan karena JMM menilai adanya kejanggalan yang dilakukan oleh pihak Polrestabes Medan terkait banyaknya pos polisi yang tersebar di pinggir jalan memakai embel-embel sponsor dari pihak swasta.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2018 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir