• Home
  • Hukum
  • Pengadilan Makin Tidak Jelas, Laurentius Divonis 97 Hari Penjara

Pengadilan Makin Tidak Jelas, Laurentius Divonis 97 Hari Penjara

Rabu, 04 Apr 2018 22:55
Dibaca: 198 kali
drberita/istimewa
Terdakwa Laurentius.
Perindo
DINAMIKARAKYAT - Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan memvonis ringan ‎Laurentius, terdakwa penganiyaan Achmad Husin Siregar yang dipaksa menghentikan musik saat adzan berlangsung dengan hukuman 97 hari penjara.

Meski dinyatakan bersalah ‎terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana penganiayaan sebagaimana dakwaan. Namun, hukuman dinilai rendah oleh kuasa hukum korban.

"Menimbang memutuskan dan mengadili terdakwa terbukti turutserta melakukan tindak pidana, sebagaimana diatur dalam pasal 351 ayat 1 KUHPIDANA. Dengan ini, menjatuhkan hukuman kepada terdakwa Laurentius selama 3 bulan dan 7 hari penjara, " ungkap majelis hakim diketuai oleh Erintuah Damanik, Rabu 4 April 2018.

Dalam amar putusan majelis hakim, terdakwa tidak terbukti melakukan tindak pidana penganiayaan sebagaimana diatur dalam pasal 170 ayat 1 KUHPidana (dakwaan primer).

"Terjadinya penganiayaan diakibatkan oleh sikap korban yang terlalu kasar, bahkan dengan suara tinggi melabrak terdakwa, sehingga terdakwa emosi dan memukuli korban," jelas Erintuah.

Namun pertimbangan hukum lainnya, Erintuah yang menyebutkan tindakan penganiayaan dilakukan terdakwa secara bersama-sama sebagaimana disebutkan dalam pasal 351 jo pasal 55 ayat 1 ke - 1 KUHPidana, namun tidak menyebutkan adanya terdakwa lain sebagai pelaku utama.

Menyikapi putusan tersebut, JPU Amir Harahap maupun terdakwa kompak mengatakan menerima putusan itu. Sementara itu, Laurentius hanya dituntut lima bulan oleh JPU, pada sidang sebelumnya.

Usai sidang Syamsul Huda Johan kuasa hukum korban Achmad Husein Siregar kepada wartawan mengatakan kasus ini penganiayaan berat sesuai pasal 170 subsidair 351. Harusnya hakim menilai berdasarkan pasal tersebut, jangan hanya secara kasat mata. Tapi juga harus mengedepankan rasa keadilan masyarakat.

"Hasil visum juga jelas secara nyata bahwa akibat penganiayaan terhadap korban, mengakibatkan wajah lebam dan bibir pecah, seharusnya masuklah pasal 170 itu, pasal 351 saja minimal ancaman hukumannya 2 tahun 8 bulan. Darimana dasar Jaksa menuntut 5 bulan penjara, dan hakim memutus di bawah itu lagi," ungkap Syamsul.

Anehnya lagi, lanjutnya, bila memang terdakwa  dinyatakan terbukti turutserta, lantas di mana pelaku utamanya dan kenapa tidak disebutkan dalam persidangan.

"Pengadilan ini makin tidak adil lagi dan berpihak. Ini tidak wajar, harusnya JPU banding. Ini terima saja," cetus Syamsul. (art/drc)

Editor: admin

T#g:adzan masjidpengadilan negeri medanumat islam
Berita Terkait
  • Senin, 09 Apr 2018 22:38

    Libur Lebaran Idul Fitri Akan Ditambah

    Anggota Komisi V DPR Syarif Alkadrie mendukung rencana pemerintah untuk menambah cuti libur lebaran. Hal itu menurutnya bisa meminimalisasi jumlah pekerja yang bolos menjelang cuti lebaran.

  • Rabu, 14 Feb 2018 01:29

    Langgar Perda, PKL Belakang Gedung Pengadilan Negeri Medan Digusur Paksa

    Puluhan Pedagang kaki lima (PKL), Jalan Candi Prambanan, Kelurahan Petisah‎ Tengah, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, tidak melawan saat ditertibkan petugas gabungan dan Satpol PP, Selasa 13 Februari 2018.

  • Selasa, 13 Feb 2018 02:36

    Sidang Mediasi Class Action PDAM Tirtanadi Belum Ada Sepakat

    Sidang mediasi gugatan class action yang dilayangkan masyarakat terhadap PDAM Tirtanadi di Pengadilan Negeri Medan belum ada titik sepakat atau berdamai antara kedua belah pihak.

  • Selasa, 13 Feb 2018 01:13

    GP Ansor Madina Laksanakan Rakorcab

    GP Ansor sebagai organisasi yang didirikan oleh ulama diwajibkan memiliki Majlis Dzikir dan Solawat Rijalul Ansor yang programnya adalah melaksanakan kegiatan keagamaan sesuai dengan amaliyah NU.

  • Kamis, 08 Feb 2018 00:39

    Diduga Dijebak Teman, Anak Helvetia Dituntut 16 Tahun Penjara

    Ilham Maulana alias Iam terdakwa kasus narkoba dengan barang bukti sabu seberat 1 kilogram, dituntut hukuman penjara selama 16 tahun di Pengadilan Negeri Medan, Rabu 7 Februari 2018.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2018 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir