Bank Sumut
  • Home
  • Hukum
  • Pekan Depan, Maringin Situmorang dan Syaiful Syahdan Diadili

Pekan Depan, Maringin Situmorang dan Syaiful Syahdan Diadili

Selasa, 28 Nov 2017 23:23
Dibaca: 233 kali
drberita/ilustrasi
Sidang perkara suap Bupati Batubara nonaktif OK Arya.
DINAMIKARAKYAT - Kasus penyuapan Bupati Batubara non-aktif OK Arya Zulkarnaen akan digelar, Kamis 7 Desember 2017, dengan tersangka Maringan Situmorang dan Syaiful Syahdan.

Berkas perkara kedua tersangka tersebut telah dilimpahkan Penuntut Umum KPK ke Pengadilan Tipikor Medan.

"Berkas kedua tersangka kita terima dari KPK 21 November 2017 lalu," ucap Humas Pengadilan Negeri Medan Erintuah Damanik kepada wartawan, Selasa 28 November 2017.

Sidang perdana mengagendakan pembacaan surat dakwaan kedua tersangka. Sidang dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Pengadilan Negeri Medan ‎Wahyu Setyo Prabowo sebagai ketua majelis hakim dan dua anggota majelis hakim Sontan Marauke dan Roslawny Tobing.

"Kamis 7 Desember nanti diitetapkan jadwal sidangnya. Agendanya biasa lah dakwaan dari Penuntut Umum KPK," tutur Erintuah.

Nota dakwaan yang diterima, kata Erintuah, kedua terdakwa dijerat pasal penyuapan. "Dakwaannya itu pasal 5 ayat 1 dan Pasal 13 UU Tipikor," tuturnya.

Saat ini diketahui kedua tersangka sudah dipindahkan dari Rutan KPK ke Rutan Tanjung Gusta Medan untuk proses persidangan. Namun belum diketahui kapan berkas perkara OK Arya akan dilimpahkan ke pengadilan.

Seperti diketahui, Bupati Batubara non-aktif OK Arya Zulkarnain bersama dua rekanan serta perantara suap yang juga bos "Ada Jadi Mobil" Sujendi Tarsono alias Ahien dan Kadis PUPR Helman Herdadi ditangkap KPK dalam operasi Tangkap Tangan (OTT) pada 13 September 2017 lalu, di rumah Dinas Bupati Batubara dengan barang bukti uang suap Rp346 juta.

Uang suap yang diamankan KPK bertahap yang diberikan rekanan kepada OK Arya melalui Ahien untuk sejumlah proyek infrastruktur di Kabupaten Batubara. (art/drc)

Editor: admin

T#g:bupati batubara ok aryakpkmaringin situmorangsyaiful syahdantipikor medan
Berita Terkait
  • Selasa, 20 Feb 2018 01:29

    Surat Tuntutan Belum Selesai, Sidang Korupsi Binahati Batal Digelar

    JPU batal membacakan surat tuntutan terdakwa korupsi dana penyertaan modal Pemkab Nias tahun 2007 senilai Rp6 miliar Binahati B Baeha di Pengadilan Tipikor Medan, Senin 19 Februari 2017.

  • Senin, 19 Feb 2018 20:12

    KPK Akan Bantu Menteri LHK Selesaikan Kasus Lahan Sawit DL Sitorus

    KPK mendukung rencana Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengeksekusi lahan negara yang dicaplok pengusaha sawit Darianus Lungguk Sitorus alias DL. Sitorus.

  • Senin, 19 Feb 2018 18:53

    KPK Jangan Hanya Periksa DPRD dan PNS Pemprov Sumut

    Ketua Peresedium Pemerhati Indonesia Bersih (PIB) Rosisyanto mengingatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar tidak pilih kasih memeriksa kasus suap mantan Gubsu Gatot Pujo Nugroho.

  • Rabu, 14 Feb 2018 02:03

    Tiga Terdakwa Korupsi Kapal Nelayan DKP Sumut Dihukum Bervariasi

    Tiga terdakwa kasus korupsi pengadaan 6 unit kapal nelayan, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumut dijatuhi hukuman bervariasi di Pengadilan Tipikor Medan, Selasa 13 Februari 2018.

  • Selasa, 13 Feb 2018 02:23

    Dua PNS Pemprov Sumut Dituntut 15 Bulan Penjara

    Dua terdakwa kasus pungutan liar (pungli) ‎Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumut dituntut masing-masing hukuman selama 15 bulan penjara di Pengadilan Tipikor Medan, Senin 12 Februari 2018.

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2018 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir