• Home
  • Hukum
  • PWRI Medan Sebut Keluarga Mantan Direksi PTPN2 Terlibat Mafia Tanah

PWRI Medan Sebut Keluarga Mantan Direksi PTPN2 Terlibat Mafia Tanah

Minggu, 01 Jul 2018 23:03
Dibaca: 255 kali
drberita/istimewa
Kantor PTPN2.
DINAMIKARAKYAT - Penyelesaian permasalah HGU diperpanjang seluas 56.341,85 hektar dan lahan HGU yang tidak diperpanjang seluas 5.873,06 hentar terindikasi ada keterlibatan mafia tanah bermainan.

Hal itu berdasarkan surat Menteri Badan Usaha Milik Negara Republik Indonesia tertanggal 30 September 2014. Ada juga aset berupa bangunan rumah dinas milik PT Perkebunan Nusantara 2 yang menjadi korbannya.

Demikian dipaparkan Rahmat Taufik, selaku penasehat Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) di Medan, akhir pekan.

Rahmad Taufik mengungkapkan bahwa ada kecurangan dilakukan oleh mafia tanah di lingkungan PTPN 2 Tanjung Morawa, Kabupaten Deliserdang.

"Kita duga Ada mafia tanah yang bermain dalam kasus ini, dan PWRI Medan berhasil menemukan beberapa SK Bupati di atas tanah Eks HGU PTPN 2 yang diatasnamakan salah satu mantan keluarga direksi," papar Taufik.

"Dalam surat tersebut di atas terdapat kejanggalan yaitu selisih luas tanah yang mencapai ribuan hektar," sambungnya.

Total areal HGU yang diperpanjang dalam surat, menurut Taufik seluas 56.341,06 hektar terdiri dari areal yang dapat dipertahankan seluas 53.935,29 ha. "Dan areal yang dapat dilepas termasuk yang sudah didivestasi dan dipinjam pakai seluas 2.406,56 hektar," ujarnya.

Selanjutnya, masih dalam surat yang sama disebutkan dari total area yang diperpanjang seluas 5.873,06 hektar terdiri dari areal yang dapat dipertahankan seluas 1.633,37 hektar dan areal lahan yang dilepas termasuk yang sudah didivestasi dan dipinjam pakai seluas 3.995,94 hektar.

Taufik mensinyalir bahwa surat yang diterbitkan oleh Meneg BUMN diduga palsu. Dan ia mengatakan bahwa PWRI Medan akan menelusuri keabsahan surat tersebut sampai ke Meneg BUMN.

"Menurut saya, surat tersebut terdapat kejanggalan dan diduga palsu. Dan kita, tim PWRI Medan akan menelusurinya sampai ke Meneg BUMN," tegas Taufik. (art/drc)

Editor: admin

T#g:lahan eks hgumenteri bumnPTPN2pwri medantanah garapan
Berita Terkait
  • Senin, 23 Apr 2018 14:16

    Ratusan Tiang Listrik Beton Berdiri di Lahan Eks HGU PTPN2

    Ratusan tiang listrik beton telah berdiri di pemukiman warga di lahan eks HGU PTPN2, di Kecamatan Percut Seituan, Deliserdang, Sumatera Utara, Senin 23 April 2018.

  • Selasa, 27 Mar 2018 01:49

    Kata Anggota DPR RI, Kalau Bukan Persoalan Tanah Bukan Kelas Djarot ke Sumut

    Kalau bukan karena tugas, sebetulnya bukan kelas Djarot Saiful Hidayat. Sudah pernah Walikota Blitar 2 periode, menjadi anggota DPR RI, Wakil Gubernur DKI Jakarta dan Gubernur DKI Jakarta.

  • Senin, 01 Jan 2018 14:47

    Sambut Tahun 2018, Gotong Royong Lebih Baik dari Hura-hura

    Kebiasaan hura-hura yang terjadi selama ini harus dirubah dengan semangat gotong-royong membangun daerah khususnya tempat tinggal, seperti memberishkan drainase dan jalan-jalan sekitar lingkungan.

  • Selasa, 26 Sep 2017 01:39

    Tahun 2017, BPN Sumut Targetkan 200 Ribu Sertifikat Tanah

    Sebagai tindak lanjut dari amanat Pasal 33 Ayat 3 maka tanggal 24 September 1960 diterbitkan UU Nomor 5 1960 tentang peraturan Pokok-pokok agraria, atau sering disebut dengan UUPA yang setiap tahun diperingati sebagai hari agraria Nasional.

  • Selasa, 26 Sep 2017 01:27

    Tengku Erry: Ayo kita rampungkan bersama persoalan tanah di Sumut

    Kementrian ATR/BPN melalui program pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) bertekad menyelesaikan pemetaan, registrasi dan sertifikasi tanah di seluruh wilayah republik indonesia hingga 2025.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2018 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir