Bank Sumut
  • Home
  • Hukum
  • Oknum Polair Pagurawan Disinyalir Terima Suap dari Kapal Pukat

Oknum Polair Pagurawan Disinyalir Terima Suap dari Kapal Pukat

Kamis, 05 Jul 2018 03:31
Dibaca: 290 kali
drberita/istimewa
Kapal pukat tarik di perairan batubara.
DINAMIKARAKYAT - Masyarakat nelayan Kabupaten Batubara menyesali sikap oknum Pos Polair Pagurawan yang disinyalir melakukan pembiaran terhadap banyaknya kapal pukat tarik yang beroperasi di perairan tersebut. Ada dugaan oknum Pos Polair Paguraman menerima suap dari para pemilik kapal pukat tarik.

Demikian disampaikan Koordinator Masyarakat Nelayan Batubara (MNB) Darwinsyah kepada wartawan di Medan, Rabu 4 Juli 2018.

"Kami (nelayan) kapal kecil hanya bisa diam. Banyak kali kapal pukat tarik yang beroperasi di sana. Ada dugaan anggota Pos Polair Pagurawan menerima upeti dari pemilik kapal pukat tarik yang beroperasi itu. Sampai saat ini masih beroperasi, seperti dibiarkan begitu," ucap Darwinsyah.

Darwinsyah mengaku akibat dari pembiaran kapal pukat tarik beroperasi itu, banyak nelayan lokal yang hasil pencarian ikannya berkurang. "Kalah kalilah, ya ikan mereka semua yang datap. Kami, nelayan kampung ini tidak bisa berbuat apa-apa," serunya.

Darwinsyah berharap, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) turun tangan menindak kapal-kapal pukat tarik (katrol) yang beroperasi di perairan batubara khususnya pagurawan.

"Kapal pukat tarik itu jelas dilarang KKP, kan Menteri Susi sudah tegas melarang beroperasi. Kok Pos Polair Pagurawan membiarkan kapal-kapal itu beroperasi," tandasnya.

Koordinator MNB itu selanjutnya berencana bersama-sama nelayan lokal di Kabupaten Batubara akan beraudensi ke Direktorat Polisi Air (Polair) Polda Sumut dan ke Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Utara.

Terpisah, Kepala Pos Polair Pagurawan Brigader Polisi Kepala (Bripka) A. Peranginangin dikonfirmasi membantah melakukan pembiaran terhadap kapal-kapal pukat tarik yang beroperasi di wilayah tugasnya.

"Kalau di Pagurawan ini cuma kapal dompleng 5 GT yang ada beroperasi, kalau ke tengah sana ada, saya tak tau itu. Soal izin operasi bukan kita yang memberi. Itu dari dinas kelauatan. Kalau ada surat perintah tangkap, ya kita tangkap kapal-kapal itu," jawabnya. (art/drc)

Editor: admin

T#g:dinas kelautan sumutkapal pukat tariknelayan tradisionalperairan batubarapolair polda sumutuntung sangaji
Berita Terkait
  • Senin, 16 Apr 2018 16:40

    Film 22 Menit "Teror Thamrin" Akan Tayang 5 Juli

    Kepala Kepolisian Sektor Menteng Ajun Komisaris Besar Agus Rizal membenarkan Polda Metro Jaya sudah memberikan izin untuk pembuatan film di sekitar Sarinah.

  • Kamis, 01 Feb 2018 02:04

    AKBP Untung: Saya tau mungkin banyak yang menentang saya

    Kapolres Aceh Utara AKBP Untung menyadari tindakan yang dilakukannya akan mendapat pertentangan dari sejumlah kalangan, tidak terkecuali dari pimpinan lembaganya sendiri.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2018 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir