Bank Sumut
  • Home
  • Hukum
  • OK Arya dan Tarsono Kembali Bersaksi di Pengadilan Tipikor Medan

OK Arya dan Tarsono Kembali Bersaksi di Pengadilan Tipikor Medan

Jumat, 12 Jan 2018 00:43
Dibaca: 108 kali
drberita/ilustrasi
Sidang suap mantan Bupati Batubara OK Arya Zulkarnain.
DINAMIKARAKYAT - Penuntut umum KPK akan menghadiri langsung mantan Bupati Batubara OK Arya Zulkarnain pada sidang kasus penyuapan‎ senilai Rp4,1 miliar di Pengadilan Tipikor Medan, Senin 15 Januari 2018.

Penuntut umum KPK Lucky Dwi Nugroho dan Ihsan Fernandi mengatakan OK Arya Zulkarnain dihadiri sebagai saksi untuk terdakwa Maringan Situmorang dan Syaiful Azhar. Keterangan OK Arya Zulkarnain diperlukan untuk membuktikan dakwaan atas uang suap yang diterimanya saat menjabat Bupati Batubara.

"Untuk bapak OK Arya Zulkarnain, kita akan hadirkan dalam persidangan selanjutnya Senin pekan depan," ucap Dwi Nugroho di Pengadilan Tipikor Medan, Kamis 11 Januari 2018.

Selain OK Arya, Penuntut umum KPK juga akan menghadirkan‎ tersangka lainnya dalam kasus ini, yakni Sujendi Tarsono alias Yen pemilik shoowroom mobil 'Ada Jadi Mobil' sebagai saksi.

"Sujendi juga dihadirkan sebagai saksi sidang pekan depan. Jadinya, keterangan saksi akan dituntaskan pada persidangan pada Senin pekan depan," tutur Dwi Nugroho.

Ia mengatakan dalam penanganan perkara ini sesuai dengan jadwal sidang digelar dua kali dalam sepekan, Senin dan Kamis, Penuntut umum KPK segera membacakan surat tuntutan untuk kedua tersangka.

"Setelah saksi, Kamis depan pemeriksaan terdakwa. Baru kita bacakan tuntutan untuk Maringan Situmorang dan Syaiful Azhar," ungkap Dwi.

Dwi Nugroho mengaku tidak mengetahui kapan berkas OK Arya dan Tarsono dilimpahkan ke Pengadilan Tikor Medan.

"Kalau itu saya tidak tahu. Karena lain satgas (satuan tugas). Kita untuk dua terdakwa ini. Bapak OK Arya Zulkarnain masih ada di Jakarta (Rutan KPK). Hari Senin depan kita bawa dari Jakarta ke Medan ini," tandasnya. (art/drc)

Editor: admin

T#g:kpkok arya zulkarnainott buapti batubaratipikor medan
Berita Terkait
  • Jumat, 19 Jan 2018 15:52

    Target KPK Juga Pihak Swasta dan Pejabat BUMD Sumut

    Jika hanya 46 anggota dan mantan anggota DPRD Sumut yang akan diperiksa dan ditahan, lanjut Rosisyanto, KPK sama artinya belum memberi keadilan dalam proses hukum tersebut.

  • Kamis, 18 Jan 2018 23:52

    Maringan dan Syaiful Buka-bukaan Soal Fee ke OK Arya

    Maringan Situmorang terdakwa kasus suap mantan Bupati Batubara OK Arya Zulkarnain mengakui sudah dilarang keluarganya menjadi rekanan di pemerintahan di Sumatera Utara.

  • Rabu, 17 Jan 2018 04:27

    KPK Diminta Sadap Proses Pengadaan Logistik Pilgubsu

    Ketua Umum DPP Gerakan Aktivis Mahasiswa Sumatera Utara (GAMSU) Ali Muksin meminta KPK melakukan penyadapan terhadap proses pengadaan logistik pelaksanaan pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) tahun 2018.

  • Rabu, 17 Jan 2018 01:22

    Korupsi Alkes, Direktur CV RAL Divonis 1 Tahun Penjara

    Selain hukum penjara, terdakwa sebagai Direktur CV Rizky Abadi Lestari (RAL) itu diwajibkan membayar denda sebesar Rp50 juta, subsider 2 bulan kurungan penjara.

  • Selasa, 16 Jan 2018 14:01

    Soal Pilgubsu Rp1,2 Triliun, Saut: Kerja KPK membawa koruptor ke pengadilan

    Besarnya biaya pelaksanaan pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) tahun 2018 ini menimbulkan banyak penilain, sehingga perlu adanya pengawasan ekstra agar tidak terjadi kebocoran, khususnya kepada KPK.

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2018 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir