• Home
  • Hukum
  • Menang Kasasi, Terdakwa BLBI Bebas

Menang Kasasi, Terdakwa BLBI Bebas

Selasa, 09 Jul 2019 16:56
Dibaca: 84 kali
drberita/istimewa
Syafruddin Arsyad Temenggung
DINAMIKARAKYAT - Mahkamah Agung (MA) mengabulkan permohonan kasasi yang diajukan oleh terdakwa mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Syafruddin Arsyad Temenggung dalam kasus korupsi Surat Keterangan Lunas (SKL) Bank Likuiditas Bantuan Indonesia (BLBI).

"Mengabulkan permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi terdakwa Syafruddin Arsyad Temenggung. Membatalkan putusan pengadilan tipikor pada Nomor 29/PID.SUS-TPK/2018/PT.DKI tanggal 2 Januari 2019, yang mengubah amar putusan pengadilan tipikor pada Pengadilan Jakarta Pusat Nomor 39/PID.SUS/TPK/2018/PN.JKT.PST tanggal 24 September 2018," ujar Juru Bicara MA Abdullah di Kantornya, Jakarta, Selasa 9 Juli 2019.

Dalam amar putusan ini, terdapat dissenting opinion/perbedaan pendapat antarhakim. Ketua majelis hakim Salman Luthan sepakat dengan putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta.

Namun, anggota hakim 1 Syamsul Rakan Chaniago memandang perbuatan terdakwa Syafruddiin merupakan perbuatan hukum perdata. Sementara itu, anggota hakim 2 Mohamad Askin memandang perbuatan terdakwa Syafruddiin merupakan perbuatan hukum administrasi.

"Menyatakan terdakwa Syafruddin Arsyad Temenggung terbukti melakukan perbuatan sebagaimana didakwakan kepadanya. Akan tetapi, perbuatan itu tidak merupakan suatu tindak pidana," kata Abdullah.

Atas dasar itu, MA meminta agar terdakwa Syafruddin dilepaskan dari segala tuntutan hukum (ontslag van allerechtsvervolging). Selain itu, hak terdakwa dalam kemampuan, kedudukan dan harkat serta martabatnya agar dipulihkan. "Memerintahkan agar terdakwa dikeluarkan dari tahanan," sambungnya.

Sebelumnya, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta memperberat hukuman Syafruddin Arsyad Temenggung menjadi 15 tahun penjara. Selain itu, dia juga diwajibkan membayar denda Rp1 miliar subsider 3 bulan kurungan.

Majelis hakim di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta menjatuhi vonis 13 tahun penjara dan mewajibkan Syafruddin membayar denda sebesar Rp700 juta subsider 3 bulan kurungan. (art/drc)

Editor: admin

Sumber: cnnindonesia.com

T#g:korupsi blbikpksyafruddin arsyad
Berita Terkait
  • Senin, 15 Jul 2019 23:36

    Mahasiswa dari Empat Kampus di Medan Minta KPK Lanjutkan Kasus Suap Akil Mochtar

    Puluhan mahasiswa dari empat kampus di Kota Medan, Sumatera Utara, berunjukras meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk melanjutkan kasus suap mantan Hakim MK AKil Muchtar.

  • Sabtu, 13 Jul 2019 13:01

    Kerja KPK Sia-sia di Asahan, Ini Daftarnya

    KPK, kata Indra, 20 Februari 2019, lalu kembali datang ke Kabupaten Asahan bersama tim ahli dari Institut Teknologi Bandung (ITB), untuk proses pengambilan sampel material fisik bangunan RSUD HAMS Kisaran di antaranya melakukan pemeriksaan material dindin

  • Minggu, 07 Jul 2019 18:39

    Satgas Kasus Novel Baswedan Gagal!

    Tim tersebut dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Nomor: Sgas/ 3/I/HUK.6.6/2019 yang beranggotakan 65 orang dan didominasi dari unsur kepolisian yang tenggat waktu kerjanya yaitu pada 7 Juli 2019 atau sekitar enam bulan.

  • Sabtu, 06 Jul 2019 18:05

    Seleksi Capim KPK: "Ada FBI" di Gedung Merah Putih

    Jelang pemilihan calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ketua dan Wakil Ketua KPK menerima kunjungan dari Federal Bureau of Investigation (FBI) Amerika Serikat di Gedung Merah Putih KPK.

  • Kamis, 04 Jul 2019 20:11

    Tsani dan Giri Daftar Calon Pimpinan KPK

    Selain Tsani dan Giri, sebelumnya Deputi Pencegahan KPK Pahala Nainggolan juga telah mendaftar. Dan dua komisioner KPK juga kembali mendaftar. Namun belum diketahui nama kedua komisioner yang akan mendaftar.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2019 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir