Bank Sumut
  • Home
  • Hukum
  • Masyarakat Penggarap Telaga Dingin Bawa Bukti Tanaman ke Polda Sumut

Masyarakat Penggarap Telaga Dingin Bawa Bukti Tanaman ke Polda Sumut

Rabu, 21 Agu 2019 23:26
Dibaca: 330 kali
drberita/istimewa
Massa pengunjukrasa dan batang pohon di depan Kantor SPKT Polda Sumut.
Bobby Nasution Center
DRBerita | Puluhan massa dari masyarakat penggarap Dusun XVII Telaga Dingin, Desa Sei Semayang, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang, Rabu 21 Agustus 2019 sore, berunjukrasa membawa bukti tanaman yang diokupasi PTPN II ke Polda Sumut.

Dipimpin Korlap Tiopan Tarigan, massa mendatangi Polda Sumut untuk melapor dan mempertanyakan tindakan oknum aparat TNI-Polri yang bersama pihak PTPN II melakukan okupasi di lahan Eks HGU PTPN II Kebun Sei Semayang, Kelurahan Tunggurono, Kecamatan Binjai Timur, Kota Binjai.

Selain itu, massa juga meminta Polda Sumut agar menindak tegas pihak PTPN II yang melanggar kesepakatan untuk tidak melakukan okupasi secara sepihak.

"Kami meminta kepada pemerintah agar tidak melakukan okupasi di Dusun XVIII Telaga Dingin," ucap Tiopan Tarigan. Setelah berorasi beberapa saat, perwakilan pengunjukrasa diterima Kepala SPKT Polda Sumut Kompol Enjang Bahri.

Dalam pertemuan, massa memberikan satu buah CD Merk Vertex yang berisikan hasil rekaman 2 video klip percakapan antara petani penggarap dengan pihak PTPN II, terkait masalah okupasi Kebun Tunggurono, Binjai.

Kompol Enjang kemudian menyarankan agar massa pengunjukrasa melengkapi bukti-bukti atas apa yang akan dilaporkan. Mendapat jawaban tersebut massa kembali ke titik kumpul depan Gereja Khatolik untuk menunggu rekan mereka membawa bukti dari Desa Telaga Dingin.

Setelah bukti ada, perwakilan pengunjukrasa kembali diterima pihak SPKT Polda Sumut, dengan membawa batang pohon jambu, batang pohon kelapa, batang pohon jeruk dan batang pohon durian yang telah tercabut tanah sebagai barang bukti.

Setalah bukti ditunjukan, Kepala SPKT Polda Sumut Kompol Enjang Bahri kemudian mempertanyakan kembali alas hak kepemilikan tanah penggarap agar laporan pengerusakan tanaman dapat di Proses. Namun pihak penggarap tidak dapat memberikan bukti alas hak tanah.

Merasa kesal, massa pengunjukrasa kemudian membuang bukti batang pohon yang dibawa di depan Kantor SPKT Polda Sumut. Massa lalu membubarkan diri dan kembali ke rumah masing-masing. (art/drc)

Editor: admin

T#g:lahan eks hgupolda sumutPTPNptpn 2
Berita Terkait
  • Jumat, 21 Feb 2020 00:15

    Setelah Lapor ke KPK, Citra Keadilan Surati BPK Sumut Masalah Eks HGU PTPN2

    Setelah melaporkan dugaan korupsi eks Hak Guna Usaha (HGU) PTPN2 ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kantor Hukum Citra Keadilan menyurati Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sumut.

  • Rabu, 19 Feb 2020 10:11

    Acil Lubis: Bukan Edy targetnya

    Kantor Hukum Citra Keadilan juga berencana akan membuka daftar nama mafia tanah yang ada di Sumatera Utara. Daftar nama itu rencanannya akan diserahkan ke KPK.

  • Selasa, 18 Feb 2020 11:43

    Kuasa Hukum: Harusnya Gubsu Edy Berterimakasih Kepada 6 Aktivis Anti Korupsi

    Ikhwal ancaman Edy tersebut karena dia merasa nama baiknya tercemarkan akibat laporan pengaduan enam aktivis anti korupsi melalui kuasa hukumnya Hamdani Harahap, Rion Arios, Raja Makayasa dan Rahmad Yusup Simorara ke KPK.

  • Selasa, 18 Feb 2020 10:37

    Soal Uang Rp 31 Miliar ke PTPN2, Ismail Sinaga: Tanya ke tim BPN Sumut

    Plt Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Sumatera Utara Ismail Sinaga memastikan sudah lunas pembayaran uang untuk lahan islamic center.

  • Senin, 17 Feb 2020 09:43

    Citra Keadilan Akan Buka Daftar Nama Mafia Tanah di Sumut

    Kantor Hukum Citra Keadilan mengimbau kepada masyarakat Sumut yang mengtahui dan memiliki identitas para mafia tanah tersebut untuk mau membantu menyerahkan datanya.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2020 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir